YARSIYARSI
Jurnal Orientasi Bisnis dan Entrepreneurship (JOBS)Jurnal Orientasi Bisnis dan Entrepreneurship (JOBS)Penelitian ini mengkaji pengaruh soft skills, hard skills, dan pengalaman magang terhadap kesiapan kerja Generasi Z, sekaligus mengeksplorasi peran kesejahteraan psikologis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tingkat pengangguran di kalangan lulusan universitas, yang mencerminkan ketidaksesuaian antara kompetensi akademik dan tuntutan pasar kerja. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari mahasiswa Generasi Z dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Kebaruan penelitian ini terletak pada model terintegrasinya yang secara simultan menyelidiki efek soft skills, hard skills, pengalaman magang, dan kesejahteraan psikologis terhadap kesiapan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soft skills secara positif dan signifikan memengaruhi kesiapan kerja. Hard skills dan pengalaman magang secara signifikan meningkatkan kesejahteraan psikologis, sedangkan soft skills tidak memiliki efek signifikan terhadap kesejahteraan psikologis. Selain itu, kesejahteraan psikologis tidak secara signifikan memengaruhi kesiapan kerja, juga tidak memediasi hubungan antara soft skills, hard skills, pengalaman magang, dan kesiapan kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa kesiapan kerja Generasi Z utamanya ditentukan oleh faktor-faktor terkait kompetensi daripada mekanisme psikologis. Oleh karena itu, institusi pendidikan tinggi harus memprioritaskan pengembangan soft skills dan program magang yang relevan untuk membekali mahasiswa dengan lebih baik dalam menghadapi tuntutan pasar kerja, sementara penelitian mendatang harus mengeksplorasi faktor psikologis dan kontekstual lainnya yang memengaruhi kesiapan kerja.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa soft skills memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kesiapan kerja Generasi Z, namun hard skills dan pengalaman magang lebih berperan dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis, yang pada gilirannya tidak signifikan mempengaruhi atau memediasi kesiapan kerja secara langsung.Secara teoretis, temuan ini menunjukkan bahwa faktor-faktor berbasis kompetensi cenderung memberikan pengaruh lebih langsung pada kesiapan kerja dibandingkan mekanisme psikologis pada Generasi Z, mengimplikasikan pentingnya mempertimbangkan konteks populasi.Oleh karena itu, institusi pendidikan tinggi disarankan untuk terus memperkuat pengembangan soft skills dan program magang, serta penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi variabel mediasi alternatif seperti adaptabilitas karier atau efikasi diri.
Mengingat temuan penelitian ini bahwa kesejahteraan psikologis tidak secara signifikan memediasi hubungan antara kompetensi dan kesiapan kerja pada Generasi Z, arah penelitian selanjutnya dapat mendalami mekanisme mediasi alternatif yang lebih relevan. Salah satu avenue penelitian yang menjanjikan adalah menyelidiki peran adaptabilitas karier, efikasi diri, atau motivasi karier sebagai variabel mediasi dengan menggunakan pendekatan studi longitudinal. Hal ini akan memungkinkan peneliti untuk menangkap dinamika perkembangan kompetensi dan pengaruhnya terhadap kesiapan kerja seiring waktu, sekaligus mengamati bagaimana faktor-faktor psikologis tersebut dapat berkembang dan menjadi jembatan antara perolehan keterampilan awal (baik soft skills maupun hard skills) dan kesiapan kerja yang berkelanjutan bagi Generasi Z saat mereka memasuki dunia profesional. Selain itu, penting juga untuk mengeksplorasi faktor-faktor kontekstual atau struktural yang mungkin menjelaskan mengapa faktor-faktor berbasis kompetensi memiliki pengaruh yang lebih langsung. Penelitian dapat mengkaji bagaimana budaya organisasi, tuntutan spesifik industri, atau program mentoring di tempat kerja berperan sebagai moderator atau pendorong langsung kesiapan kerja, alih-alih hanya berfokus pada kondisi psikologis individu. Akhirnya, untuk meningkatkan generalisasi temuan, studi komparatif antara Generasi Z dengan generasi lain, seperti Milenial, atau di antara berbagai bidang studi, seperti STEM versus humaniora, akan sangat bermanfaat untuk memahami variasi dalam hubungan antara keterampilan, pengalaman, kesejahteraan, dan kesiapan kerja dalam konteks yang lebih luas.
| File size | 326.99 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
YARSIYARSI Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana lingkungan kerja, kecerdasan emosional, dan motivasi memengaruhi produktivitas kerja Gen Z di Jakarta. KekecewaanPenelitian ini mengeksplorasi bagaimana lingkungan kerja, kecerdasan emosional, dan motivasi memengaruhi produktivitas kerja Gen Z di Jakarta. Kekecewaan
YARSIYARSI Studi ini bertujuan menganalisis pengaruh pemasaran digital dan harga, baik secara parsial maupun simultan, terhadap keputusan pembelian. Pendekatan kuantitatifStudi ini bertujuan menganalisis pengaruh pemasaran digital dan harga, baik secara parsial maupun simultan, terhadap keputusan pembelian. Pendekatan kuantitatif
YARSIYARSI Temuan menunjukkan bahwa tidak ada satu teori tunggal yang sepenuhnya menjelaskan fenomena ini. Teori Agen menangkap hubungan struktural dan masalah kontrol,Temuan menunjukkan bahwa tidak ada satu teori tunggal yang sepenuhnya menjelaskan fenomena ini. Teori Agen menangkap hubungan struktural dan masalah kontrol,
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari artikel penelitian yang diterbitkan sejak tahun 2023 di jurnal ilmiah terakreditasi, yang kemudian dianalisisData dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari artikel penelitian yang diterbitkan sejak tahun 2023 di jurnal ilmiah terakreditasi, yang kemudian dianalisis
AINARAPRESSAINARAPRESS (1974). Uji coba terbatas dilakukan pada 15 siswa SDN Sumbersari 02 Jember dengan pendekatan purposive sampling. Validitas bahan ajar dievaluasi oleh dua(1974). Uji coba terbatas dilakukan pada 15 siswa SDN Sumbersari 02 Jember dengan pendekatan purposive sampling. Validitas bahan ajar dievaluasi oleh dua
E SIBERE SIBER pertama, guru bimbingan dan konseling memainkan peran penting bagi generasi Z. Kedua, disiplin juga sangat berpengaruh terhadap generasi Z. Ketiga, gurupertama, guru bimbingan dan konseling memainkan peran penting bagi generasi Z. Kedua, disiplin juga sangat berpengaruh terhadap generasi Z. Ketiga, guru
IAIN MADURAIAIN MADURA Pernikahan endogami telah dipertahankan hingga saat ini karena ajaran agama, semangat melindungi keluarga Nabi, dan kondisi sosial dari mereka yang mendukungPernikahan endogami telah dipertahankan hingga saat ini karena ajaran agama, semangat melindungi keluarga Nabi, dan kondisi sosial dari mereka yang mendukung
IAIN MADURAIAIN MADURA Artikel ini memeriksa profil dan peran strategis dua organisasi Islam, MUIS (Majlis Ugama Islam Singapura, Dewan Agama Islam Singapura) dan Pergas (PersatuanArtikel ini memeriksa profil dan peran strategis dua organisasi Islam, MUIS (Majlis Ugama Islam Singapura, Dewan Agama Islam Singapura) dan Pergas (Persatuan
Useful /
UINSAIDUINSAID Daripada menekankan hafalan, CTL memungkinkan siswa menghubungkan konsep Islam dengan situasi autentik yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. HalDaripada menekankan hafalan, CTL memungkinkan siswa menghubungkan konsep Islam dengan situasi autentik yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Hal
YARSIYARSI Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan di PT. Sumo Internusa,Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan di PT. Sumo Internusa,
YARSIYARSI Studi ini menunjukkan bahwa strategi ekspansi berbagi jaringan adalah pilihan terbaik untuk meningkatkan efisiensi dan pendapatan eksternal. PerusahaanStudi ini menunjukkan bahwa strategi ekspansi berbagi jaringan adalah pilihan terbaik untuk meningkatkan efisiensi dan pendapatan eksternal. Perusahaan
UMAUMA 4 Tahun 2008 dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan perundang‑undangan dan dapat diterima oleh masyarakat. 4 Tahun 2008 dan peraturan kota terkait4 Tahun 2008 dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan perundang‑undangan dan dapat diterima oleh masyarakat. 4 Tahun 2008 dan peraturan kota terkait