YARSIYARSI

Jurnal Orientasi Bisnis dan Entrepreneurship (JOBS)Jurnal Orientasi Bisnis dan Entrepreneurship (JOBS)

Retensi karyawan tetap menjadi tantangan kritis bagi organisasi, terutama dalam mengidentifikasi faktor psikologis yang memengaruhi keputusan karyawan untuk tetap bekerja. Meskipun penelitian sebelumnya menyoroti kepuasan kerja dan efikasi diri sebagai prediktor utama, temuan tetap tidak konsisten mengenai dampak relatifnya terhadap retensi. Studi ini mengeksplorasi pengaruh kepuasan kerja dan efikasi diri terhadap retensi karyawan serta mengidentifikasi faktor yang lebih dominan. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 50 responden melalui kuesioner dengan pemilihan sampel acak bertingkat proporsional. Analisis dilakukan menggunakan SPSS versi 21, termasuk uji parsial (t-test) dan simultan (F-test). Hasil menunjukkan bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan (t = 4,987 > 1,677; p < 0,05), sedangkan efikasi diri tidak memiliki pengaruh signifikan (t = -0,024 < 1,677; p > 0,05). Namun, kedua variabel secara bersamaan memengaruhi retensi secara signifikan (F = 21,212 > 3,195; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja adalah penentu utama retensi karyawan. Studi ini berkontribusi dengan memperjelas peran tidak konsisten efikasi diri dan menekankan pentingnya meningkatkan kepuasan kerja untuk meningkatkan hasil retensi.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan di PT.Sumo Internusa, sehingga semakin tinggi kepuasan kerja, semakin tinggi kecenderungan karyawan untuk tetap bekerja.Sebaliknya, efikasi diri tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap retensi karyawan, sehingga bukan faktor penentu utama dalam mempertahankan karyawan di perusahaan ini.Secara bersamaan, kedua variabel masih memiliki pengaruh signifikan terhadap retensi karyawan, tetapi secara parsial hanya kepuasan kerja yang memiliki pengaruh signifikan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi komparatif antara sektor industri berbeda untuk mengetahui apakah pengaruh kepuasan kerja terhadap retensi karyawan konsisten di berbagai konteks organisasi. Selain itu, peneliti dapat mengeksplorasi faktor psikologis lain seperti keseimbangan kerja-kehidupan atau budaya organisasi sebagai variabel tambahan yang mungkin memengaruhi retensi karyawan. Penelitian longitudinal juga bisa dilakukan untuk mengamati perubahan kepuasan kerja seiring waktu dan dampaknya terhadap keputusan karyawan untuk tetap bekerja. Pendekatan ini akan memberikan wawasan lebih dalam tentang dinamika psikologis yang kompleks dalam mempertahankan tenaga kerja. Dengan memperluas perspektif penelitian, organisasi dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif berbasis bukti untuk meningkatkan retensi karyawan. Penelitian juga dapat menggabungkan pendekatan kualitatif untuk memahami persepsi subjektif karyawan terhadap faktor yang memengaruhi keputusan mereka. Selain itu, studi tentang intervensi organisasi, seperti pelatihan atau program pengembangan karier, dapat diuji untuk melihat dampaknya terhadap kepuasan kerja dan retensi. Penelitian lanjutan yang lebih holistik akan membantu mengatasi keterbatasan studi saat ini dan memberikan rekomendasi yang lebih tepat untuk praktik manajemen sumber daya manusia.

  1. Rethinking Employee Retention: Psychological Determinants That Matter Most | Jurnal Orientasi Bisnis... academicjournal.yarsi.ac.id/index.php/jobs/article/view/6141Rethinking Employee Retention Psychological Determinants That Matter Most Jurnal Orientasi Bisnis academicjournal yarsi ac index php jobs article view 6141
Read online
File size270.59 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test