UWKSUWKS

JURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKJURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

Penelitian ini menganalisis fenomena konsumsi kaligrafi sebagai produk religius di kalangan perempuan kelas menengah Muslim, dengan fokus pada industri kaligrafi Ergo di Yogyakarta. Melalui kerangka teori Pierre Bourdieu, penelitian ini berusaha memahami bagaimana praktik konsumsi estetika religius merefleksikan dinamika sosial, gender, dan kelas dalam masyarakat Muslim urban kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaligrafi tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, melainkan menjadi simbol kesalehan, status sosial, dan identitas religius keluarga. Perempuan memainkan peran dominan dalam pengambilan keputusan konsumsi, desain, dan penataan kaligrafi di ruang domestik. Melalui preferensi terhadap desain yang sederhana dan elegan, perempuan kelas menengah mengonversi kapital ekonomi menjadi kapital simbolik yang memperkuat citra religius dan kehormatan sosial keluarga. Dalam proses ini, terbentuk habitus gendered yang menjadikan ruang domestik sebagai medan tempat perempuan menegosiasikan agensi dan identitasnya. Namun, praktik tersebut juga menunjukkan adanya ambivalensi: di satu sisi, perempuan memanfaatkan ruang domestik untuk menegaskan agensi dan performativitas gender mereka; di sisi lain, mereka turut mereproduksi struktur patriarkal melalui bentuk kekerasan simbolik yang halus, di mana peran perempuan sebagai penjaga estetika dan moralitas rumah dianggap alami.

Fenomena konsumsi kaligrafi oleh perempuan kelas menengah Muslim di Ergo menunjukkan bahwa praktik konsumsi tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan estetika, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun identitas sosial dan religius.Berdasarkan teori Pierre Bourdieu, praktik ini mencerminkan hubungan dinamis antara habitus religius, kapital simbolik, dan praktik distinction dalam medan sosial kelas menengah Muslim urban.Perempuan sebagai pengelola ruang domestik memainkan peran sentral dalam menentukan selera estetika keluarga.Melalui pemilihan desain kaligrafi yang minimalis dan elegan, mereka mengonversi kapital ekonomi menjadi kapital simbolik, yakni pengakuan sosial atas kesalehan, kehalusan selera, dan status kelas.Preferensi terhadap desain yang sederhana dan natural juga menunjukkan bagaimana habitus kelas menengah membentuk rasa estetika yang dianggap berkelas dan religius, serta menjadi alat untuk membedakan diri dari kelompok sosial lain.Namun, praktik ini juga memperlihatkan adanya ambivalensi.Di satu sisi, perempuan memiliki agensi dalam menegosiasikan peran dan identitasnya melalui pilihan konsumsi.di sisi lain, mereka tetap beroperasi dalam struktur sosial yang mereproduksi pembagian peran gender tradisional melalui kekerasan simbolik yang halus.Kaligrafi dengan demikian menjadi medium di mana nilai religius, moral, dan sosial saling berkelindan, menggabungkan spiritualitas dengan strategi sosial kelas menengah untuk membangun citra kesalehan dan kehormatan keluarga.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut peran perempuan dalam industri kaligrafi, khususnya dalam proses produksi dan pemasaran produk kaligrafi, serta bagaimana peran ini mempengaruhi dinamika gender dan kelas dalam masyarakat Muslim urban. (2) Meneliti lebih dalam tentang bagaimana habitus religius dan kapital simbolik saling berinteraksi dalam praktik konsumsi kaligrafi, dan bagaimana hal ini membentuk identitas sosial dan religius kelas menengah Muslim. (3) Melakukan studi komparatif tentang praktik konsumsi kaligrafi di berbagai kota di Indonesia, untuk memahami perbedaan dan kesamaan dalam dinamika sosial, gender, dan kelas yang dipengaruhi oleh praktik konsumsi kaligrafi.

  1. harmoni. religiusitas kelas menengah muslim surakarta interaksi globalisasi modernitas harmoni https... doi.org/10.32488/harmoni.v19i2.450harmoni religiusitas kelas menengah muslim surakarta interaksi globalisasi modernitas harmoni https doi 10 32488 harmoni v19i2 450
  2. Cultural Presentation of the Muslim Middle Class in Contemporary Indonesia | Studia Islamika. cultural... studiaislamika.ppimcensis.or.id/index.php/studia-islamika/article/view/708Cultural Presentation of the Muslim Middle Class in Contemporary Indonesia Studia Islamika cultural studiaislamika ppimcensis index php studia islamika article view 708
  3. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s11562-017-0404-8Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s11562 017 0404 8
  4. DINAMIKA KELAS MENENGAH, KESALEHAN, DAN PERAN GENDER DALAM PRODUK KALIGRAFI: STUDI KASUS INDUSTRI KALIGRAFI... doi.org/10.30742/juispol.v6i1.5042DINAMIKA KELAS MENENGAH KESALEHAN DAN PERAN GENDER DALAM PRODUK KALIGRAFI STUDI KASUS INDUSTRI KALIGRAFI doi 10 30742 juispol v6i1 5042
Read online
File size198.69 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test