YARSIYARSI
Jurnal Orientasi Bisnis dan Entrepreneurship (JOBS)Jurnal Orientasi Bisnis dan Entrepreneurship (JOBS)Transformasi bisnis menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan telekomunikasi yang beroperasi di lingkungan kompetitif dan dinamis. PT Telkom Infrastruktur Indonesia (PT TIF), yang berada di bawah inisiatif 5 Bold Moves Telkom Group, bertugas mengelola dan memperdagangkan infrastruktur jaringan serat optik. Namun, perusahaan menghadapi tantangan terkait penggunaan aset infrastruktur yang rendah dan pendapatan eksternal yang terbatas di luar ekosistem Telkom Group. Studi ini bertujuan merumuskan strategi bisnis yang tepat untuk meningkatkan utilisasi aset dan meningkatkan kompetitivitas. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dengan lima informan utama, observasi langsung, dan analisis dokumen perusahaan serta laporan industri. Studi ini menggunakan Analisis PESTEL, Porters Five Forces, SWOT Analysis, Matriks IFE, EFE, IE, TOWS, dan Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM). Hasil menunjukkan bahwa PT TIF memiliki kekuatan signifikan, termasuk cakupan infrastruktur nasional yang luas dan dukungan merek kuat dari Telkom Group, tetapi menghadapi kelemahan dalam agilitas operasional, kemampuan pemasaran, dan keterbatasan pengeluaran modal. Analisis QSPM mengidentifikasi Ekspansi Berbagi Jaringan sebagai strategi prioritas untuk meningkatkan utilisasi infrastruktur dan pendapatan eksternal.
PT Telkom Infrastruktur Indonesia memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan kompetitivitas melalui optimalisasi infrastruktur dan strategi berbagi jaringan.Namun, tantangan internal seperti rendahnya utilisasi aset dan keterbatasan pengeluaran modal tetap menjadi hambatan.Studi ini menunjukkan bahwa strategi ekspansi berbagi jaringan adalah pilihan terbaik untuk meningkatkan efisiensi dan pendapatan eksternal.Perusahaan perlu memperkuat kolaborasi dengan ISP dan OLOs serta meningkatkan kemampuan pemasaran dan kecepatan pengambilan keputusan untuk menjaga posisi kompetitif di pasar telekomunikasi Indonesia.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak kebijakan pemerintah tentang infrastruktur terbuka terhadap model bisnis PT TIF. Selain itu, penelitian dapat mengkaji strategi pemasaran B2B yang lebih efektif untuk meningkatkan daya tarik layanan berbagi jaringan. Terakhir, studi dapat mengembangkan pendekatan inovatif untuk mengatasi tantangan teknologi seperti substitusi layanan satelit dan broadband nirkabel dalam konteks pasar Indonesia.
| File size | 312.26 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
LSPRLSPR Masalah lingkungan dan krisis, yang sebagian besar disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia, terus menimbulkan tantangan tidak sehat pada zaman ini.Masalah lingkungan dan krisis, yang sebagian besar disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia, terus menimbulkan tantangan tidak sehat pada zaman ini.
UIBUUIBU Peningkatan terbesar terjadi pada kontrol gerakan (23,6%) dan kelincahan (22,3%), diikuti oleh koordinasi, kecepatan, dan keseimbangan, masing-masing menunjukkanPeningkatan terbesar terjadi pada kontrol gerakan (23,6%) dan kelincahan (22,3%), diikuti oleh koordinasi, kecepatan, dan keseimbangan, masing-masing menunjukkan
YANAYANA Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, mengidentifikasi empat indikator pengawasan (Jones dan George). Hasil menunjukkan bahwa penegakanStudi ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, mengidentifikasi empat indikator pengawasan (Jones dan George). Hasil menunjukkan bahwa penegakan
UNIKOMUNIKOM Berdasarkan hasil evaluasi jaringan tersebut dinyatakan layak. Penelitian ini menunjukkan bahwa jaringan fiber optik CWDM 8 channel pada link SCTV TowerBerdasarkan hasil evaluasi jaringan tersebut dinyatakan layak. Penelitian ini menunjukkan bahwa jaringan fiber optik CWDM 8 channel pada link SCTV Tower
ITBITB WSN hibrida ZigBee-serat optik bermanfaat dalam memperluas jangkauan WSN. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa WSN hibrida ZigBee-FO menyediakan throughputWSN hibrida ZigBee-serat optik bermanfaat dalam memperluas jangkauan WSN. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa WSN hibrida ZigBee-FO menyediakan throughput
UIRUIR Selain itu, ROP menunjukkan seberapa cepat bit bor mengebor formasi dan menangkap kecepatan atau pergerakan bit bor saat memecah batuan, dan dalam satuanSelain itu, ROP menunjukkan seberapa cepat bit bor mengebor formasi dan menangkap kecepatan atau pergerakan bit bor saat memecah batuan, dan dalam satuan
UNDIKMAUNDIKMA Penelitian ini dapat menjadi panduan untuk merancang gelombang elektromagnetik koheren dalam transmisi WDM menggunakan modul python OptiCommPy. Serat optikPenelitian ini dapat menjadi panduan untuk merancang gelombang elektromagnetik koheren dalam transmisi WDM menggunakan modul python OptiCommPy. Serat optik
IAIN MADURAIAIN MADURA Sementara MUIS memainkan peran ganda dalam menerapkan kebijakan negara yang berkaitan dengan Muslim serta dalam membimbing kehidupan Muslim, Pergas cenderungSementara MUIS memainkan peran ganda dalam menerapkan kebijakan negara yang berkaitan dengan Muslim serta dalam membimbing kehidupan Muslim, Pergas cenderung
Useful /
YARSIYARSI Studi ini mengeksplorasi makna akuntabilitas partisipatif dalam praktik manajemen koperasi di Kabupaten Lombok Timur. Menggunakan desain kualitatif denganStudi ini mengeksplorasi makna akuntabilitas partisipatif dalam praktik manajemen koperasi di Kabupaten Lombok Timur. Menggunakan desain kualitatif dengan
YANAYANA HRD berupaya untuk secara adaptif mengatasi tantangan ini melalui respons komunikasi yang fleksibel, dengan mempertimbangkan aspek psikologis anggota.HRD berupaya untuk secara adaptif mengatasi tantangan ini melalui respons komunikasi yang fleksibel, dengan mempertimbangkan aspek psikologis anggota.
YANAYANA Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
YANAYANA Hasil tes pra‑tindakan menunjukkan 86% siswa belum mencapai kriteria kelengkapan minimum. Setelah penerapan media puzzle, hasil meningkat signifikanHasil tes pra‑tindakan menunjukkan 86% siswa belum mencapai kriteria kelengkapan minimum. Setelah penerapan media puzzle, hasil meningkat signifikan