UNIKOMUNIKOM

Telekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika TerapanTelekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika Terapan

Kebutuhan koneksi internet terus bertambah dan prioritas utama penduduk Indonesia. Penggunaan serat fiber optik sebagai sistem transmisi bertujuan meningkatkan kecepatan transfer data dan tahan terhadap gangguan. Penggunaan teknologi CWDM dapat mengatasi jumlah trafik tinggi dengan cara membagi panjang gelombang. PT. Surya Citra Media memiliki jaringan yang menghubungkan kantor SCTV tower dengan kantor IVM di Daan Mogot. Penelitian ini meneliti performansi jaringan fiber optik CWDM link SCTV Tower – IVM Daan Mogot. CWDM yang digunakan berkapasitas 8 channel dengan panjang gelombang 1310 nm-1450 nm dengan channel spacing 20nm. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi jaringan fiber optik CWDM 8 channel melalui pengukuran performansi. Performansi jaringan fiber optik difokuskan pada parameter power link budget, SNR dan BER. Hasil penelitian menunjukkan power link budget sebesar -9,407 dB dan nilai SNR dengan nilai terkecil sebesar 37,0864 dan terbesar sebesar 37,6150 dB. Sedangkan besaran nilai BER dengan rentang 10-10 hingga 10-11. Berdasarkan hasil evaluasi jaringan tersebut dinyatakan layak.

Penelitian ini menunjukkan bahwa jaringan fiber optik CWDM 8 channel pada link SCTV Tower – IVM Daan Mogot memenuhi standar kelayakan, dengan power link budget sebesar -9,4 dB yang berada di atas ambang -28 dB, SNR berada pada rentang optimal di atas 21,5 dB, dan BER berada di bawah 10⁻⁹.Hasil analisis mengindikasikan bahwa peningkatan panjang gelombang (1310–1450 nm) meningkatkan SNR dan menurunkan BER, sehingga performansi transmisi data menjadi handal.Oleh karena itu, pemilihan panjang gelombang yang tepat merupakan faktor kunci untuk mengoptimalkan kinerja jaringan CWDM, dan jaringan ini dapat diimplementasikan secara efektif pada skala metro.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh penggunaan penguat EDFA pada jaringan CWDM dengan rentang panjang gelombang yang lebih luas untuk menilai peningkatan power link budget dan stabilitas SNR. Selanjutnya, diperlukan pengembangan algoritma alokasi panjang gelombang adaptif yang dapat menyesuaikan kanal secara dinamis berdasarkan beban trafik, sehingga dapat meminimalkan BER dan memaksimalkan efisiensi spektrum. Selain itu, evaluasi kinerja jaringan CWDM pada jarak link yang lebih panjang (lebih dari 20 km) dengan variasi jenis serat optik dan teknik kompensasi dispersi akan memberikan wawasan tentang batas operasional dan potensi penerapan dalam jaringan metropolitan yang lebih luas.

  1. Simulator Model Design and Bit Error Performance for Variation of Digital Modulation Type In the Channel... ojs.unikom.ac.id/index.php/telekontran/article/view/5610Simulator Model Design and Bit Error Performance for Variation of Digital Modulation Type In the Channel ojs unikom ac index php telekontran article view 5610
  2. Coarse WDM in Metropolitan Networks: Challenges, Standards, Applications, and Future Role - IOPscience.... doi.org/10.1088/1742-6596/1530/1/012062Coarse WDM in Metropolitan Networks Challenges Standards Applications and Future Role IOPscience doi 10 1088 1742 6596 1530 1 012062
  3. Analisis dan Simulasi Performansi Teknologi Coarse Wavelength Division Multiplexing pada Jaringan Fiber... doi.org/10.20895/Jtece.V3i1.149Analisis dan Simulasi Performansi Teknologi Coarse Wavelength Division Multiplexing pada Jaringan Fiber doi 10 20895 Jtece V3i1 149
Read online
File size447.53 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test