UIN SGDUIN SGD
Journal of Contemporary Rituals and TraditionsJournal of Contemporary Rituals and TraditionsTujuan penelitian ini adalah untuk mendokumentasikan dan menganalisis praktik Jhuti, sebuah seni ritual yang dipimpin oleh perempuan di Distrik Bhadrak, Odisha, dengan mempelajari motif visual, fungsi ritual, transmisi antargenerasi, dan pergeseran generasi yang muncul. Penelitian ini menyelidiki bagaimana Jhuti berfungsi sebagai sistem pengetahuan yang berorientasi gender yang menggabungkan simbolisme kosmologis, nilai-nilai ekologis, dan otoritas ritual domestik. Metode penelitian ini menggunakan etnografi visual selama dua tahun (2021-2023) yang menggabungkan observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur dengan 97 praktisi perempuan, dan dokumentasi fotografi di tujuh blok administratif. Data dianalisis menggunakan kode tematik, katalogisasi motif, dan perbandingan antargenerasi untuk mengidentifikasi pola partisipasi ritual, penggunaan bahan, repertoar simbolik, dan mode transmisi. Penelitian ini mendokumentasikan dua puluh delapan motif Jhuti yang berbeda dan mengungkapkan repertoar simbolik yang terstruktur yang didominasi oleh Lakshmi paduka (95%), lotus (79%), dan kerang (71%). Partisipasi ritual tetap tinggi selama festival besar, terutama Manabasa Gurubara (98%). Pengetahuan Jhuti terutama ditransmisikan melalui pengajaran matrilineal (74%), meskipun ketergantungan pada pembelajaran observasional meningkat di antara perempuan muda. Perbedaan generasi yang signifikan muncul: perempuan tua menekankan makna komunal-religius dan konteks lantai tanah liat tradisional, sementara praktisi muda lebih menyukai kerangka individual-artistik, permukaan semen/keramik, dan mode pembelajaran digital. Vignette etnografi menunjukkan bahwa koreksi yang dirasakan, sentuhan tetap menjadi pusat transmisi keterampilan dan tidak dapat digantikan oleh replikasi digital. Temuan penelitian ini menekankan kebutuhan mendesak untuk strategi pelestarian warisan yang mendukung transmisi pengetahuan yang dirasakan, mengatasi kendala material-infrastruktur di lingkungan perkotaan, dan mengintegrasikan Jhuti ke dalam ruang pendidikan dan komunitas tanpa melepasnya dari kosmologi ritualnya. Penelitian ini memberikan bukti untuk menginformasikan intervensi kebijakan yang selaras dengan kerangka Warisan Budaya Takbenda UNESCO, yang menekankan mempertahankan praktik hidup daripada estetisasi.
Penelitian ini memberikan dokumentasi etnografi visual sistematis pertama tentang praktik Jhuti di Distrik Bhadrak, Odisha.Dengan memusatkan agen ritual perempuan, makna simbolis, dan pengetahuan ekologis, penelitian ini menantang kerangka konvensional seni rakyat sebagai hiasan semata, memosisikan Jhuti sebagai sistem pengetahuan yang berorientasi gender.(1) mendokumentasikan motif Jhuti melalui etnografi visual.(2) menganalisis simbolisme mereka dari perspektif gender.(3) memeriksa keselarasan Jhuti dengan siklus alami dan bahan berkelanjutan.dan (4) menilai ancaman dan prospek revitalisasi.Penelitian ini mengartikulasikan tiga proposisi yang saling terkait.Praktik Jhuti menunjukkan karakteristik produksi pengetahuan otonom (otoritas ritual, inovasi simbolik, transmisi matrilineal) yang menantang narasi dominasi patriarki.Pemilihan motif dan penggunaan bahan mencerminkan pengetahuan ekologis asli yang tertanam dalam musim pertanian dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan.Pola transmisi antargenerasi mengungkapkan ketahanan adaptif melalui negosiasi antara tradisi dan modernitas, bukan penurunan linier sederhana.Penurunan Jhuti menandakan erosi yang lebih luas dari sistem pengetahuan asli, yang menekankan kebutuhan mendesak untuk strategi interdisipliner yang mendukung kelestarian budaya dan pelestarian warisan yang dipimpin perempuan.Dengan memusatkan integrasi Jhuti dengan alam, ritual, dan agen berorientasi gender, penelitian ini menawarkan pemahaman baru tentang seni tradisional sebagai identitas budaya dan kesadaran ekologis.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Pelestarian Warisan Budaya Takbenda: Penelitian ini menekankan kebutuhan mendesak untuk strategi pelestarian warisan yang mendukung transmisi pengetahuan yang dirasakan. Saran penelitian lanjutan adalah untuk menyelidiki strategi pelestarian warisan yang inovatif yang dapat diterapkan di lingkungan perkotaan, dengan mempertimbangkan tantangan material-infrastruktur yang dihadapi oleh praktisi Jhuti. Penelitian ini dapat mengeksplorasi cara-cara untuk mempertahankan praktik Jhuti dalam konteks modern tanpa mengorbankan aspek ritual dan ekologisnya.. . 2. Transmisi Antargenerasi: Penelitian ini mengidentifikasi pergeseran generasi dalam praktik Jhuti, dengan generasi muda semakin mengadopsi kerangka individual-artistik dan mode pembelajaran digital. Saran penelitian lanjutan adalah untuk menyelidiki cara-cara baru untuk memfasilitasi transmisi antargenerasi pengetahuan Jhuti. Penelitian ini dapat mengeksplorasi peran teknologi digital dalam memfasilitasi pembelajaran dan transmisi pengetahuan Jhuti, sambil memastikan bahwa aspek ritual dan estetika tetap dipertahankan.. . 3. Integrasi dengan Ruang Pendidikan dan Komunitas: Penelitian ini menyoroti kebutuhan untuk mengintegrasikan Jhuti ke dalam ruang pendidikan dan komunitas tanpa melepasnya dari kosmologi ritualnya. Saran penelitian lanjutan adalah untuk menyelidiki cara-cara untuk mengintegrasikan Jhuti ke dalam kurikulum seni di sekolah-sekolah lokal, sambil memastikan bahwa aspek ritual dan makna simboliknya tetap dipertahankan. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi cara-cara untuk melibatkan komunitas dalam praktik Jhuti, dengan tujuan untuk memperkuat identitas budaya dan kesadaran ekologis.
- A policy framework for the creative Pattachitra Artisans at the crossroad of financial scarcity and changing... doi.org/10.3846/cs.2020.9923A policy framework for the creative Pattachitra Artisans at the crossroad of financial scarcity and changing doi 10 3846 cs 2020 9923
- Women’s Ritual Art and Intergenerational Knowledge: A Visual Ethnography of Jhuti Practices in... ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/jcrt/article/view/735WomenAos Ritual Art and Intergenerational Knowledge A Visual Ethnography of Jhuti Practices in ejournal uinsgd ac index php jcrt article view 735
- Ritual Ecology and Sirigu Mural Paintings: Interrogating the Intersection of Art and Culture | Journal... dpublication.com/journal/JARSS/article/view/1121Ritual Ecology and Sirigu Mural Paintings Interrogating the Intersection of Art and Culture Journal dpublication journal JARSS article view 1121
| File size | 704.16 KB |
| Pages | 26 |
| DMCA | Report |
Related /
UIN SGDUIN SGD Metodologi penelitian ini menggunakan etnografi kualitatif agama. Data dikumpulkan selama siklus ritual Petik Laut 2025 melalui observasi partisipan, wawancaraMetodologi penelitian ini menggunakan etnografi kualitatif agama. Data dikumpulkan selama siklus ritual Petik Laut 2025 melalui observasi partisipan, wawancara
UIN SGDUIN SGD Kerangka kerja ini didasarkan pada teori praktik ritual, liminalitas, pertukaran hadiah dan kewajiban timbal balik, serta kritik sinema Afrika pascakolonial.Kerangka kerja ini didasarkan pada teori praktik ritual, liminalitas, pertukaran hadiah dan kewajiban timbal balik, serta kritik sinema Afrika pascakolonial.
UIN SGDUIN SGD Warna bertindak sebagai agen performatif yang memediasi hubungan spiritual melalui praktik-praktik seperti mengenakan, menenun, dan mempersembahkan, sekaligusWarna bertindak sebagai agen performatif yang memediasi hubungan spiritual melalui praktik-praktik seperti mengenakan, menenun, dan mempersembahkan, sekaligus
UGJUGJ Validasi oleh dosen, guru, dan siswa menghasilkan rata‑rata nilai 93,6 %, yang menunjukkan sangat valid dan layak digunakan dalam pembelajaran. SetelahValidasi oleh dosen, guru, dan siswa menghasilkan rata‑rata nilai 93,6 %, yang menunjukkan sangat valid dan layak digunakan dalam pembelajaran. Setelah
ISI DPSISI DPS Tari Muli Begukhau merupakan tarian kreasi baru yang berasal dari Provinsi Lampung dan berfungsi sebagai sajian hiburan sejak tahun 2016. Nilai‑nilaiTari Muli Begukhau merupakan tarian kreasi baru yang berasal dari Provinsi Lampung dan berfungsi sebagai sajian hiburan sejak tahun 2016. Nilai‑nilai
ISI DPSISI DPS Proses pembelajaran teknik dasar kendang krumpungan gaya Peliatan di Sanggar Gamelan Suling Gita Semara menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw, yangProses pembelajaran teknik dasar kendang krumpungan gaya Peliatan di Sanggar Gamelan Suling Gita Semara menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw, yang
ISI DPSISI DPS Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi yang dilakukan di sanggar Pikko kota Palembang, teknik wawancara yang didapat dataTeknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi yang dilakukan di sanggar Pikko kota Palembang, teknik wawancara yang didapat data
UADUAD Metode penelitian adalah studi literatur, observasi, dan dokumentasi. Observasi dan dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data berupa 300 foto KampungMetode penelitian adalah studi literatur, observasi, dan dokumentasi. Observasi dan dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data berupa 300 foto Kampung
Useful /
UIN SGDUIN SGD Temuan: Tiga dimensi yang saling terhubung diidentifikasi. Pertama, diagnosis SAD menggabungkan gejala fisik dengan perilaku adat, kontak dengan orangTemuan: Tiga dimensi yang saling terhubung diidentifikasi. Pertama, diagnosis SAD menggabungkan gejala fisik dengan perilaku adat, kontak dengan orang
UIN SGDUIN SGD Oleh karena itu, identitas ini tidak terpelihara secara otomatis melainkan terus-menerus dinegosiasikan melalui ibadah, relasi sosial, ekspresi budaya,Oleh karena itu, identitas ini tidak terpelihara secara otomatis melainkan terus-menerus dinegosiasikan melalui ibadah, relasi sosial, ekspresi budaya,
POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU Penelitian ini menemukan bahwa jenis anestesi TIVA yang dominan digunakan di RSKB Jatiwinangun adalah ketamine dan propofol, dengan laki-laki mendominasiPenelitian ini menemukan bahwa jenis anestesi TIVA yang dominan digunakan di RSKB Jatiwinangun adalah ketamine dan propofol, dengan laki-laki mendominasi
UBUB Agama penting di Taiwan, tetapi tidak berperan dalam memecah belah masyarakat. Namun, pada isu pernikahan sesama jenis, beberapa partai politik masih memperjuangkanAgama penting di Taiwan, tetapi tidak berperan dalam memecah belah masyarakat. Namun, pada isu pernikahan sesama jenis, beberapa partai politik masih memperjuangkan