UGJUGJ

Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaDeiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Salah satu upaya strategis untuk menginternalisasi nilai‑nilai kearifan lokal adalah melalui penerapan bahan ajar yang berakar pada warisan budaya lokal. Namun, dalam praktiknya—khususnya di kota Cirebon—bahan ajar yang ada belum mampu merefleksikan secara memadai kekayaan identitas dan tradisi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menggambarkan rancangan bahan ajar pendukung yang didasarkan pada analisis kebutuhan siswa, serta (2) meneliti hasil penerapan bahan ajar berbasis legenda bagi siswa kelas VII pada tingkat sekolah menengah pertama (SMP/MTs). Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif‑analitik, penelitian ini menganalisis proses pengembangan serta efektivitas bahan teks legenda yang dilokalisasi. Temuan menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memiliki validitas tinggi dan cocok untuk digunakan di kelas, meskipun diperlukan revisi minor untuk meningkatkan kualitas dan kelengkapan secara keseluruhan.

Bahan ajar teks legenda yang berorientasi pada kearifan lokal untuk siswa kelas VII SMP/MTs berhasil dirancang sebagai buku teks yang mencakup dua kompetensi dasar serta lima aspek utama, yaitu materi, penyajian, bahasa, kegrafikaan, dan kearifan lokal.Validasi oleh dosen, guru, dan siswa menghasilkan rata‑rata nilai 93,6 %, yang menunjukkan sangat valid dan layak digunakan dalam pembelajaran.Setelah proses revisi meliputi perbaikan sampul, penyesuaian ukuran nama penulis, penambahan gambar Cirebon tempo dulu, serta standar penulisan daftar pustaka, kualitas buku teks semakin meningkat.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penggunaan bahan ajar legenda berbasis kearifan lokal memengaruhi motivasi belajar siswa kelas VII SMP/MTs secara longitudinal selama satu tahun ajaran. Penelitian tersebut sebaiknya menggabungkan metode campuran, yaitu survei motivasi, observasi kelas, dan wawancara mendalam untuk memperoleh data kuantitatif dan kualitatif yang komprehensif. Selain itu, studi komparatif antara buku teks tradisional dan versi digital interaktif yang memuat legenda Cirebon dapat dianalisis untuk menentukan efektivitas media digital dalam meningkatkan pemahaman konsep budaya. Fokus penelitian ini harus mencakup variabel seperti tingkat retensi informasi, kemampuan berbahasa, dan sikap terhadap kearifan lokal. Penelitian lain dapat mengeksplorasi adaptasi bahan ajar legenda untuk jenjang pendidikan menengah atas, dengan menyesuaikan tingkat kompleksitas teks dan menambahkan elemen multimedia seperti video animasi. Dalam konteks tersebut, peneliti perlu menguji apakah peningkatan kompleksitas materi tetap mempertahankan keterbacaan dan keabsahan isi sebagaimana yang telah dicapai pada tingkat SMP. Selanjutnya, penelitian dapat meneliti peran guru sebagai fasilitator dalam penerapan bahan ajar legenda, khususnya melalui pelatihan profesional yang menekankan teknik pedagogik berbasis kearifan lokal. Analisis terhadap efektivitas pelatihan guru dapat diukur melalui perubahan praktik mengajar dan persepsi siswa terhadap nilai budaya lokal. Akhirnya, studi evaluatif mengenai dampak jangka panjang penggunaan bahan ajar legenda terhadap identitas budaya siswa dan partisipasi masyarakat lokal dalam pelestarian warisan budaya dapat memberikan wawasan penting bagi kebijakan pendidikan daerah.

  1. Instructional Materials on Legend Texts Based on Local Wisdom for Junior High School Students | Deiksis:... jurnal.ugj.ac.id/index.php/Deiksis/article/view/10400Instructional Materials on Legend Texts Based on Local Wisdom for Junior High School Students Deiksis jurnal ugj ac index php Deiksis article view 10400
Read online
File size378.9 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test