UGJUGJ

Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaDeiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan Pengajaran Responsif Budaya (Culturally Responsive Teaching/CRT) dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap struktur teks laporan observasi dengan mengintegrasikan unsur-unsur budaya lokal dan pengalaman pribadi siswa ke dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental kuantitatif, dilakukan melalui dua tahap pengumpulan data: pre-test dan post-test. Sampel terdiri dari 49 siswa kelas delapan dari Kelas VIII C di SMP Negeri 1 Kota Cirebon. Data yang dikumpulkan berfokus pada hasil belajar kognitif. Dalam studi ini, uji normalized gain (N-Gain) digunakan untuk menentukan peningkatan skor rata-rata pre-test dan post-test siswa. Hasil penelitian menunjukkan skor N-Gain sebesar 0,72, yang menunjukkan bahwa siswa termasuk dalam kategori “tinggi dan mencapai hasil belajar kognitif yang secara signifikan lebih baik.

Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) di kelas VIII C SMPN 1 Kota Cirebon efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik, terlihat dari peningkatan signifikan antara pre-test dan post-test.Oleh karena itu, pendekatan ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang mengoptimalkan budaya lokal sebagai sumber belajar untuk materi struktur teks laporan hasil observasi, serta berpotensi diterapkan pada materi relevan lainnya.

Mengingat temuan positif dari penelitian ini mengenai efektivitas pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada hasil belajar kognitif, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan untuk memperdalam pemahaman kita. Pertama, studi di masa depan dapat beralih dari desain pra-eksperimental ke desain kuasi-eksperimental dengan menyertakan kelompok kontrol. Pendekatan ini akan memberikan perbandingan yang lebih kuat dan valid secara ilmiah, memungkinkan peneliti untuk lebih yakin bahwa peningkatan hasil belajar benar-benar merupakan akibat langsung dari implementasi CRT, bukan karena faktor lain yang tidak terkontrol. Dengan demikian, generalisasi temuan mengenai efektivitas CRT dapat diperkuat, memberikan landasan yang lebih kokoh bagi praktisi pendidikan. Kedua, karena penelitian saat ini hanya berfokus pada ranah kognitif, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan penilaian dengan menyelidiki dampak CRT terhadap aspek afektif dan psikomotorik peserta didik. Misalnya, studi dapat menelusuri bagaimana CRT memengaruhi motivasi belajar, sikap penghargaan terhadap keragaman budaya, atau keterampilan menulis teks laporan observasi yang lebih kreatif, mendalam, dan terstruktur. Menilai ranah-ranah ini akan memberikan gambaran yang lebih holistic tentang kontribusi CRT terhadap pengembangan peserta didik secara menyeluruh. Ketiga, penelitian ini mengintegrasikan satu elemen budaya spesifik (Nasi Jamblang) dalam konteks pembelajaran struktur teks laporan observasi. Saran penelitian lanjutan adalah mengeksplorasi integrasi elemen budaya Cirebon lainnya, atau bahkan membandingkan efektivitas CRT dengan mengintegrasikan budaya dari daerah yang berbeda. Selain itu, dapat juga diteliti penerapan pendekatan CRT ini pada materi Bahasa Indonesia lainnya yang memiliki potensi untuk dikaitkan dengan konteks budaya lokal, untuk menguji konsistensi efektivitasnya di berbagai topik dan mengidentifikasi adaptabilitasnya dalam kurikulum yang lebih luas. Penelusuran ini akan memperkaya pemahaman mengenai fleksibilitas dan potensi penerapan CRT di berbagai latar.

  1. The Effectiveness of the Culturally Responsive Teaching Approach on the Structure of Observation Report... jurnal.ugj.ac.id/index.php/Deiksis/article/view/10345The Effectiveness of the Culturally Responsive Teaching Approach on the Structure of Observation Report jurnal ugj ac index php Deiksis article view 10345
Read online
File size428.77 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test