URECOLURECOL

Urecol Journal. Part B: Economics and BusinessUrecol Journal. Part B: Economics and Business

Rendahnya tingkat pendidikan dan minimnya akses informasi di Dukuh Gamblok, Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, menjadi faktor utama yang menyebabkan lemahnya literasi keuangan di kalangan remaja. Mayoritas remaja di wilayah ini hanya menempuh pendidikan hingga jenjang SD atau SMP, sehingga belum memiliki pemahaman yang memadai tentang pentingnya perencanaan keuangan dan pengelolaan dana pribadi. Akibatnya, mereka rentan terhadap perilaku konsumtif, tidak memiliki kebiasaan menabung, serta tidak memahami risiko dan manfaat dari aktivitas investasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan remaja melalui edukasi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta. Metode pelaksanaan berupa sosialisasi interaktif yang melibatkan diskusi, simulasi penyusunan anggaran sederhana, permainan edukatif, serta pengenalan instrumen investasi dasar yang mudah dipahami, seperti tabungan dan emas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta terhadap pengelolaan uang, pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta kesadaran untuk mulai menabung dan memahami investasi yang aman. Edukasi ini tidak hanya memberi bekal pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku yang lebih bijak dalam mengelola keuangan pribadi. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk kebiasaan finansial yang sehat, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta membuka jalan bagi pembangunan sosial‑ekonomi generasi muda di daerah pedesaan dengan tingkat pendidikan yang masih terbatas.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil menunjukkan bahwa pendekatan edukasi keuangan yang bersifat partisipatif dan aplikatif dapat secara signifikan meningkatkan literasi keuangan di kalangan remaja pedesaan.Hasil observasi dan refleksi menunjukkan peningkatan nyata pada empat aspek utama, yaitu kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, pemahaman pentingnya menabung, kesadaran terhadap risiko dan manfaat investasi, serta pengenalan terhadap instrumen keuangan dasar.Implementasi metode interaktif seperti diskusi, simulasi anggaran, dan permainan edukatif terbukti efektif dalam memberikan pemahaman konseptual sekaligus menanamkan praktik sederhana yang dapat membentuk kebiasaan finansial yang sehat dan berkelanjutan.

Pertama, perlu dilakukan evaluasi jangka panjang untuk menilai dampak edukasi ini terhadap perilaku penabung dan investasi para remaja di daerah pedesaan, sehingga data empiris dapat memperkuat efektifitas model partisipatif yang dibangun. Kedua, pengembangan program lanjutan yang mengintegrasikan teknologi sederhana—misalnya aplikasi kalkulator anggaran berbasis smartphone—dapat memperluas jangkauan dan memudahkan monitoring perkembangan literasi keuangan remaja secara real time. Ketiga, kolaborasi antar lembaga pendidikan, lembaga keuangan mikro, dan BUMDes dapat dirancang untuk menciptakan platform pendidikan keuangan berkelanjutan, yang tidak hanya mengajarkan teori tapi juga memberikan akses langsung ke produk keuangan dasar seperti tabungan dan skema investasi mikro, sehingga remaja terdorong untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan sehari-hari.

  1. Analisis Faktor yang Memengaruhi Perencanaan Keuangan Pribadi Mahasiswa | Jurnal Ilmu Manajemen. analisis... journal.unesa.ac.id/index.php/jim/article/view/16479Analisis Faktor yang Memengaruhi Perencanaan Keuangan Pribadi Mahasiswa Jurnal Ilmu Manajemen analisis journal unesa ac index php jim article view 16479
  2. Pojok Literasi Keuangan Membangun Generasi Desa Dersalam Cerdas Keuangan | Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia.... doi.org/10.54082/jamsi.1488Pojok Literasi Keuangan Membangun Generasi Desa Dersalam Cerdas Keuangan Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia doi 10 54082 jamsi 1488
Read online
File size731.24 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test