LEMBAGA KITALEMBAGA KITA

International Journal of Management Science and Information TechnologyInternational Journal of Management Science and Information Technology

Penelitian ini menggunakan desain eksplanatori kuantitatif trans‑sektional untuk menilai apakah panggilan boikot terhadap produk terkait Israel dapat diubah menjadi minat pembelian produk lokal di Indonesia. Data dikumpulkan melalui survei online dengan skala Likert tertutup menggunakan metode snowball sampling pada konsumen dewasa yang sadar akan kampanye boikot. Model diestimasi dengan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS‑SEM) yang mencakup pemeriksaan reliabilitas/validitas dan bootstrapping (5.000 resampling). Hasil menunjukkan bahwa intensitas kampanye boikot tidak secara signifikan memprediksi niat boikot maupun minat beli lokal, sementara sikap dan norma subjek meningkatkan niat boikot tetapi tidak memperkuat minat beli lokal (sikap menunjukkan efek langsung negatif). Animositas secara signifikan meningkatkan baik niat boikot maupun minat beli lokal, sementara niat boikot tidak memprediksi minat beli lokal dan tidak berfungsi sebagai mediator. Temuan ini menegaskan bahwa hasil “beli lokal yang efektif memerlukan kerangka moral‑emosional yang kredibel dan penggantian produk yang mudah diakses lebih dari sekadar paparan kampanye.

Intensitas kampanye boikot tidak secara langsung meningkatkan niat boikot maupun minat membeli produk lokal di Indonesia.Sikap positif terhadap boikot dan norma subjek secara signifikan mempengaruhi niat boikot, namun sikap juga menurunkan minat beli lokal.Animositas menjadi faktor utama yang secara langsung meningkatkan kedua variabel tersebut.Niat boikot tidak mampu menjembatani antara faktor penyebab dan minat membeli lokal, menunjukkan adanya kesenjangan antara niat dan perilaku.Oleh karena itu, strategi boikot perlu dilengkapi dengan upaya membangun kredibilitas pesan dan ketersediaan produk lokal.

Berangkat dari temuan bahwa intensitas kampanye boikot tidak cukup memicu perubahan perilaku, penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana kualitas pesan boikot—termasuk kredibilitas sumber, narasi moral, dan strategi naratif—berinteraksi dengan persepsi konsumen terhadap produk pengganti untuk menyempurnakan model niat‑perilaku. Selain itu, karena animositas langsung memotivasi pembelian lokal, studi longitudinal dapat mengevaluasi dinamika emosi politik terhadap kebiasaan konsumen dan apakah perubahan emosi seiring waktu memfasilitasi adopsi produk lokal secara berkelanjutan. Akhirnya, mengingat peran penting faktor situasional seperti akses, harga, dan persepsi kualitas, penelitian dapat memperluas kerangka Theory of Planned Behavior dengan menambahkan variabel pertanggungjawaban perilaku (PBC) dan barrier‑facilitator, serta menguji efek moderasi dari ketersediaan produk pengganti pada jalur niat‑perilaku konsumen.

  1. Consumer Behavior and Preferences Shift: The Impact of Boycotting Imported Brands on Local Product Demand... bbejournal.com/BBE/article/view/865Consumer Behavior and Preferences Shift The Impact of Boycotting Imported Brands on Local Product Demand bbejournal BBE article view 865
  2. HRMARS - The Intention to Participate in the Boycott Movement among University Students. hrmars intention... doi.org/10.6007/IJARBSS/v14-i10/23307HRMARS The Intention to Participate in the Boycott Movement among University Students hrmars intention doi 10 6007 IJARBSS v14 i10 23307
  3. Check Out or Call Out: Attitude-Driven Boycott Intention in The Fashion Industry | International Journal... ijmaberjournal.org/index.php/ijmaber/article/view/1310Check Out or Call Out Attitude Driven Boycott Intention in The Fashion Industry International Journal ijmaberjournal index php ijmaber article view 1310
Read online
File size280.81 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test