LEMBAGA KITALEMBAGA KITA

International Journal of Management Science and Information TechnologyInternational Journal of Management Science and Information Technology

Keamanan maritim telah berkembang melampaui keprihatinan militer tradisional untuk mencakup ancaman non-tradisional multidimensi, khususnya pada tingkat pemerintahan lokal. Studi ini menganalisis proses sekuritisasi Poskamladu Terpadu (Poskamladu) di Pelabuhan Tamperan dalam sistem keamanan maritim Teluk Pacitan. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen. Analisis menerapkan kerangka sekuritisasi Sekolah Kopenhagen, dengan fokus pada aktor sekuritisasi, ancaman eksistensial, tindakan tutur, dan objek rujukan. Temuan menunjukkan bahwa Poskamladu berfungsi sebagai aktor sekuritisasi dengan mengartikulasikan masalah non-tradisional - seperti penangkapan ikan ilegal, konflik ruang pesisir, dan aktivitas pelabuhan yang tidak teratur - sebagai ancaman eksistensial terhadap kelestarian laut, stabilitas masyarakat, dan keamanan ekonomi lokal. Berbeda dengan model sekuritisasi klasik yang menekankan deklarasi formal, sekuritisasi di Tamperan terjadi melalui tindakan tutur informal yang tertanam dalam mediasi, koordinasi, dan praktik sehari-hari. Efektivitas proses sekuritisasi ini dibatasi oleh otoritas yang terfragmentasi, kapasitas infrastruktur yang terbatas, dan persiapan yang tidak memadai untuk ancaman berbasis teknologi. Studi ini berkontribusi secara teoritis dengan memperluas analisis sekuritisasi ke pemerintahan maritim subnasional dan menekankan peran praktik institusional informal dalam membangun ancaman keamanan.

Studi ini menyimpulkan bahwa Poskamladu di Pelabuhan Tamperan berperan sebagai aktor sekuritisasi dalam sistem keamanan maritim Teluk Pacitan.Melalui legitimasi institusionalnya, Poskamladu mampu mengangkat berbagai masalah non-tradisional, seperti penangkapan ikan ilegal, konflik penggunaan ruang pesisir, dan aktivitas pelabuhan yang tidak teratur, ke ranah keamanan.Proses ini menunjukkan bahwa sekuritisasi di Pelabuhan Tamperan tidak berasal dari ancaman militer konvensional, melainkan dari konstruksi ancaman eksistensial yang terkait langsung dengan kelestarian sumber daya perikanan, stabilitas sosial masyarakat pesisir, dan keselamatan aktivitas maritim.Temuan studi juga menunjukkan bahwa praktik tindakan tutur Poskamladu bersifat kontekstual dan adaptif, lebih sering terwujud melalui komunikasi persuasif, mediasi konflik, dan koordinasi antarpemangku kepentingan daripada melalui deklarasi keamanan yang memaksa.Pendekatan ini memperkuat penerimaan sosial komunitas nelayan terhadap peran Poskamladu, yang pada akhirnya menjadi faktor penting dalam kesuksesan proses sekuritisasi.Temuan ini mengonfirmasi bahwa kesuksesan sekuritisasi sangat bergantung pada legitimasi sosial dan penerimaan audiens, seperti yang ditekankan dalam kerangka teoritis Sekolah Kopenhagen.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif di berbagai pelabuhan perikanan untuk memeriksa variasi dinamika sekuritisasi lokal, khususnya terkait dengan ancaman teknologi dan kapasitas institusional. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi bagaimana proses sekuritisasi, koordinasi institusional, dan penerimaan sosial saling berinteraksi dalam membentuk sistem keamanan maritim yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini juga dapat mengidentifikasi strategi konkret untuk memperkuat keamanan maritim di tingkat lokal, termasuk harmonisasi otoritas antarpemangku kepentingan, perluasan dan modernisasi infrastruktur pelabuhan, integrasi kesiapan siber maritim ke dalam sistem pemerintahan pelabuhan, dan institusionalisasi kerangka mediasi konflik berbasis masyarakat. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan bahwa proses sekuritisasi lokal berkontribusi secara efektif terhadap agenda keamanan maritim Indonesia yang lebih luas.

  1. Indonesian Maritime Diplomacy: Realizing the Global Maritime Fulcrum Through IORA | Nation State: Journal... jurnal.amikom.ac.id/index.php/nsjis/article/view/949Indonesian Maritime Diplomacy Realizing the Global Maritime Fulcrum Through IORA Nation State Journal jurnal amikom ac index php nsjis article view 949
  2. 0. system maintenance cv rayyan dwi bharata publishing journal services currently undergoing scheduled... doi.org/10.57235/jetish.v2i1.3520 system maintenance cv rayyan dwi bharata publishing journal services currently undergoing scheduled doi 10 57235 jetish v2i1 352
  3. Maritime Security in a Technological Era: Addressing Challenges in Balancing Technology and Ethics -... doi.org/10.47512/meujmaf.1418239Maritime Security in a Technological Era Addressing Challenges in Balancing Technology and Ethics doi 10 47512 meujmaf 1418239
Read online
File size216.24 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test