MALAHAYATIMALAHAYATI

Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia Kesmas

Petugas teller bank menghadapi tuntutan kerja yang tinggi, yang menempatkan mereka pada risiko kelelahan kerja. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji keterkaitan antara tingkat beban kerja dan kondisi kelelahan kerja pada petugas teller perbankan. Metode yang diterapkan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional serta penerapan teknik total sampling terhadap 32 orang responden. Penilaian beban kerja dilakukan menggunakan instrumen NASA-TLX, sedangkan pengukuran kelelahan kerja menggunakan kuesioner IFRC. Pengolahan data mencakup analisis deskriptif dan analisis hubungan antarvariabel melalui uji Chi-Square. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proporsi terbesar responden berada pada kategori beban kerja sangat tinggi (87,5%) dan tingkat kelelahan yang sangat tinggi (81,3%). Hasil pengujian statistik mengindikasikan adanya hubungan yang bermakna antara beban kerja dan kelelahan kerja (p < 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa pengendalian beban kerja menjadi faktor penting dalam upaya menekan kelelahan serta mendukung peningkatan kinerja pegawai.

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa beban kerja dan kelelahan kerja pada pegawai teller merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian serius.Hasil pengukuran menggunakan metode NASA-TLX menunjukkan bahwa sebagian besar responden (87,5%) berada pada kategori beban kerja sangat berat.Tingginya beban kerja tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya tingkat kelelahan yang dialami oleh pegawai.Hal ini diperkuat oleh hasil uji statistik Pearson Chi-Square yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara beban kerja dan kelelahan kerja dengan nilai p-value sebesar 0,003 (p < 0,05).Selain itu, hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa 85,7% responden dengan beban kerja sangat berat juga mengalami tingkat kelelahan yang sangat tinggi.Kondisi ini mengindikasikan bahwa karakteristik pekerjaan teller, yang mayoritas berada pada usia produktif dan didominasi oleh perempuan (78,1%), memiliki risiko tinggi stres kerja dan kelelahan akibat tuntutan pekerjaan yang melebihi kapasitas kerja harian.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada strategi pengelolaan beban kerja yang lebih terstruktur dan terintegrasi dengan kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Selain itu, perlu dilakukan peninjauan kembali target istirahat dan penerapan sistem rotasi kerja untuk mengurangi kejenuhan dan kelelahan fisik maupun mental. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara beban kerja, stres kerja, dan burnout pada karyawan perbankan, serta dampak jangka panjang dari kelelahan kerja terhadap kinerja dan kualitas pelayanan perbankan.

  1. Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Public Health Education | Journal of Public Health Education. vol journal... journals.prosciences.net/index.php/JPHE/issue/view/21Vol 3 No 1 2023 Journal of Public Health Education Journal of Public Health Education vol journal journals prosciences index php JPHE issue view 21
Read online
File size850.35 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test