UHTUHT

Hang Tuah Medical JournalHang Tuah Medical Journal

rajin mencuci. . jalur perantara masuknya mikroba ke dalam. . Kebersihan tangan menjadi hal yang penting karena tangan merupakan salah satu tubuh. Upaya menjaga tangan maupun dengan cara praktis kebersihannya dengan menggunakan hand sanitizer. Kandungan alkohol yang berada pada hand sanitizer dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan kulit, untuk itu alternatif pengganti alkohol dapat menggunakan bahan alam sebagai bahan dasar antiseptik hand sanitizer. Minyak biji pala mengandung senyawa aktif sebagai bahan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang tepat dari sediaan gel hand sanitizer minyak biji pala dan menguji efektivitasnya dalam menghambat pertumbuhan baketri patogen yaitu Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa. Sediaan gel dibuat dengan variasi gelling agent Carbopol dan CMC-Na. Uji stabilitas sifat fisik sediaan gel meliputi uji organoleptic, uji homogenitas, dan uji pH. Uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan gel memiliki bau khas pala, dengan warna bening untuk basis CMC-Na dan putih untuk basis Carbopol. Nilai pH yang diperoleh untuk semua sediaan berkisar antara 5.7-6.2. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa gel hand sanitizer minyak biji pala dengan basis CMC-Na dan Carbopol memiliki kemampuan menghambat bakteri Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa cukup baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formulasi sediaan gel minyak biji pala berbasis CMC-Na dinilai merupakan formulasi yang optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan memiliki bentuk fisik yang konsisten.

Minyak biji pala pada konsentrasi 2,5% menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa, dengan formulasi gel berbasis CMC-Na lebih efektif melawan E.coli dan formulasi berbasis Carbopol lebih efektif melawan P.CMC-Na dianggap basis optimal karena stabilitas fisik yang baik dan daya hambat kuat.Penelitian ini terbatas pada dua jenis gelling agent dan dua patogen serta belum menilai stabilitas jangka panjang atau iritasi kulit.Oleh karena itu, disarankan untuk mengeksplorasi variasi konsentrasi minyak, menguji spektrum bakteri yang lebih luas, serta melakukan studi stabilitas dan keamanan penggunaan pada kulit manusia secara in vivo.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh variasi konsentrasi minyak biji pala terhadap aktivitas antibakteri sekaligus mengevaluasi toleransi kulit melalui uji iritasi in vivo, sehingga dapat menentukan dosis optimal yang aman dan efektif. Selain itu, eksplorasi penggunaan agen pengental alami lain seperti xanthan gum atau alginat dapat dibandingkan dengan Carbopol dan CMC-Na untuk menilai perbedaan profil pelepasan zat aktif dan stabilitas fisik gel, yang dapat memperluas pilihan formulasi hand sanitizer berbasis bahan alami. Terakhir, dilakukan studi stabilitas jangka panjang pada kondisi penyimpanan yang berbeda (suhu, kelembaban) serta analisis dampak penggunaan berulang pada mikrobioma kulit, guna memastikan keamanan dan konsistensi efektivitas produk dalam penggunaan sehari-hari.

  1. "Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Kulit Bawang Merah (Allium ce" by Melzi Octaviani,... doi.org/10.7454/psr.v6i1.4333Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Kulit Bawang Merah Allium ce by Melzi Octaviani doi 10 7454 psr v6i1 4333
  2. Formulation and physical stability test of hand sanitizer based on nutmeg oil (Myristica fragrans Houtt)... doi.org/10.1088/1755-1315/800/1/012032Formulation and physical stability test of hand sanitizer based on nutmeg oil Myristica fragrans Houtt doi 10 1088 1755 1315 800 1 012032
Read online
File size232.74 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test