UHTUHT

Hang Tuah Medical JournalHang Tuah Medical Journal

Sebagian besar tumbuhan memiliki kandungan zat aktif yang dapat digunakan sebagai pengobatan berbagai penyakit. Salah satu tumbuhan tersebut adalah daun kelor (Moringa oleifera Lam.), yang diketahui bermanfaat dalam pengobatan penyakit Alzheimer. Kandungan senyawa aktif quercetin dalam Moringa oleifera mampu menghambat enzim acetylcholinesterase (AChE), salah satu penyebab utama penyakit Alzheimer. Selain itu, quercetin juga memiliki potensi dan fungsi yang serupa dengan donepezil, obat yang umum digunakan dalam terapi Alzheimer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran senyawa quercetin yang terkandung dalam daun kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap inhibisi AChE pada terapi Alzheimer melalui studi in silico. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan in silico melalui molecular docking, prediksi farmakokinetik ADME, dan prediksi toksisitas pada senyawa aktif quercetin. Hasil studi menunjukkan bahwa quercetin memiliki potensi yang sama dengan donepezil sebagai kontrol dalam menghambat AChE, karena memiliki daerah ikatan yang sama. Parameter farmakokinetik menunjukkan bahwa quercetin dapat diabsorpsi dengan baik pada usus dan memiliki permeabilitas pada kulit yang lebih baik dibandingkan donepezil, meskipun kemampuannya dalam menembus Blood-Brain Barrier (BBB) terbatas. Quercetin memiliki kemampuan distribusi yang terbatas dalam tubuh dan lebih banyak terikat pada protein plasma, berperan sebagai inhibitor enzim CYP1A2 dan CYP2C9, serta dapat dieksresikan dengan baik oleh tubuh. Quercetin diprediksi memiliki potensi sebagai obat oral dan termasuk dalam kategori toksisitas III berdasarkan nilai LD50.

Quercetin dari Moringa oleifera dapat berinteraksi pada situs pengikatan yang sama dengan donepezil untuk menghambat enzim acetylcholinesterase (AChE).Secara farmakokinetik, quercetin diserap melalui saluran cerna, memiliki permeabilitas kulit lebih baik, namun terbatas dalam penetrasi blood‑brain barrier dan distribusinya dalam tubuh rendah.Quercetin menghambat enzim metabolik CYP1A2 dan CYP2C9 serta memiliki profil toksisitas yang relatif aman, meskipun berpotensi hepatotoksik dan sensitisasi kulit, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk menilai keamanan dan efektivitasnya sebagai terapi Alzheimer.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas kombinasi quercetin dengan donepezil secara in vitro dan in vivo untuk menilai apakah terdapat sinergi dalam penghambatan AChE serta pengurangan stres oksidatif pada sel saraf. Selain itu, diperlukan studi desain struktur quercetin yang dimodifikasi untuk meningkatkan permeabilitas blood‑brain barrier sekaligus mempertahankan aktivitas antioksidan, melalui pemodelan komputasi dan validasi eksperimental. Selanjutnya, sebuah uji klinis terkontrol pada pasien Alzheimer harus dilakukan untuk menentukan dosis optimal, keamanan jangka panjang, serta dampak kognitif dari suplementasi oral quercetin, dengan perhatian khusus pada potensi hepatotoksisitas dan risiko sensitisasi kulit. Penelitian‑penelitian ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran quercetin sebagai agen terapi tambahan dalam penyakit Alzheimer.

  1. Food and Life. food life home journal aims scope editorial board subscription information copyright open... doi.org/10.5851/fl.2022.e1Food and Life food life home journal aims scope editorial board subscription information copyright open doi 10 5851 fl 2022 e1
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/978-3-030-84860-6Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 978 3 030 84860 6
Read online
File size428.97 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test