MALAHAYATIMALAHAYATI

Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia Kesmas

Remaja merupakan kelompok populasi besar yang berperan penting dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, namun semakin terpapar misinformasi kesehatan di era infodemi digital. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti mengenai literasi kesehatan digital sebagai faktor pelindung terhadap misinformasi, hubungannya dengan perilaku kesehatan preventif, serta perannya sebagai strategi promosi kesehatan pada remaja usia 9–21 tahun. Tinjauan sistematis ini mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan pendekatan sintesis tematik terhadap 16 studi empiris (2022–2026) dari 10 negara yang diidentifikasi melalui basis data utama menggunakan kerangka PICO. Hasil menunjukkan bahwa DHL meningkatkan kemampuan remaja dalam mengevaluasi informasi kesehatan daring secara kritis sehingga mengurangi kerentanan terhadap misinformasi. DHL juga berhubungan signifikan dengan perilaku preventif seperti vaksinasi, kebersihan tangan, pola makan sehat, dan aktivitas fisik. Selain itu, intervensi digital interaktif dan berbasis co-design terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan kritis, dan keterlibatan. Temuan ini menegaskan DHL sebagai determinan protektif dan strategis dalam meningkatkan kesehatan remaja di era digital.

Penelitian ini menunjukkan bahwa literasi kesehatan digital (Digital Health Literacy/DHL) merupakan faktor penting dalam kesehatan remaja di era digital.DHL berperan sebagai faktor pelindung yang membantu remaja mengevaluasi dan menolak misinformasi kesehatan, sekaligus mengurangi kerentanan terhadap dampak negatif infodemi.Selain itu, DHL terbukti berkaitan erat dengan peningkatan perilaku kesehatan preventif, seperti vaksinasi, kebersihan tangan, pola makan sehat, dan aktivitas fisik.Selain itu, DHL juga memiliki nilai strategis dalam promosi kesehatan masyarakat melalui intervensi digital yang interaktif, berbasis teknologi, dan melibatkan partisipasi aktif remaja.Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan kritis, serta keterlibatan dalam keputusan kesehatan.Penguatan literasi kesehatan digital, khususnya pada aspek kritis, perlu menjadi prioritas dalam kebijakan dan intervensi kesehatan remaja.Upaya untuk mengurangi kesenjangan kesehatan, terutama pada kelompok dengan status sosial ekonomi rendah, serta mendukung peningkatan kesejahteraan jangka panjang di era digital.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan intervensi digital interaktif yang melibatkan partisipasi remaja. Intervensi ini dapat dirancang untuk meningkatkan kemampuan evaluasi informasi dan mengurangi kerentanan terhadap misinformasi. Selain itu, diperlukan dukungan kebijakan untuk memperluas akses informasi kesehatan yang kredibel, terutama bagi kelompok rentan. Penguatan literasi kesehatan digital, khususnya pada aspek kritis, juga perlu menjadi prioritas dalam pendidikan dan program promosi kesehatan remaja. Dengan demikian, dapat mengurangi kesenjangan kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan jangka panjang di era digital.

Read online
File size270.38 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test