UEUUEU

Health PublicaHealth Publica

Tingkat turnover intention pada tenaga kesehatan, khususnya bidan dan perawat, menjadi isu penting bagi rumah sakit karena dapat memengaruhi stabilitas pelayanan, meningkatkan beban kerja tenaga kesehatan yang tersisa, serta berdampak pada mutu pelayanan kepada pasien. Secara lokal, permasalahan ini juga terjadi di Rumah Sakit X. Data dari bagian Human Resource Development (HRD) menunjukkan bahwa tingkat turnover karyawan meningkat dari 14,5% pada tahun 2023 menjadi 16,9% pada tahun 2024. Secara khusus pada tenaga bidan dan perawat, angka turnover meningkat dari 15,8% menjadi 18,8% dari total 117 tenaga kesehatan, yang telah melampaui ambang batas wajar sebesar 5–10%. Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan dalam mempertahankan tenaga kesehatan di rumah sakit. Faktor psikologis seperti hope (harapan) dan career identity (identitas karier) diyakini berperan penting dalam menekan niat berpindah kerja melalui peningkatan kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hope dan career identity terhadap turnover intention dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada bidan dan perawat di Rumah Sakit X.

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, penelitian ini menyimpulkan bahwa hope dan career identity berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja pada bidan dan perawat di Rumah Sakit X.Semakin tinggi tingkat harapan dan semakin kuat identitas karier yang dimiliki tenaga kesehatan, semakin besar pula rasa puas dan makna terhadap pekerjaan yang dijalani.Sebaliknya, hope, career identity, dan Kepuasan Kerja terbukti berpengaruh negatif terhadap turnover intention, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi harapan, keterikatan terhadap profesi, serta Kepuasan Kerja, maka semakin rendah keinginan tenaga kesehatan untuk meninggalkan organisasi.Selain itu, Kepuasan Kerja berperan sebagai variabel intervening yang signifikan dalam hubungan antara hope dan career identity terhadap turnover intention, di mana peningkatan harapan dan identitas karier secara tidak langsung menurunkan niat berpindah kerja melalui peningkatan Kepuasan Kerja.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas populasi responden dengan melibatkan seluruh karyawan rumah sakit, menggunakan pendekatan longitudinal, serta menambahkan variabel lain seperti beban kerja, dukungan organisasi, dan iklim kerja guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi turnover intention pada tenaga kesehatan. Selain itu, studi komparatif antara rumah sakit dengan tingkat turnover intention yang berbeda dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang pengaruh faktor-faktor psikologis dan lingkungan kerja terhadap niat untuk berpindah kerja. Terakhir, penelitian kualitatif yang mendalam tentang pengalaman dan persepsi tenaga kesehatan terhadap hope, career identity, dan kepuasan kerja dapat memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi retensi yang lebih efektif.

  1. Pengaruh Human Resource Management Practices pada Career Satisfaction dan Job Satisfaction terhadap Employees... doi.org/10.33087/jmas.v7i2.588Pengaruh Human Resource Management Practices pada Career Satisfaction dan Job Satisfaction terhadap Employees doi 10 33087 jmas v7i2 588
Read online
File size769.81 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test