YPSMYPSM

Jurnal Pendidikan Ekonomi dan BisnisJurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Penelitian ini menyelidiki pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Telaga, Indonesia. Mengakui kekhawatiran yang meningkat tentang ketidaksamaan pendidikan, penelitian ini bertujuan untuk memeriksa bagaimana latar belakang keluarga mempengaruhi prestasi akademik siswa dalam pengaturan sekolah yang dilokalisasi. Metode kuantitatif, perbandingan kausal digunakan, melibatkan 68 siswa yang dipilih melalui sampel acak proporsional dari populasi 271. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang divalidasi melalui korelasi Product-Moment Pearson dan diuji untuk keandalan menggunakan Alpha Cronbach. Hasilnya mengungkapkan bahwa status sosial ekonomi orang tua secara signifikan mempengaruhi hasil belajar siswa di seluruh domain kognitif, afektif, dan psikomotorik. Model regresi (Ŷ = 18,234 0,739X) menunjukkan hubungan positif, dengan nilai t sebesar 10,221 dan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Koefisien determinasi (R² = 0,613) mengonfirmasi bahwa 61,3% variasi dalam hasil belajar dijelaskan oleh status sosial ekonomi, dengan pendapatan orang tua dan pendidikan muncul sebagai faktor dominan. Domain afektif menunjukkan skor rata-rata tertinggi, diikuti oleh domain kognitif dan psikomotorik, yang menyoroti pentingnya dukungan emosional dan motivasi di rumah. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menekankan dampak SES pada kinerja pendidikan. Penelitian ini menyarankan kebutuhan intervensi yang disesuaikan untuk mengatasi hambatan terkait SES untuk meningkatkan kesetaraan dalam hasil akademik. Penelitian ini berkontribusi pada bukti yang dilokalisasi terhadap diskursus yang lebih luas tentang pendidikan dan penentu sosial, memberikan model untuk kebijakan dan respons tingkat sekolah dalam konteks sosio-pendidikan yang serupa.

Studi ini menegaskan bahwa status sosial ekonomi orang tua memainkan peran signifikan dan positif dalam membentuk hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Telaga.Melalui pendekatan kuantitatif yang ketat, penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor sosial ekonomi secara khusus pendapatan, pendidikan, pekerjaan, kepemilikan aset, dan pengaruh sosial memiliki efek yang dapat diukur pada kinerja siswa di seluruh domain kognitif, afektif, dan psikomotorik.Model regresi yang didirikan menunjukkan bahwa 61,3% variasi dalam hasil belajar dapat diatribusikan ke variasi dalam SES orang tua, yang menekankan kekuatan penjelasan variabel ini.Terutama, kinerja siswa tertinggi diamati di domain afektif, menunjukkan bahwa dukungan emosional dan motivasi dari rumah mungkin menjadi mediator kritis dari kesuksesan akademik.Temuan ini konsisten dengan literatur yang ada yang menghubungkan kondisi keluarga dengan akses pendidikan, sistem dukungan, dan motivasi pembelajar.Penelitian ini berkontribusi pada tubuh pengetahuan yang berkembang tentang kesetaraan pendidikan dengan memberikan bukti empiris yang dilokalisasi dari sekolah regional di Indonesia.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana sikap dan norma budaya keluarga mempengaruhi hasil belajar siswa. Ini akan memberikan wawasan tentang bagaimana konteks sosial dan budaya dapat memengaruhi hubungan antara status sosial ekonomi dan hasil belajar. Kedua, studi kualitatif dapat dilakukan untuk memahami perspektif siswa dan orang tua tentang bagaimana dukungan emosional dan motivasi dari rumah dapat meningkatkan hasil belajar. Wawancara mendalam dan fokus kelompok dapat digunakan untuk mengumpulkan data yang kaya dan mendalam tentang pengalaman dan persepsi mereka. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dari latar belakang sosial ekonomi yang lebih rendah. Ini dapat mencakup program pendampingan, subsidi sumber belajar, dan konseling psikologis yang ditargetkan. Dengan memahami strategi intervensi yang efektif, institusi pendidikan dapat mengembangkan pendekatan yang lebih terintegrasi dan sensitif konteks untuk mengatasi kesenjangan hasil belajar yang terkait dengan status sosial ekonomi.

Read online
File size298.27 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test