POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)

Stunting tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, karena prevalensi nasionalnya melebihi standar WHO. Kabupaten Purworejo, yang terletak di Jawa Tengah, termasuk area yang diprioritaskan untuk upaya pengurangan kemiskinan dan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara sanitasi lingkungan, Perilaku Hidup Sehat (PHBS), dan stunting pada anak usia 12–59 bulan di wilayah Puskesmas Grabag. Dengan menggunakan desain kuantitatif kasus‑kontrol, penelitian ini melibatkan 104 responden, terdiri dari 52 kasus dan 52 kontrol. Data dianalisis menggunakan uji chi‑square dan odds ratio (OR). Temuan menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sanitasi lingkungan dan stunting (p < 0,05, OR = 6,296), yang mengindikasikan bahwa anak yang tinggal di lingkungan tidak higienis memiliki risiko mengalami stunting lebih dari enam kali lipat. Asosiasi signifikan juga ditemukan antara PHBS yang buruk dan stunting (p = 0,000, OR = 10,360), yang menunjukkan peningkatan risiko sepuluh kali lipat. Berdasarkan temuan tersebut, tenaga kesehatan, khususnya bidan, serta kader posyandu diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan orang tua melalui edukasi tentang pentingnya sanitasi lingkungan yang baik dan PHBS, guna melindungi anak dari stunting dan risiko kesehatan terkait.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa baik sanitasi lingkungan maupun Perilaku Hidup Sehat (PHBS) berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada anak usia 12–59 bulan.Sanitasi lingkungan yang buruk meningkatkan risiko stunting sebesar 6,3 kali, sedangkan PHBS yang buruk meningkatkan risiko tersebut sebesar 10,4 kali.Tenaga kesehatan dianjurkan untuk berkolaborasi dengan kader posyandu guna meningkatkan pengetahuan dan praktik orang tua terkait sanitasi dan PHBS guna mencegah stunting.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi secara longitudinal pengaruh perubahan sanitasi lingkungan terhadap kejadian stunting pada anak balita, sehingga dapat mengidentifikasi hubungan kausal yang lebih kuat antara kedua variabel. Selanjutnya, studi intervensi yang menguji efektivitas program edukasi PHBS berbasis komunitas, melibatkan kader posyandu dan bidan, dapat menilai dampak peningkatan perilaku hidup sehat terhadap penurunan prevalensi stunting. Selain itu, penelitian campuran dengan pendekatan kualitatif dapat menggali faktor budaya, sosial, dan ekonomi yang menjadi hambatan atau pendorong penerapan sanitasi yang baik dan PHBS di wilayah Purworejo, sehingga kebijakan intervensi dapat disesuaikan dengan konteks lokal. Penelitian selanjutnya juga dapat memperluas sampel ke daerah lain dengan karakteristik berbeda untuk menilai generalisasi temuan serta menguji variasi risiko stunting terkait faktor lingkungan. Terakhir, analisis cost‑effectiveness dari program integrasi sanitasi dan PHBS dapat memberikan gambaran ekonomis bagi pembuat kebijakan dalam mengalokasikan sumber daya secara optimal. Dengan mengintegrasikan data survei rumah tangga dan catatan kesehatan anak, penelitian dapat menghasilkan model prediktif yang membantu mengidentifikasi anak berisiko tinggi secara dini.

  1. Relationship between Environmental Sanitation and PHBS and the Incidence of Stunting among Toddlers Aged... ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id/index.php/JIK/article/view/4835Relationship between Environmental Sanitation and PHBS and the Incidence of Stunting among Toddlers Aged ejournal poltekkes denpasar ac index php JIK article view 4835
Read online
File size336.28 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test