UNTUNT
Indonesian Health Science JournalIndonesian Health Science JournalTuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia. Pada tahun 1993 World Health Organization (WHO) telah mencanangkan TB sebagai Global Emergency. WHO dalam Annual Report on Global TB Control 2011 menyatakan bahwa terdapat 22 negara dikategorikan sebagai high burden countries terhadap TB, termasuk Indonesia. Pada tahun 2013 WHO melaporkan terdapat 9 juta penderita TB baru dan 1,5 juta orang meninggal akibat TB setiap tahunnya (WHO, 2014). Tuberkulosis (TB) sampai dengan saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat didunia walaupun upaya pengendalian dengan strategi DOTS telah diterapkan dibanyak Negara sejak tahun 1995.sekitar 75% pasien TB adalah kelompok usia yang paling produktif secara ekonomis (15-50 tahun) diperkirakan seorang pasien TB dewasa,akan kehilangan rata-rata waktu kerjanya 3 sampai 4 bulan.Hal tersebut berakibat pada kehilangan pendapatan tahunan rumah tangganya sekitar 20-30%.jika ia meninggal akibat TB,maka akan kehilangan pendapatannya sekitar 15 tahun.selain merugikan secara ekonomis,TB juga memberikan dampak buruk lainnya secara social,seperti stigma bahkan dikucilkan oleh masyarakat (KEMENKES RI,2014:1). Berdasarkan Global Tuberculosis Control WHO 2012, Indonesia masih tergabung dengan lima negara dengan insiden TB terbesar yaitu menempati urutan ke empat. Negara yang termasuk dalam 5 negara dengan insiden TB terbesar yaitu India (2 juta-2,4 juta kasus), Cina (900.000-1,1 juta kasus), Afrika Selatan (400.000-600.000 kasus), Indonesia (400.000-500.000 kasus), Pakistan (300.000-500.000 kasus) (Wardani, 2014). Indonesia naik dari peringkat lima menjadiperingkat ke empat setelah India, Cina dan Afrika Selatan, tentunya permasalahan penyakit tuberkulosis mengalami peningkatan. Menurut Profil Kesehatan Indonesia tahun 2013 ditemukan jumlah kasus baru BTA positif (BTA ) sebanyak 196.310 kasus. Pada tahun 2019 jumlah penmuan kasus TB Paru di Puskesmas Urei-Faisei meningkat dibandingkan pada tahun 2018 ditemukan kasus TB Paru dengan terdiagnosis TB dan memulai pengobatan berjumlah 10 kasus, kemudian meningkat menjadi 64 kasus pada tahun 2019. Data terakhir pada Januari 2020 ditemukan 3 pasien kasus baru TB Paru. Kepatuhan merupakan hal yang sangat penting dalam perilaku hidup sehat. Kepatuhan minum obat anti tuberkulosis adalah mengkonsumsi obat-obatan sesuai yang diresepkan dan yang sudah ditentukan dokter. Pengobatan akan efektif apabila penderita patuh dalam mengkonsumsinya. Menurut Departemen Kesehatan RI bahwa yang menjadi penyebab gagalnya penyembuhan penderita TB paru salah satunya adalah kepatuhan pasien dalam berobat. Menurut KEMENKES RI (2014), pengobatan TB paru membutuhkan waktu 6 sampai 8 bulan untuk mencapai penyembuhan. Obat anti tuberculosis (OAT) adalah komponen terpenting dalam pengobatan TB. Pengobatan TB adalah merupakan salah satu upaya paling efisien untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari kuman TB. Pengobatan yang adekuat harus memenuhi prinsip pengobatan diberikan dalam bentuk panduan OAT yang tepat mengandung minimal 4 macam obat untuk mencegah terjadinya resistensi, diberikan dalam dosis yang tepat,ditelan secara teratur dan diawasi secara langsung oleh PMO (Pengawas Menelan Obat) sampai selesai pengobatan, pengobatan diberikan dalam jangka waktu yang cukup terbagi dalam tahap awal serta tahap lanjutan untuk mencegah kekambuhan. Namun masih ada pasien berhenti minum obat sebelum masa pengobatan selesai yang berakibat pada kegagalan dalam pengobatan (Bagiada, 2010). Dalam Kondoy dkk (2014), walaupun panduan obat yang digunakan baik tetapi bila pasien tidak berobat dengan teratur maka umumnya hasilnya akan mengecewakan. Pengobatan TB berlangsung cukup lama sehingga banyak penderita TB yang putus berobat atau menjalankan pengobatan secara tidak teratur. Ketidakteraturan dalam menjalani pengobatan tersebut menyebabkan pengobatan yang sudah dilakukan harus diulang lagi dari awal sehingga menyebabkan proses penyembuhan menjadi lebih lama, biaya ikut bertambah, dan menimbulkan kasus- kasus Multy Drug Resistance (MDR) maupun Xaviere Drug Resistance (XDR) (Pratiwi dkk, 2010).
Tidak ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan TB dengan Kepatuhan Pengobatan TB pada penderita TB Paru di Puskesmas Urei-Faisei (Urfas).Tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan kepatuhan pengobatan TB pada penderita TB Paru di Puskesmas Urei-Faisei (Urfas).Ada hubungan yang signifikan antara motivasi minum obat dengan kepatuhan pengobatan TB pada penderita TB Paru di Puskesmas Urei-Faisei (Urfas).Tidak ada hubungan yang signifikan antara jarak tempuh ke pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pengobatan TB pada penderita TB Paru di Puskesmas Urei-Faisei (Urfas).Tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan TB pada penderita TB Paru di Puskesmas Urei-Faisei (Urfas).Tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap selama terapi pengobatan TB dengan Kepatuhan Pengobatan TB pada penderita TB Paru di Puskesmas Urei-Faisei (Urfas).Dapat disimpulkan bahawa faktor yang berhubungan adalah motivasi minum obat.
Berdasarkan hasil penelitian, faktor yang paling berpengaruh terhadap kepatuhan pasien dalam pengobatan tuberkulosis paru adalah motivasi minum obat. Penelitian ini menyarankan agar dilakukan intervensi yang berfokus pada peningkatan motivasi pasien untuk mematuhi pengobatan. Intervensi ini dapat mencakup berbagai strategi, seperti penyuluhan kesehatan yang efektif, dukungan sosial dari keluarga dan komunitas, serta pendekatan motivasi perilaku. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh terhadap kepatuhan, seperti pengetahuan tentang penyakit dan pengobatan, dukungan keluarga, dan akses terhadap layanan kesehatan. Dengan memahami faktor-faktor ini, intervensi yang lebih komprehensif dapat dirancang untuk meningkatkan kepatuhan pasien dan mengurangi risiko kegagalan pengobatan. Selain itu, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan strategi intervensi yang inovatif dan efektif, seperti penggunaan teknologi kesehatan atau pendekatan berbasis komunitas. Dengan demikian, upaya untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan tuberkulosis paru dapat menjadi lebih terarah dan efektif, sehingga dapat mengurangi beban penyakit dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
| File size | 188.45 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALFKMUITJURNALFKMUIT Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasi laboratorium. Sampel penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling sehinggaPenelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasi laboratorium. Sampel penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling sehingga
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Perilaku seseorang atau masyarakat tentang kesehatan ditentukan oleh pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi, dan sebagainya dari orang atau masyarakatPerilaku seseorang atau masyarakat tentang kesehatan ditentukan oleh pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi, dan sebagainya dari orang atau masyarakat
ITSCIENCEITSCIENCE m, arus masuk 2,90 Ampere, daya masuk 421,08 Watt, cos φ 0,66 dan efisiensi yang dihasilkan sebesar 37%. Motor induksi tiga fasa masih dapat dioperasikanm, arus masuk 2,90 Ampere, daya masuk 421,08 Watt, cos φ 0,66 dan efisiensi yang dihasilkan sebesar 37%. Motor induksi tiga fasa masih dapat dioperasikan
ITSCIENCEITSCIENCE Tujuan penelitian adalah menganalisis tingkat kesehatan dan potensi financial distress Bank BTPN Syariah selama 2021–2023 menggunakan metode RGEC (RiskTujuan penelitian adalah menganalisis tingkat kesehatan dan potensi financial distress Bank BTPN Syariah selama 2021–2023 menggunakan metode RGEC (Risk
ITSCIENCEITSCIENCE Penelitian ini menunjukkan bahwa Picture Exchange Communication System (PECS) efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak dengan Autism SpectrumPenelitian ini menunjukkan bahwa Picture Exchange Communication System (PECS) efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak dengan Autism Spectrum
ITSCIENCEITSCIENCE Kelahiran Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) pada tahun 1990 menandai fase penting dalam peta perkembangan intelektual Muslim di Indonesia. KehadirannyaKelahiran Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) pada tahun 1990 menandai fase penting dalam peta perkembangan intelektual Muslim di Indonesia. Kehadirannya
ITSCIENCEITSCIENCE Pentingnya kebutuhan monitoring atau pengawasan ini menentukan kualitas dan keberhasilan proses produksi bioetanol dari bahan-bahan biomassa, dalam halPentingnya kebutuhan monitoring atau pengawasan ini menentukan kualitas dan keberhasilan proses produksi bioetanol dari bahan-bahan biomassa, dalam hal
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Latar Belakang: Berdasarkan laporan kegiatan layanan TB Directly Observed Treatment, Short-course (DOTS) di Rumah Sakit Umum Daerah Cideres penemuan suspekLatar Belakang: Berdasarkan laporan kegiatan layanan TB Directly Observed Treatment, Short-course (DOTS) di Rumah Sakit Umum Daerah Cideres penemuan suspek
Useful /
UNTUNT Hasil: Hasil prosentase pada responden tentang pengetahuan dengan kategori baik sebesar 98,9% (92 orang), cukup baik sebesar 1,1% (1 orang) dan kurangHasil: Hasil prosentase pada responden tentang pengetahuan dengan kategori baik sebesar 98,9% (92 orang), cukup baik sebesar 1,1% (1 orang) dan kurang
ITSCIENCEITSCIENCE Penularan terjadi melalui udara saat penderita batuk atau bersin. Diagnosis yang cepat dan akurat sangat penting untuk menentukan pengobatan yang tepatPenularan terjadi melalui udara saat penderita batuk atau bersin. Diagnosis yang cepat dan akurat sangat penting untuk menentukan pengobatan yang tepat
ITSCIENCEITSCIENCE Artikel ini menyelidiki masalah fundamental manajemen data kesehatan dengan menganalisis standar hukum dan sistem keamanan bersama dengan konsep etikaArtikel ini menyelidiki masalah fundamental manajemen data kesehatan dengan menganalisis standar hukum dan sistem keamanan bersama dengan konsep etika
UNISANUNISAN Pencapaian target telah meningkat, kemampuan adaptasi pegawai terhadap sistem absensi fingerprint telah tercapai, dan kepuasan kerja pegawai juga meningkatPencapaian target telah meningkat, kemampuan adaptasi pegawai terhadap sistem absensi fingerprint telah tercapai, dan kepuasan kerja pegawai juga meningkat