BUSTANUL ULUMBUSTANUL ULUM
Majapahit Journal of English StudiesMajapahit Journal of English StudiesHal terpenting untuk keberhasilan program pembelajaran bahasa, termasuk bahasa Inggris sebagai mata kuliah umum, adalah memastikan bahwa alat yang tepat digunakan. Sebelum materi dibuat, kebutuhan siswa harus diidentifikasi agar pengembang materi memiliki gambaran lengkap tentang apa yang dibutuhkan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keinginan siswa dalam membuat materi untuk mata kuliah Bahasa Inggris umum bagi siswa yang bukan dari Jurusan Bahasa Inggris. Dua puluh empat siswa dari berbagai jurusan di Universitas Tidar berpartisipasi dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa ingin belajar bahasa Inggris untuk pekerjaan masa depan mereka dan untuk berkomunikasi dengan orang-orang di seluruh dunia. Para siswa juga menyatakan bahwa mereka perlu meningkatkan tata bahasa dan pelafalan, serta keterampilan berbicara, membaca, dan menulis mereka. Siswa juga menyebutkan bahwa tata bahasa adalah bagian tersulit dari bahasa untuk dipelajari dan mendengarkan adalah keterampilan makro tersulit untuk dikuasai. Dalam hal isu-isu, siswa mengatakan bahwa materi harus mencakup bahasa Inggris untuk tujuan sehari-hari, profesional, dan akademik. Mengenai pembuatan aktivitas di kelas, hal-hal yang paling diminati siswa adalah berlatih pelafalan, mempelajari kata-kata baru, dan menonton video berbahasa Inggris. Di sisi lain, mereka lebih suka membuat video dan mengerjakan proyek sebagai tugas rumah. Mereka juga lebih antusias bekerja dalam kelompok daripada bekerja sendiri atau berpasangan.
Analisis kebutuhan sangat penting dalam pengembangan materi dan rencana pembelajaran mata kuliah Bahasa Inggris umum di Universitas Tidar, karena dapat memandu penentuan materi yang relevan dan metode pengajaran yang efektif.Studi ini menemukan bahwa siswa memiliki motivasi tinggi untuk belajar Bahasa Inggris demi karir masa depan dan komunikasi global, meskipun mereka menganggap tata bahasa dan keterampilan mendengarkan sebagai yang paling sulit dikuasai.Oleh karena itu, disarankan agar kurikulum dan materi disesuaikan untuk mencakup keempat keterampilan bahasa (berbicara, membaca, menulis, mendengarkan) dalam konteks sehari-hari, akademik, dan profesional, dengan menggunakan aktivitas kelompok interaktif yang diminati siswa, serta diperlukan penelitian lanjutan melalui wawancara untuk pemahaman yang lebih mendalam.
Meskipun penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi kebutuhan penting siswa non-jurusan Bahasa Inggris terhadap materi pembelajaran, masih terdapat beberapa celah yang menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut demi pengembangan pengajaran Bahasa Inggris Umum yang lebih komprehensif. Pertama, disarankan untuk melakukan studi kualitatif mendalam, seperti melalui wawancara kelompok terarah atau observasi kelas, untuk memahami secara lebih rinci mengapa siswa mengalami kesulitan tertentu dalam tata bahasa atau keterampilan mendengarkan. Pendekatan ini dapat mengungkap faktor-faktor kontekstual atau psikologis yang tidak terdeteksi oleh kuesioner kuantitatif, sehingga memberikan wawasan yang lebih kaya bagi perancangan materi yang benar-benar solutif. Selanjutnya, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan purwarupa materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan yang telah diidentifikasi, diikuti dengan evaluasi efektivitasnya melalui studi eksperimen atau quasi-eksperimen. Apakah materi yang mengintegrasikan video, latihan pelafalan, dan proyek kelompok ini benar-benar meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa secara signifikan? Pertanyaan ini krusial untuk memvalidasi temuan analisis kebutuhan ini ke dalam praktik pengajaran. Terakhir, mengingat bahwa pengembangan materi tidak hanya melibatkan siswa, studi di masa depan dapat memperluas cakupan dengan mewawancarai para pengajar Bahasa Inggris Umum. Fokusnya adalah untuk mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi dalam mengimplementasikan kurikulum yang ada, serta bagaimana mereka memandang materi baru yang berbasis kebutuhan siswa ini dapat diintegrasikan secara efektif ke dalam lingkungan kelas. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan gambaran holistik yang mempertimbangkan perspektif semua pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat universitas.
| File size | 357.54 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efektivitas media pembelajaran audio‑visual Powtoon dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IVPenelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efektivitas media pembelajaran audio‑visual Powtoon dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan data reduction, data display, conclusion drawing atau verification,Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan data reduction, data display, conclusion drawing atau verification,
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Metode pembelajaran berbasis proyek masih jarang dibahas. Tujuan: Meneliti pengaruh penggunaan media pop‑up terhadap motivasi belajar siswa di MIN 1Metode pembelajaran berbasis proyek masih jarang dibahas. Tujuan: Meneliti pengaruh penggunaan media pop‑up terhadap motivasi belajar siswa di MIN 1
SIBERPUBLISHERSIBERPUBLISHER Secara keseluruhan, pemanfaatan AI dapat menjadi upaya perbaikan pendidikan dengan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kolaboratif, adaptif, danSecara keseluruhan, pemanfaatan AI dapat menjadi upaya perbaikan pendidikan dengan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kolaboratif, adaptif, dan
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI strategi active knowledge sharing dalam pembelajaran PAI juga dapat dapat meningkatkan efektivitas belajar dengan mengoptimalkan partisipasi siswa, membangunstrategi active knowledge sharing dalam pembelajaran PAI juga dapat dapat meningkatkan efektivitas belajar dengan mengoptimalkan partisipasi siswa, membangun
UMTUMT Temuan menunjukkan bahwa PjBL meningkatkan keterlibatan yang penuh semangat dan pemikiran kritis, yang memungkinkan siswa untuk membuat paragraf definisiTemuan menunjukkan bahwa PjBL meningkatkan keterlibatan yang penuh semangat dan pemikiran kritis, yang memungkinkan siswa untuk membuat paragraf definisi
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Proses media pembelajaran interaktif berbasis wordwall menggunakan jenis penelitian research and development (R&D) dengan model yang dikembangkan olehProses media pembelajaran interaktif berbasis wordwall menggunakan jenis penelitian research and development (R&D) dengan model yang dikembangkan oleh
UNMUHUNMUH Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru SD Negeri Koncer 01 (2) PeningkatanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru SD Negeri Koncer 01 (2) Peningkatan
Useful /
STTAASTTAA Kesimpulan yang diperoleh ialah narasi dalam Hakim‑Hakim 3:12‑30 dengan konsisten memperlihatkan providensia Allah bagi umat‑Nya. 12‑30 secaraKesimpulan yang diperoleh ialah narasi dalam Hakim‑Hakim 3:12‑30 dengan konsisten memperlihatkan providensia Allah bagi umat‑Nya. 12‑30 secara
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU 19 dengan t-tabel sebesar 1. 69 atau t-hitung ≥ t-tabel. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa model Metaphorical Thinking sangat19 dengan t-tabel sebesar 1. 69 atau t-hitung ≥ t-tabel. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa model Metaphorical Thinking sangat
IJRETINAIJRETINA Insiden anemia aplastik adalah 1-2 kasus per juta populasi per tahun, dengan tingkat lebih tinggi di Asia dan pada usia 10-25 tahun. Retinopati anemikInsiden anemia aplastik adalah 1-2 kasus per juta populasi per tahun, dengan tingkat lebih tinggi di Asia dan pada usia 10-25 tahun. Retinopati anemik
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Hasil penelitian diperoleh nilai korelasi rx1y, rx2y1, rx3y1, rx4y1, rx5y1, rx6y1Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Hasil penelitian diperoleh nilai korelasi rx1y, rx2y1, rx3y1, rx4y1, rx5y1, rx6y1