IJRETINAIJRETINA

International Journal of RetinaInternational Journal of Retina

Insiden anemia aplastik adalah 1-2 kasus per juta populasi per tahun, dengan tingkat lebih tinggi di Asia dan pada usia 10-25 tahun. Retinopati anemik dapat terjadi pada 28% pasien dengan anemia berat, terutama jika disertai trombositopenia. Sebagian besar kasus asimtomatik, namun penurunan ketajaman visual juga sering ditemukan yang disebabkan oleh perdarahan dan edema makula.. . Seorang pasien wanita berusia 65 tahun datang dengan penglihatan kabur sepuluh hari sebelum dirawat, disertai somnolen, perdarahan berulang dari hidung dan gusi, serta perubahan warna kebiruan pada ekstremitasnya empat tahun sebelumnya. Ketajaman visual adalah 1/60 pada mata kanan dan 0,4 log pada mata kiri. Pemeriksaan funduskopi menunjukkan perdarahan vitreous, dot blot, eksudat keras, dan tortuositas vena. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan anemia dan trombositopenia, dan morfologi darah tepi menunjukkan anisopoikilositosis normokromik yang disebabkan oleh penyakit kronis. Pasien dijadwalkan untuk menjalani terapi anti-VEGF dan menunjukkan perbaikan ketajaman visual setelah injeksi. Pemeriksaan funduskopi kemudian menunjukkan perdarahan sub-hialoid, dot blot, eksudat keras, dan tortuositas vena. Pasien dijadwalkan untuk menjalani vitrektomi pars plana dan dikonsultasikan ke bagian penyakit dalam.. . Anemia aplastik adalah penyakit langka yang umumnya asimtomatik, sehingga menyebabkan intervensi yang terlambat dan tingkat kematian yang tinggi. Manifestasi awal dapat terlihat pada struktur retina sebagai retinopati anemik, sehingga dokter mata memiliki dampak berharga dalam deteksi dini penyakit ini. Perdarahan yang menutupi makula dan edema makula adalah penyebab paling umum gangguan penglihatan. Pengobatan anti-VEGF, transfusi komponen darah, dan terapi imunosupresif diperlukan untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien. Ketajaman visual pasien biasanya membaik setelah transfusi dini dan injeksi anti-VEGF, namun intervensi yang terlambat dapat menyebabkan kehilangan penglihatan yang ireversibel.

Anemia aplastik merupakan penyakit langka yang asimtomatik sehingga sering terlambat ditangani, berakibat pada tingkat mortalitas tinggi.Deteksi dini melalui manifestasi retinopati anemik sangat penting bagi dokter mata, karena kondisi ini dapat menyebabkan hipoksia retina, dilatasi pembuluh darah, dan perdarahan, terutama jika makula terdampak, yang merupakan penyebab umum gangguan penglihatan.Intervensi awal dengan transfusi darah, terapi anti-VEGF, dan imunosupresif esensial untuk mencegah komplikasi dan kehilangan penglihatan permanen, meskipun penanganan yang terlambat dapat menyebabkan kerusakan ireversibel.

Penelitian lanjutan sangat penting untuk memahami lebih dalam hubungan antara anemia aplastik dan gangguan mata yang disebut retinopati anemik, yang dapat menyebabkan masalah penglihatan serius. Pertama, sebuah studi berskala lebih besar perlu dilakukan untuk mengidentifikasi seberapa sering retinopati anemik ini terjadi pada pasien anemia aplastik, terutama di wilayah Asia yang memiliki angka insidensi lebih tinggi. Penelitian ini juga dapat membantu kita memahami karakteristik spesifik pasien yang paling berisiko mengalami komplikasi mata. Kedua, karena penanganan melibatkan terapi seperti suntikan anti-VEGF dan vitrektomi, studi jangka panjang yang memantau pasien secara berkala akan sangat bermanfaat. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi efektivitas berbagai modalitas pengobatan tersebut, menentukan waktu intervensi yang paling optimal, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memprediksi keberhasilan atau kegagalan pemulihan penglihatan. Ketiga, penting juga untuk menyelidiki secara lebih mendalam bagaimana anemia aplastik secara spesifik memengaruhi sel-sel dan struktur di retina pada tingkat molekuler. Misalnya, penelitian dapat mencari tahu apakah ada zat-zat tertentu, seperti faktor angiogenik atau penanda inflamasi, yang berperan besar dalam mempercepat kerusakan retina. Pemahaman ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pengembangan target terapi baru atau metode deteksi dini yang lebih akurat sebelum terjadi kehilangan penglihatan yang ireversibel, sehingga prognosis dan kualitas hidup pasien dapat ditingkatkan secara signifikan.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/article/10.1007/s12185-015-1787-zClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer article 10 1007 s12185 015 1787 z
  2. Ocular Manifestations of Aplastic Anemia: Rare Case of Anemic Retinopathy | International Journal of... doi.org/10.35479/ijretina.2025.vol008.iss001.280Ocular Manifestations of Aplastic Anemia Rare Case of Anemic Retinopathy International Journal of doi 10 35479 ijretina 2025 vol008 iss001 280
Read online
File size1020.43 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test