IJRETINAIJRETINA

International Journal of RetinaInternational Journal of Retina

Latar belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menilai fitur-fitur awal dan akhir dari degenerasi makula terkait usia (ARMD) kering menggunakan optical coherence tomography (SDOCT) domain spektral dan autofluoresensi fundus (FAF). Metode: Studi observasional cross-sectional dilakukan dari Januari-Desember 2022 di pusat perawatan mata tersier, India. Pasien berusia >55 tahun dan secara klinis didiagnosis ARMD kering menjalani SDOCT dan FAF. SDOCT dan FAF dinilai dan dikorelasikan dengan visual acuity terkoreksi terbaik (BCVA). Hasil: 106 mata dari 60 kasus dimasukkan. Usia rata-rata adalah 65,24 ± 4,80 tahun. BCVA rata-rata adalah 0,4 ± 0,24 LogMAR. Di antara drusen yang terbukti secara klinis, drusen keras (>63µm) adalah 88,6% (n=94 mata), drusen lunak yang menyatu 9% (n=10 mata) dan perubahan pigmen di makula hanya pada 2 mata. Pada SDOCT, 65% (n=69) mata menunjukkan iregularitas RPE, yang ada pada semua kasus dengan drusen lunak, sedangkan bervariasi pada kasus dengan drusen keras. Pada FAF, hipo/hiper diamati pada 81 mata (76%). Ketika dikorelasikan dengan BCVA, iregularitas RPE tidak terlihat pada kasus dengan BCVA>6/12. Abnormalitas autofluoresensi makula terlihat pada 62% (n=31) pada kasus dengan penglihatan >6/12; sedangkan pada kasus dengan penglihatan <6/18, terlihat pada 80% (n=49) kasus. Korelasi yang kuat ditemukan antara temuan SDOCT dan FAF abnormal (kappa=0,60), yang menunjukkan hasil yang sebanding dengan kedua modalitas dalam ARMD. Kesimpulan: SDOCT dan FAF menunjukkan korelasi yang baik dalam menilai ARMD kering dini dan lanjut, sehingga menjelaskan korelasi antara perubahan anatomi dan biokimia. Oleh karena itu, ini dapat digunakan sebagai prediktor perkembangan, ketika digunakan bersama.

OCT dan FAF menunjukkan korelasi yang baik dalam menilai ARMD kering dini dan lanjut, sehingga menjelaskan korelasi antara perubahan anatomi dan biokimia.Oleh karena itu, ini dapat digunakan sebagai prediktor perkembangan, ketika digunakan bersama.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian longitudinal yang lebih besar diperlukan untuk mengevaluasi secara lebih akurat nilai prediktif dari temuan FAF dan SDOCT dalam memprediksi perkembangan ARMD kering menjadi bentuk yang lebih lanjut, seperti neovaskularisasi makula. Hal ini akan membantu dalam mengidentifikasi pasien yang berisiko tinggi dan memerlukan intervensi lebih awal. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki mekanisme molekuler yang mendasari perubahan autofluoresensi pada ARMD kering. Memahami proses ini dapat mengarah pada pengembangan terapi target yang dapat memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit. Ketiga, penelitian prospektif yang mengeksplorasi peran faktor genetik dan lingkungan dalam perkembangan ARMD kering, serta interaksinya dengan temuan FAF dan SDOCT, akan memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang etiologi penyakit dan dapat mengidentifikasi target terapi baru.

  1. Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence... ijretina.com/index.php/ijretina/article/view/264Assessment of early and late dry age related macular degeneration with spectral domain optical coherence ijretina index php ijretina article view 264
Read online
File size448.4 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test