IJRETINAIJRETINA

International Journal of RetinaInternational Journal of Retina

Penelitian observasi prospektif ini dilakukan di rumah sakit perawatan tersier dari Agustus 2021 hingga Desember 2022. Pasien dewasa (≥18 tahun) yang didiagnosis dengan retinopati diabetik (DR), oklusi vena retina (RVO), atau degenerasi makula terkait usia (ARMD) direkrut setelah mendapatkan persetujuan setelah mendapatkan persetujuan yang diinformasikan. Pengumpulan data komprehensif, termasuk informasi demografis, karakteristik klinis, dan hasil pengobatan, dilakukan. Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan inferensial. Studi kohort (N=812) menunjukkan dominasi DR (60,84%, 95% CI: 57,4-64,2%), diikuti oleh oklusi vena retina cabang (BRVO, 18,72%, 95% CI: 16,1-21,6%), ARMD (12,07%, 95% CI: 10,0-14,5%), dan oklusi vena retina sentral (CRVO, 11,08%, 95% CI: 9,1-13,4%). Analisis demografis mengungkapkan dominasi pria (73,65%, 95% CI: 70,5-76,6%) dan populasi yang lebih muda (60,3% ≤60 tahun, 95% CI: 56,9-63,6%). Komorbiditas sangat lazim, dengan diabetes mellitus (69,83%, 95% CI: 66,6-72,9%) dan hipertensi (58,99%, 95% CI: 55,6-62,3%) menjadi yang paling umum. Evaluasi klinis menunjukkan penurunan penglihatan sebagai gejala utama (97,17%, 95% CI: 95,8-98,1%). Best Corrected Visual Acuity (BCVA) sebesar 0,5 atau lebih baik diamati pada 52,1% pasien (95% CI: 48,7-55,5%). Optical Coherence Tomography mengungkapkan Ketebalan Makula Sentral melebihi 300 µm pada 34,62% kasus (95% CI: 31,4-37,9%). Terapi laser adalah modalitas pengobatan yang dominan (11,13%, 95% CI: 9,2-13,4%). Kepatuhan tindak lanjut menunjukkan penurunan yang signifikan setelah kunjungan awal (dari 76,13% hingga 16,77%, p<0,001).

Studi ini menyoroti perlunya protokol skrining yang ditingkatkan dan strategi manajemen multidisiplin di India Timur untuk mengatasi beban penyakit retina yang tinggi.Intervensi yang ditargetkan di wilayah ini dapat mencegah kehilangan penglihatan dan meningkatkan hasil perawatan kesehatan.

Berdasarkan temuan ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat menyelidiki faktor-faktor sosial ekonomi yang berkontribusi pada keterlambatan dalam mencari perawatan dan kepatuhan tindak lanjut yang buruk, khususnya di antara perempuan. Kedua, studi prospektif dapat mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis masyarakat, seperti program skrining yang ditargetkan dan layanan kesehatan jarak jauh, dalam meningkatkan deteksi dini dan manajemen penyakit retina. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat menyelidiki hubungan antara komorbiditas seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit ginjal kronis dengan perkembangan dan hasil penyakit retina, yang mengarah pada pendekatan perawatan yang lebih personal dan terintegrasi. Dengan mengatasi kesenjangan ini, kita dapat meningkatkan hasil perawatan kesehatan bagi individu yang terkena dampak penyakit retina di India Timur dan seterusnya.

  1. Prevalence and Demographic Patterns of Diabetic Retinopathy, Retinal Vein Occlusion, and Age-Related... ijretina.com/index.php/ijretina/article/view/307Prevalence and Demographic Patterns of Diabetic Retinopathy Retinal Vein Occlusion and Age Related ijretina index php ijretina article view 307
Read online
File size618.76 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test