IJRETINAIJRETINA
International Journal of RetinaInternational Journal of RetinaLatar belakang: Penelitian ini melaporkan hasil bedah dan visual dari penggunaan pita sempit dalam pengencangan skleral melingkar untuk ablasi retina regmatogen (ARR) yang terpilih. Metode: Tinjauan seri kasus retrospektif dari 16 pasien dengan ARR primer yang dirawat dengan pengencangan skleral melingkar menggunakan pita sempit 240 (2,5 mm) di KMN Eye Care dari Juni 2018 hingga Juni 2020. Hasil: Total 16 mata pada 16 pasien dengan ARR menjalani pengencangan skleral melingkar dengan pita silikon sempit 240 (2,5 mm) tanpa ban atau spons tambahan. Semua pasien memiliki mata miopia, dengan visual acuity terkoreksi terbaik (BCVA) pra-operasi rata-rata kurang dari 0,50. Tingkat reattachment retina primer adalah 81,25%. Tiga pasien mengalami re-detasemen retina dalam satu bulan pasca-operasi, dan 2 pasien mengalami cairan submakula persisten, meskipun terjadi reattachment retina. Pada pasien dengan reattachment retina, BCVA menunjukkan peningkatan lebih baik dari 0,5 pada tindak lanjut 1 bulan (9 pasien, 69,2%). Perubahan ekuivalen sferis sebelum dan sesudah pengencangan skleral adalah -1,90 D. Kesimpulan: Pembedahan pengencangan skleral melingkar sempit dapat dipertimbangkan sebagai teknik yang efektif dan aman pada ARR yang terpilih, termasuk yang terletak di anterior, ganda, atau memiliki robekan retina yang tidak terlihat. Studi terkontrol acak berukuran besar lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi kemanjurannya.
Pengencangan skleral melingkar sempit dapat dipertimbangkan sebagai teknik yang efektif dan aman pada kasus ARR yang terpilih, termasuk yang terletak di anterior, ganda, atau memiliki robekan retina yang tidak terlihat.Studi terkontrol acak berukuran besar lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi kemanjurannya.
Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan pita sempit dalam pengencangan skleral melingkar pada pasien dengan PVR derajat rendah, dengan fokus pada efektivitasnya dalam mencegah perkembangan PVR lebih lanjut. Kedua, penelitian prospektif yang lebih besar diperlukan untuk membandingkan hasil visual dan anatomi antara pengencangan skleral melingkar dengan pita sempit dan teknik bedah lainnya, seperti vitrektomi pars plana, untuk menentukan pendekatan yang paling optimal untuk berbagai jenis ARR. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki mekanisme perubahan refraktif yang terkait dengan pengencangan skleral melingkar, dengan tujuan mengembangkan strategi untuk meminimalkan atau mencegah induksi miopia pasca-operasi.
- | OPTH | Dove Medical Press. opth dove medical press doi.org/10.2147/OPTH.S153717OPTH Dove Medical Press opth dove medical press doi 10 2147 OPTH S153717
- Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment | International Journal of Retina.... doi.org/10.35479/ijretina.2024.vol007.iss001.258Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment International Journal of Retina doi 10 35479 ijretina 2024 vol007 iss001 258
| File size | 402.77 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
IJRETINAIJRETINA Methods: This analytical cross sectional study research conducted at the eye polyclinic and the Diabetic Center of IGNG Ngoerah Hospital, Denpasar. ThisMethods: This analytical cross sectional study research conducted at the eye polyclinic and the Diabetic Center of IGNG Ngoerah Hospital, Denpasar. This
IJRETINAIJRETINA Penelitian ini bertujuan untuk menilai potensi perubahan morfologi retina menggunakan tomografi koherensi optik (OCT) pada teknisi radiologi yang bekerjaPenelitian ini bertujuan untuk menilai potensi perubahan morfologi retina menggunakan tomografi koherensi optik (OCT) pada teknisi radiologi yang bekerja
IJRETINAIJRETINA Ketajaman penglihatan (VA) OK 6/24. Segmen anterior dalam batas normal. Segmen posterior, pelepasan pada pukul 9-2, robekan berbentuk tapal kuda pada pukulKetajaman penglihatan (VA) OK 6/24. Segmen anterior dalam batas normal. Segmen posterior, pelepasan pada pukul 9-2, robekan berbentuk tapal kuda pada pukul
IJRETINAIJRETINA Pengantar: Perdarahan suprakoroidal adalah komplikasi yang jarang namun signifikan yang dapat terjadi selama operasi intraokular akibat manuver ValsalvaPengantar: Perdarahan suprakoroidal adalah komplikasi yang jarang namun signifikan yang dapat terjadi selama operasi intraokular akibat manuver Valsalva
IJRETINAIJRETINA Terapi anti-VEGF menawarkan pilihan pengobatan yang layak, menyeimbangkan regresi polip dan stabilisasi ketajaman visual. Penanganan tumor yang mendasarinyaTerapi anti-VEGF menawarkan pilihan pengobatan yang layak, menyeimbangkan regresi polip dan stabilisasi ketajaman visual. Penanganan tumor yang mendasarinya
IJRETINAIJRETINA Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan dengan melibatkan 36 partisipan yang dibagi menjadi dua kelompok: 18 pasien diabetes mellitus tipe 2 (DM)Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan dengan melibatkan 36 partisipan yang dibagi menjadi dua kelompok: 18 pasien diabetes mellitus tipe 2 (DM)
IJRETINAIJRETINA Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pasien NPDR, kadar rata-rata IL-6 adalah 23,59 ± 19,02, LDH adalah 99,46 ± 51,17, dan CRP adalah 0,49 ± 0,30,Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pasien NPDR, kadar rata-rata IL-6 adalah 23,59 ± 19,02, LDH adalah 99,46 ± 51,17, dan CRP adalah 0,49 ± 0,30,
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Analisis probit menghasilkan LC50 sebesar 0,14 g/L, LC90 sebesar 0,20 g/L, dan LC95 sebesar 0,22 g/L. Deterjen terbukti memiliki potensi sebagaiAnalisis probit menghasilkan LC50 sebesar 0,14 g/L, LC90 sebesar 0,20 g/L, dan LC95 sebesar 0,22 g/L. Deterjen terbukti memiliki potensi sebagai
Useful /
RIVERSTUDIESRIVERSTUDIES A longitudinal study approach was employed to track 300 people aged 30 to 65 over a two-year period, collecting data on water consumption, glycemic indicators,A longitudinal study approach was employed to track 300 people aged 30 to 65 over a two-year period, collecting data on water consumption, glycemic indicators,
PLBPLB E-Farming berkontribusi signifikan dalam penggunaan teknologi digital dalam pertanian untuk meningkatkan produktivitas. Penerapan E-Farming dapat menjadiE-Farming berkontribusi signifikan dalam penggunaan teknologi digital dalam pertanian untuk meningkatkan produktivitas. Penerapan E-Farming dapat menjadi
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Multiplex polymerase chain reaction (PCR) sebagai alat diagnostik dapat mengidentifikasi mikroorganisme pada level DNA. Tujuan penelitian ini adalah menilaiMultiplex polymerase chain reaction (PCR) sebagai alat diagnostik dapat mengidentifikasi mikroorganisme pada level DNA. Tujuan penelitian ini adalah menilai
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Hiperurisemia pada tikus diinduksi melalui diet tinggi purin, dengan pemberian campuran 4 g/kg BB Gnetum gnemon dan 50 mL/kg BB hati ayam ad libitum selamaHiperurisemia pada tikus diinduksi melalui diet tinggi purin, dengan pemberian campuran 4 g/kg BB Gnetum gnemon dan 50 mL/kg BB hati ayam ad libitum selama