IJRETINAIJRETINA
International Journal of RetinaInternational Journal of RetinaPengantar: Ablasi Retina Reumatogenik (ARR) yang disebabkan oleh robekan pada retina menyebabkan akumulasi cairan dan pemisahan retina neurosensori dari epitel pigmen retina yang dapat menyebabkan kebutaan. Tujuan pengobatan adalah mengurangi ketegangan vitreoretinal dan memperbaiki robekan dan lubang retina. Laporan kasus ini membahas tentang penanganan pada ARR yang tidak rumit. Laporan Kasus: Pasien datang dengan penglihatan kabur pada mata kanannya (OK) sejak dua minggu lalu. Empat hari sebelumnya, ia melihat tirai hitam di arah kiri bawah saat bekerja, tetapi tidak melebar. Tidak ada keluhan pada mata kirinya. Pasien memiliki hipertensi yang baru diketahui. Tidak ada riwayat trauma, kacamata. Pekerjaannya adalah buruh. Pemeriksaan umum dalam batas normal. Ketajaman penglihatan (VA) OK 6/24. Segmen anterior dalam batas normal. Segmen posterior, pelepasan pada pukul 9-2, robekan berbentuk tapal kuda pada pukul 11 dan lubang kecil pada pukul 1. Degenerasi kisi pada pukul 8-12, makula masih utuh. Pasien kemudian menjalani retinopeksi pneumatik. Tekanan intraokular (TIO) 13mmHg. Diskusi: Pelepasan retina terjadi ketika cairan subretinal menumpuk antara retina neurosensori dan epitel pigmen retina. Hal ini dapat terjadi dalam tiga cara, dan penyebab pada pasien kami adalah robekan retina, oleh karena itu kami mendiagnosis dengan ARR. Prognosis untuk pasien dengan ARR tergantung pada kondisi makula dan onset gejala. Kesimpulan: Optimalisasi deteksi pelepasan retina dan keberhasilan retinopeksi onset cepat masih perlu ditingkatkan. Proliferative Vitreoretinopathy (PVR) tetap menjadi penyebab utama kegagalan, yang memerlukan strategi baru untuk penanganannya. Namun, pilihan teknik masih dipengaruhi oleh pertimbangan dan pengalaman setiap ahli bedah vitreoretinal.
Studi kasus ini menunjukkan bahwa retinopeksi pneumatik berhasil memperbaiki retina dengan peningkatan ketajaman penglihatan pada mata kanan pasien.Prosedur ini memberikan dukungan internal untuk menempelkan kembali retina yang terlepas ke epitel pigmen retina, memungkinkan penggunaan krioterapi atau laser untuk menstabilkan perlekatan.Hal ini menyoroti peran retinopeksi pneumatik sebagai pilihan minimal invasif yang efektif untuk pasien yang dipilih dengan robekan retina superior dan pelepasan makula yang utuh.Upaya lebih lanjut untuk meningkatkan deteksi dini dan mengatasi komplikasi seperti PVR diperlukan untuk memperluas tingkat keberhasilannya pada populasi pasien yang lebih luas.
Berdasarkan temuan studi kasus ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor prediktif yang dapat membantu dalam memilih pasien yang paling tepat untuk retinopeksi pneumatik, sehingga memaksimalkan tingkat keberhasilan prosedur. Kedua, studi komparatif yang membandingkan efektivitas retinopeksi pneumatik dengan teknik bedah lainnya, seperti vitrektomi dan buckling sklera, dalam berbagai jenis pelepasan retina dapat memberikan wawasan berharga untuk memandu keputusan pengobatan. Ketiga, penelitian yang berfokus pada pengembangan strategi baru untuk mencegah dan mengelola PVR, komplikasi umum yang dapat menyebabkan kegagalan retinopeksi pneumatik, sangat penting untuk meningkatkan hasil jangka panjang bagi pasien. Penelitian-penelitian ini, jika dilakukan, dapat berkontribusi pada peningkatan perawatan dan hasil bagi individu yang terkena pelepasan retina, serta memperluas pemahaman kita tentang penyakit kompleks ini dan pilihan pengobatannya.
- Success and Complications of Pneumatic Retinopexy - American Journal of Ophthalmology. success pneumatic... linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/0002939488908744Success and Complications of Pneumatic Retinopexy American Journal of Ophthalmology success pneumatic linkinghub elsevier retrieve pii 0002939488908744
- Minimally Invasive Management of Retinal Detachment: Insights from a Pneumatic Retinopexy Case Report... ijretina.com/index.php/ijretina/article/view/326Minimally Invasive Management of Retinal Detachment Insights from a Pneumatic Retinopexy Case Report ijretina index php ijretina article view 326
- Success and Complications of Pneumatic Retinopexy - American Journal of Ophthalmology. success pneumatic... ajo.com/retrieve/pii/0002939488908744Success and Complications of Pneumatic Retinopexy American Journal of Ophthalmology success pneumatic ajo retrieve pii 0002939488908744
| File size | 1.48 MB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
POLSUBPOLSUB Data dikumpulkan menggunakan lembar pengamatan spasme, alat pengukuran indeks perfusi, skala nyeri, dan kuesioner kecemasan. Analisis data menggunakanData dikumpulkan menggunakan lembar pengamatan spasme, alat pengukuran indeks perfusi, skala nyeri, dan kuesioner kecemasan. Analisis data menggunakan
KARYAKESEHATANKARYAKESEHATAN Terapi ini sudah dikenal oleh terapis maupun tenaga kesehatan namun pada beberapa rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ROM ExerciseTerapi ini sudah dikenal oleh terapis maupun tenaga kesehatan namun pada beberapa rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ROM Exercise
PELNIPELNI Desain penelitian ini adalah studi kasus dengan populasi pasien hemodialisis di Rumah Sakit Pelni Jakarta, dengan sampel yang diteliti terdiri dari 3 responden.Desain penelitian ini adalah studi kasus dengan populasi pasien hemodialisis di Rumah Sakit Pelni Jakarta, dengan sampel yang diteliti terdiri dari 3 responden.
MALAHAYATIMALAHAYATI Data dari Profil Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2022 mengatakan bahwa jumlah estimasi penderita hipertensi usia lebih dari 15 tahun berjumlah 2.Data dari Profil Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2022 mengatakan bahwa jumlah estimasi penderita hipertensi usia lebih dari 15 tahun berjumlah 2.
UMITRAUMITRA Pasien yang menggunakan mekanisme koping maladaptif memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kualitas hidup kurang baik. Hasil ini dapat memandu tenagaPasien yang menggunakan mekanisme koping maladaptif memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kualitas hidup kurang baik. Hasil ini dapat memandu tenaga
IJRETINAIJRETINA Hal ini menunjukkan bahwa faricimab dapat ditoleransi dengan baik oleh pasien, mendukung penggunaannya dalam jangka panjang dalam pengelolaan nAMD. FaricimabHal ini menunjukkan bahwa faricimab dapat ditoleransi dengan baik oleh pasien, mendukung penggunaannya dalam jangka panjang dalam pengelolaan nAMD. Faricimab
UnmulUnmul Pendahuluan: Trauma merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, termasuk di Indonesia. Sistem skoring trauma seperti Trauma and Injury SeverityPendahuluan: Trauma merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, termasuk di Indonesia. Sistem skoring trauma seperti Trauma and Injury Severity
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Di Indonesia, tingkat pertumbuhan penduduk antara tahun 2000–2002 juga sekitar 1,3% atau sekitar 7,3 juta jiwa per tahun, menjadikan Indonesia negaraDi Indonesia, tingkat pertumbuhan penduduk antara tahun 2000–2002 juga sekitar 1,3% atau sekitar 7,3 juta jiwa per tahun, menjadikan Indonesia negara
Useful /
UGMUGM Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemenuhan hak pendidikan bagi pemuda penghayat kepercayaan Marapu di Sumba mengalami asimetri kebijakan, di mana kemajuanPenelitian ini menyimpulkan bahwa pemenuhan hak pendidikan bagi pemuda penghayat kepercayaan Marapu di Sumba mengalami asimetri kebijakan, di mana kemajuan
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Penelitian ini bertujuan menentukan hubungan antara kebidanan siung dan kondisi ibu serta bayi di RSIA Permata Hati pada tahun 2021. Metode deskriptifPenelitian ini bertujuan menentukan hubungan antara kebidanan siung dan kondisi ibu serta bayi di RSIA Permata Hati pada tahun 2021. Metode deskriptif
STIKESALFATAHSTIKESALFATAH Sebaliknya, peningkatan konsentrasi HPMC menyebabkan penurunan daya sebar emulgel. Kesimpulannya, formula emulgel dengan variasi konsentrasi HPMC yangSebaliknya, peningkatan konsentrasi HPMC menyebabkan penurunan daya sebar emulgel. Kesimpulannya, formula emulgel dengan variasi konsentrasi HPMC yang
STIKESALFATAHSTIKESALFATAH Biji pinang mengandung senyawa metabolit alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol yang berperan sebagai antibakteri. Beberapa penelitian melaporkanBiji pinang mengandung senyawa metabolit alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol yang berperan sebagai antibakteri. Beberapa penelitian melaporkan