INASNACCINASNACC

Jurnal neuroanestesi indonesiaJurnal neuroanestesi indonesia

Cedera sumsum tulang belakang (SCI) dapat menyebabkan disabilitas permanen, sering kali akibat insiden intensitas tinggi seperti kecelakaan mobil, jatuh, dan tindak kekerasan. Meskipun relatif jarang pada anak-anak, mereka dapat memiliki dampak signifikan. Laporan kasus ini bertujuan untuk menjelaskan gejala klinis kontusio sumsum tulang belakang Th1-Th3 pada anak berusia 2 tahun. Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun datang ke rumah sakit swasta dengan keluhan nyeri punggung setelah kecelakaan lalu lintas. Pemeriksaan menunjukkan kelemahan motorik lengkap (0/5) pada kedua anggota bawah, dengan peningkatan sparing sakral. MRI thorakolumbal menunjukkan kontusio dan edema sumsum tulang belakang di tingkat Th1-Th3. Berdasarkan riwayat, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan pendukung, pasien didiagnosis sebagai SCI skala impairement ASIA B dan kontusio sumsum tulang belakang torak tinggi, sehingga diputuskan untuk melakukan laminectomy di tingkat Th2-Th3. Kasus ini menekankan pentingnya mengenali gejala awal pada kasus cedera sumsum tulang belakang dan waspada terhadap tanda peringatan pada kasus trauma tulang belakang. Pengobatan awal trauma yang segera, seperti imobilisasi pasien, sangat penting. Dalam kasus ini, dekompresi laminectomy dilakukan untuk menangani kontusio. Tingkat waspada yang tinggi diperlukan karena gejala neurologis bisa berkembang atau awalnya tersembunyi. Cedera sumsum tulang belakang sering kali muncul dalam beberapa hari setelah kecelakaan, meskipun bisa tetap tersembunyi untuk jangka waktu yang lama. Kontusio sumsum bisa muncul dengan gejala neurologis, sehingga memerlukan diagnosis mendesak melalui MRI spinal dan intervensi bedah darurat potensial, seperti laminectomy.

Cedera sumsum tulang belakang sering kali muncul dalam beberapa hari setelah kecelakaan, meskipun bisa tetap tersembunyi untuk jangka waktu yang lama.Kontusio sumsum bisa muncul dengan gejala neurologis, sehingga memerlukan diagnosis mendesak melalui MRI spinal dan intervensi bedah darurat potensial, seperti laminectomy.

Penelitian lebih lanjut dapat fokus pada efektivitas kombinasi MRI dan pencitraan neurologis lainnya dalam deteksi dini kontusio sumsum tulang belakang pada anak-anak. Selain itu, perlu dikembangkan strategi intervensi non-bedah untuk mengurangi ketergantungan pada operasi seperti laminectomy. Studi tentang dampak jangka panjang dari skoliosis post-trauma pada perkembangan tulang belakang anak juga layak dilakukan.

  1. Spinal Cord Injury in the Pediatric Population: A Systematic Review of the Literature - Stefan Parent,... journals.sagepub.com/doi/full/10.1089/neu.2009.1153Spinal Cord Injury in the Pediatric Population A Systematic Review of the Literature Stefan Parent journals sagepub doi full 10 1089 neu 2009 1153
  2. Pediatric Spinal Cord Contusion: A Case Report Highlighting Clinical Symptoms and Management Strategies... doi.org/10.24244/jni.v14i3.692Pediatric Spinal Cord Contusion A Case Report Highlighting Clinical Symptoms and Management Strategies doi 10 24244 jni v14i3 692
  3. Evaluation of a Selective Prehospital Pediatric Spinal Protection Protocol: Prehospital Emergency Care:... tandfonline.com/doi/full/10.1080/10903127.2019.1585502Evaluation of a Selective Prehospital Pediatric Spinal Protection Protocol Prehospital Emergency Care tandfonline doi full 10 1080 10903127 2019 1585502
  4. Journal of Pediatric Orthopaedics. journal pediatric orthopaedics journals.lww.com/pedorthopaedics/abstract/2019/08000/the_role_of_computed_tomography_and_magnetic.10.aspxJournal of Pediatric Orthopaedics journal pediatric orthopaedics journals lww pedorthopaedics abstract 2019 08000 the role of computed tomography and magnetic 10 aspx
Read online
File size207.69 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test