STTAASTTAA

Jurnal Amanat AgungJurnal Amanat Agung

Abstrak: Kisah Ehud sebagai Hakim terpilih menimbulkan polemik terhadap doktrin providensia Allah, yaitu adanya catatan penipuan Ehud dalam membunuh Raja Eglon. Penipuan Ehud dalam menjalankan tugas sebagai Hakim yang dipilih Allah sangat kontradiktif dengan natur Allah sebagai kebenaran yang tidak mungkin menipu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis kualitatif dengan metode hermeneutik. Secara spesifik menggunakan kajian narasi sebagai bentuk murni teks Hakim‑Hakim 3:12‑30. Hasil kajian narasi Hakim‑Hakim 3:12‑30 adalah keberhasilan Ehud dalam konteks providensia Allah bagi Israel selaras dengan penggambaran Eglon seorang tiran yang rakus akan kekuasaan sehingga layak dihukum Allah. Kesimpulan yang diperoleh ialah narasi dalam Hakim‑Hakim 3:12‑30 dengan konsisten memperlihatkan providensia Allah bagi umat‑Nya.

12‑30 secara konsisten menunjukkan providensia Allah bagi umat‑Nya, di mana Allah memungkinkan Ehud menipu dan membunuh Raja Eglon tanpa bertentangan dengan sifat Tuhan sebagai kebenaran.Kejadian penipuan Ehud dipandang sebagai upaya ilahi untuk memberi pembebasan kepada Israel dari penindasan Moab.Dengan demikian, teks tersebut menegaskan bahwa tindakan ilahi yang menggunakan taktik tidak terduga tetap sejalan dengan tujuan keselamatan Tuhan bagi umatnya.

Pertama, lakukan studi komparatif motif penipuan antara Kitab Hakim dan kitab nabi lainnya untuk menelusuri persepsi providensi Allah. Kedua, analisis dampak narasi Ehud pada pembentukan identitas nasional Israel di era periakira, terutama bagaimana kisah ini memengaruhi pandangan tentang otoritas dan pembebasan. Ketiga, teliti karakter kidal Ehud sebagai simbol gender dalam teks, menelusuri bagaimana kelemahan fisik diposisikan sebagai elemen yang diselamatkan melalui intervensi ilahi. Ni.

Read online
File size458.45 KB
Pages29
DMCAReport

Related /

ads-block-test