SHARIAJOURNALS UINJAMBISHARIAJOURNALS UINJAMBI

NALAR FIQH: Jurnal Hukum IslamNALAR FIQH: Jurnal Hukum Islam

Pada era modern ini, banyak orang tidak mengetahui hukum mengenai anak yang lahir di luar nikah; mereka cenderung mengikuti pola Barat yang memisahkan hubungan antara lawan jenis secara bebas, sehingga menimbulkan ketertarikan dan hubungan tanpa status yang jelas serta tanpa mempertimbangkan konsekuensi bagi diri sendiri maupun orang lain. Penelitian ini bertujuan agar masyarakat memahami posisi seorang anak, baik yang lahir dari pernikahan sah maupun tidak sah, sehingga dapat melindungi diri dan orang lain secara lebih baik. Penelitian dilakukan dengan menelaah bahan pustaka dan menggunakan pendekatan penelitian perpustakaan (library research). Jika seorang anak merupakan hasil zina, ia tidak memiliki hubungan dengan keluarga ayah, baik ayah biologis maupun hak waris, melainkan hanya memiliki hubungan darah dengan keluarga ibu, meskipun ayah tetap wajib memberikan nafkah kepada anak tersebut.

Anak yang lahir dari zina harus diperlakukan setara dengan anak sah, memiliki hak hidup, pendidikan, dibesarkan oleh kedua orang tua, serta berhak menerima nafkah dari ayah biologis melalui wasiat dan warisan dari ibu tanpa diskriminasi.Hukum positif mengatur perlindungan anak secara umum meliputi hak, kewajiban, perawatan, pengakuan, dan legitimasi, sementara hukum Islam menekankan bahwa anak zina hanya memiliki hubungan darah dengan ibu serta hak perlindungan melalui ibu.Kedua sistem hukum harus memastikan tidak ada diskriminasi berdasarkan status atau jenis kelamin anak, sejalan dengan prinsip keadilan dalam Islam.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji secara komparatif putusan pengadilan di berbagai wilayah Indonesia terkait anak hasil zina untuk mengidentifikasi pola dan menyusun pedoman standar yang harmonis antara hukum Islam dan hukum positif; selanjutnya, studi campuran (mixed‑methods) dapat meneliti dampak stigma sosial terhadap kesejahteraan psikologis anak di luar nikah serta mengevaluasi efektivitas program edukasi komunitas dalam mengurangi diskriminasi; terakhir, pengembangan kerangka reformasi hukum yang mengintegrasikan prinsip syariah dengan regulasi perundang‑undangan dapat diuji coba secara pilot di satu provinsi, dengan mengukur implikasi praktisnya terhadap hak anak dan kepatuhan masyarakat.

  1. The Position of Children Resulting from Adultery (Islamic Law and Statute Perspective) | NALAR FIQH:... doi.org/10.30631/nf.v15i1.1417The Position of Children Resulting from Adultery Islamic Law and Statute Perspective NALAR FIQH doi 10 30631 nf v15i1 1417
Read online
File size495.18 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test