UNARSUNARS
FENOMENAFENOMENASistem peradilan pidana dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak wajib mengutamakan pendekatan keadilan Restorative. Maka dalam hukum pidana terdapat sistem yang bernama Restorative Justice atau diversi (pengalihan). Diversi menurut Pasal 1 angka 7 Undang-Undang nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak merupakan proses penyelesaian perkara anak yang berhadapan dengan hukum, dari proses peradilan pidana ke proses diluar peradilan pidana, dengan musyawarah yang melibatkan anak, orang tua anak, pembimbing kemasyarakatan, dengan tujuan menghindari anak dari perampasan kemerdekaan dimaksudkan untuk menjauhkan anak dari proses peradilan pidana, sehingga dapat menghindari stigmatisasi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum dan kembali ke lingkungan sosial, oleh karena itu upaya diversi sungguhlah tepat digunakan untuk anak yang terjerat masalah hukum khususnya pidana pemidanaan, agar hak-hak sebagai anak tidak terampas akibat proses pidana dan tidak menimbulkan efek negatif bagi si anak.
Prinsip Hukum Diversi anak dalam perkara pidana dengan pelaku anak menurut Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak oleh unit pelayanan perempuan dan anak (PPA) bahwa Sistem Peradilan Pidana Anak adalah keseluruhan proses penyelesaian perkara Anak yang berhadapan dengan hukum, mulai tahap penyelidikan sampai dengan tahap pembimbingan setelah menjalani pidana.Perlindungan terhadap hak anak yang berhadapan dengan hukum dalam hal Proses Diversi bahwa Perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum dengan pendekatan restorative justice membawa dampak yang positif terhadap penanganan perkara anak.Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak memisahkan dan mengatur secara tegas tentang anak yang berhadapan dengan hukum yang mencakup anak yang berkonflik dengan hukum, anak yang menjadi korban tindak pidana, anak yang menjadi saksi tindak pidana.proses diversi pada setiap tingkat pemeriksaan yaitu pada tahap penyidikan, penuntutan, dan persidangan Anak.Hal ini secara tegas disebutkan dalam pasal 7 ayat (1) UU SPPA.
Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, apakah sistem peradilan pidana anak yang ada saat ini telah efektif dalam melindungi hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum? Kedua, bagaimana peran dan kontribusi masyarakat dalam proses diversifikasi dan keadilan restoratif terhadap anak pelaku tindak pidana? Ketiga, apakah ada faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi keberhasilan penerapan prinsip restorative justice dalam menangani anak pelaku tindak pidana?.
| File size | 353.74 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
STAISKUTIMSTAISKUTIM Selama ini, nangka muda hanya dimanfaatkan sebagai bahan sayur sederhana dengan nilai ekonomi yang relatif rendah. Kegiatan Pengabdian kepada MasyarakatSelama ini, nangka muda hanya dimanfaatkan sebagai bahan sayur sederhana dengan nilai ekonomi yang relatif rendah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat
STAISARSTAISAR Dengan menghubungkan analisis normatif dan realitas empiris, studi ini berkontribusi pada debat efisiensi peradilan, akses keadilan, dan adaptasi hukumDengan menghubungkan analisis normatif dan realitas empiris, studi ini berkontribusi pada debat efisiensi peradilan, akses keadilan, dan adaptasi hukum
UNTAGUNTAG Subjek penelitian berjumlah 15 orang yang terdiri dari 8 anak yang berusia dibawah 18 tahun, 3 fasilitator dewasa, dan 4 orangtua. Sumber data dipilihSubjek penelitian berjumlah 15 orang yang terdiri dari 8 anak yang berusia dibawah 18 tahun, 3 fasilitator dewasa, dan 4 orangtua. Sumber data dipilih
UEUUEU Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum adalah faktor sentral dan prasyarat mutlak untuk menciptakan kepastian investasi. Penegakan hukum yangHasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum adalah faktor sentral dan prasyarat mutlak untuk menciptakan kepastian investasi. Penegakan hukum yang
UTBUTB Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadapAnalisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap
AMSIRAMSIR Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan utama terletak pada tujuan dan standar bukti: perdata menekankan pencarian kebenaran formal, sedangkan pidanaHasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan utama terletak pada tujuan dan standar bukti: perdata menekankan pencarian kebenaran formal, sedangkan pidana
UNUSIAUNUSIA Percepatan pelaksanaan reforma agraria dapat dilakukan melalui legalisasi aset, redistribusi tanah, pemberdayaan ekonomi subjek reforma agraria, kelembagaanPercepatan pelaksanaan reforma agraria dapat dilakukan melalui legalisasi aset, redistribusi tanah, pemberdayaan ekonomi subjek reforma agraria, kelembagaan
IAIN SALATIGAIAIN SALATIGA 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dan Peraturan Pemerintah No. 33/2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih23/2002 tentang Perlindungan Anak, dan Peraturan Pemerintah No. 33/2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih
Useful /
STAISARSTAISAR 9 Tahun 2003, beserta syarat-syarat syariah terkait makanan halal secara rinci, termasuk penyembelihan (zabiha), bahan-bahan, pemrosesan, dan pencegahan9 Tahun 2003, beserta syarat-syarat syariah terkait makanan halal secara rinci, termasuk penyembelihan (zabiha), bahan-bahan, pemrosesan, dan pencegahan
STAISARSTAISAR Meskipun demikian, berbagai peluang tersebut beserta tantangan yang menghambatnya masih belum dipahami secara memadai. Penelitian ini menggunakan dataMeskipun demikian, berbagai peluang tersebut beserta tantangan yang menghambatnya masih belum dipahami secara memadai. Penelitian ini menggunakan data
UNITOMOUNITOMO Model yang hanya menggunakan SMOTE mencapai akurasi 93,84%, menegaskan pentingnya penanganan ketidakseimbangan kelas. Pemilihan fitur tidak konsisten meningkatkanModel yang hanya menggunakan SMOTE mencapai akurasi 93,84%, menegaskan pentingnya penanganan ketidakseimbangan kelas. Pemilihan fitur tidak konsisten meningkatkan
UNITOMOUNITOMO Visi komputer sangat bergantung pada teknik restorasi gambar untuk merekonstruksi gambar yang jelas dari pengamatan yang rusak. Metode tradisional menghadapiVisi komputer sangat bergantung pada teknik restorasi gambar untuk merekonstruksi gambar yang jelas dari pengamatan yang rusak. Metode tradisional menghadapi