POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG
Just a moment...Just a moment...Salah satu unit penunjang di Rumah Sakit yaitu rekam medis merupakan catatan manual/elektronik yang dilakukan oleh tenaga pemberi asuhan pelayanan kesehatan seperti diagnosis. Salah satu kegiatan rekam medis yaitu melakukan kodefikasi penyakit. Koding adalah pemberian simbol alfanumerik yang dilakukan oleh coder. Koding diagnosis yang diberikan harus tepat sesuai dengan kode yang tercantum di dalam ICD-10, koding yang tepat akan mempengaruhi pembiayaan kesehatan rumah sakit. Penelitian dilakukan di RS Medika Citra Utama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan prosedur pengkodean dan ketepatan diagnosis penyakit dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi kasus dalam penelitian ini yaitu rekam medis pasien dengue haemorrhagic fever Januari-Desember 2022. Jumlah sampel sebanyak 98 rekam medis. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Hasil penelitian prosedur pengodean diagnosis yang dilakukan oleh coder belum sesuai ketentuan ICD-10 volume 2 dikarenakan oleh sibuknya petugas dalam melakukan kegiatan lainnya dan terdapat 78,6% rekam medis yang tepat serta sesuai dengan hasil pemeriksaan klinis, 21,4% Rekam medis yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan klinis sehingga mengakibatkan pending klaim di rumah sakit. Kesimpulan penelitian ini adalah diharapkan petugas coder melakukan pengkodean mengacu ICD-Volume 2 dan memperhatikan pemeriksaan klinis agar mendapatkan kodefikasi yang akurat sehingga klaim rumah sakit diklaimkan tepat waktu.
Prosedur pengodean diagnosis yang dilakukan oleh coder di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama belum sesuai dengan tahapan menurut ICD-10 Volume 2 karena terkendala beban kerja dan ketergantungan pada sistem informasi rumah sakit.Ketepatan pengodean diagnosis mencapai 78,6% yang tepat, namun 21,4% rekam medis tidak sesuai karena ketidaksesuaian antara diagnosis dan hasil pemeriksaan klinis.Ketepatan koding sangat memengaruhi pelaporan morbiditas dan pembiayaan klaim Jaminan Kesehatan Nasional serta kelancaran pembayaran rumah sakit.
Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan sistem pendukung pengkodean berbasis kecerdasan buatan dapat membantu coder dalam memvalidasi kesesuaian antara kode diagnosis DBD dan temuan klinis secara real-time di rumah sakit daerah. Kedua, penting untuk mengeksplorasi hubungan antara beban kerja coder, durasi pelatihan rutin, dan akurasi pengkodean diagnosis DBD guna menentukan model pelatihan yang paling efektif dalam konteks rumah sakit dengan sumber daya terbatas. Ketiga, perlu dikaji faktor-faktor sistemik seperti integrasi antara sistem informasi laboratorium dan sistem rekam medis elektronik terhadap keputusan pengkodean, untuk mengidentifikasi hambatan struktural yang menyebabkan ketidaksesuaian kode A91 dan data klinis pasien DBD, sehingga dapat dirancang sistem yang lebih akurat dan mendukung keputusan klinis secara menyeluruh.
- DOI Name 10.10 Values. name values index type timestamp data admin handle create delete modify serv prefix... doi.org/10.10DOI Name 10 10 Values name values index type timestamp data admin handle create delete modify serv prefix doi 10 10
- Analisis Sistem Surveilans Epidemiologi Demam Berdarah Dengue (DBD): Studi Mixed Method | Sutriyawan... jurnal.stikes-yrsds.ac.id/index.php/JMK/article/view/935Analisis Sistem Surveilans Epidemiologi Demam Berdarah Dengue DBD Studi Mixed Method Sutriyawan jurnal stikes yrsds ac index php JMK article view 935
- Ketepatan Pengkodean Diagnosis Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Klinis di Rumah Sakit... doi.org/10.31983/jrmik.v7i1.10837Ketepatan Pengkodean Diagnosis Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Klinis di Rumah Sakit doi 10 31983 jrmik v7i1 10837
| File size | 257.87 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Studi ini menggunakan desain quasi-eksperimental post-test control group yang dilakukan di berbagai pengaturan perawatan kesehatan primer di Sulawesi selamaStudi ini menggunakan desain quasi-eksperimental post-test control group yang dilakukan di berbagai pengaturan perawatan kesehatan primer di Sulawesi selama
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Soeharsono Banjarmasin pada bulan September 2022. Hasil sosialisasi menunjukkan bahwa peserta telah menerima materi terkait kelengkapan review identifikasi,Soeharsono Banjarmasin pada bulan September 2022. Hasil sosialisasi menunjukkan bahwa peserta telah menerima materi terkait kelengkapan review identifikasi,
IJRETINAIJRETINA Data demografi, ketajaman penglihatan terkoreksi terbaik (BCVA), ketebalan makula sentral (CMT) berdasarkan OCT, serta skema injeksi IVB diekstraksi dariData demografi, ketajaman penglihatan terkoreksi terbaik (BCVA), ketebalan makula sentral (CMT) berdasarkan OCT, serta skema injeksi IVB diekstraksi dari
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Penerapan RME memiliki dampak positif dalam jangka menengah dan panjang. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menganalisis manfaat penggunaan RME,Penerapan RME memiliki dampak positif dalam jangka menengah dan panjang. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menganalisis manfaat penggunaan RME,
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Tujuan Penelitian ini adalah untuk merancang Sistem Informasi Manajemen Klinik Terintegrasi, Jenis penelitian kualitatif, dengan sumber data primer dariTujuan Penelitian ini adalah untuk merancang Sistem Informasi Manajemen Klinik Terintegrasi, Jenis penelitian kualitatif, dengan sumber data primer dari
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG 0 menciptakan sebuah tantangan baru di berbagai sektor kehidupan, salah satunya yaitu sektor kesehatan. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mewujudkan0 menciptakan sebuah tantangan baru di berbagai sektor kehidupan, salah satunya yaitu sektor kesehatan. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mewujudkan
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA 563 sampel. Prevalensi HIV tertinggi terjadi pada tahun 1992‑1999 (114 kasus, 61,6%) dan AIDS tertinggi pada tahun 2012 (85 kasus, 58,6%). Sebagian besar563 sampel. Prevalensi HIV tertinggi terjadi pada tahun 1992‑1999 (114 kasus, 61,6%) dan AIDS tertinggi pada tahun 2012 (85 kasus, 58,6%). Sebagian besar
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Oleh karena itu, perlu adanya perancangan sistem informasi khusus untuk menganalisis kelengkapan formulir resume medis pasien rawat inap. Dengan adanyaOleh karena itu, perlu adanya perancangan sistem informasi khusus untuk menganalisis kelengkapan formulir resume medis pasien rawat inap. Dengan adanya
Useful /
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Penelitian ini juga mengusulkan integrasi lebih lanjut model komunikasi Islam dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan pendidikanPenelitian ini juga mengusulkan integrasi lebih lanjut model komunikasi Islam dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan pendidikan
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Selain itu, perekam medis juga harus meningkatkan kemahiran mereka dalam meninjau rekam medis untuk memastikan kode diagnosis yang tepat. Kelengkapan pengisianSelain itu, perekam medis juga harus meningkatkan kemahiran mereka dalam meninjau rekam medis untuk memastikan kode diagnosis yang tepat. Kelengkapan pengisian
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Ketepatan kode diagnosis ialah kesesuaian kode diagnosis yang ditetapkan petugas koding. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui tinjauan kejelasanKetepatan kode diagnosis ialah kesesuaian kode diagnosis yang ditetapkan petugas koding. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui tinjauan kejelasan
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Biaya pengobatan dan penanganan hipertensi yang harus ditanggung masyarakat relatif tinggi. Adanya penekanan biaya dari program Jaminan Kesehatan NasionalBiaya pengobatan dan penanganan hipertensi yang harus ditanggung masyarakat relatif tinggi. Adanya penekanan biaya dari program Jaminan Kesehatan Nasional