IAINIAIN
Journal Of Biology EducationJournal Of Biology EducationKeterampilan proses sains (KPS) adalah kemampuan siswa dalam menggunakan teknik ilmiah untuk memahami, mengembangkan, dan menemukan ilmu. (Rahayu & Anggraeni, 2017). Menurut esensi ilmu pengetahuan, KPS memprioritaskan evaluasi secara keseluruhan dan erat kaitannya dengan pembelajaran ilmu pengetahuan. (Kurniawati, 2021). KPS sangat penting dalam menyelesaikan masalah ilmiah, terutama dalam pembelajaran di sekolah. Siswa yang menguasai KPS juga akan menguasai keterampilan yang diperlukan untuk belajar tingkat lebih tinggi seperti melakukan penelitian dan memecahkan masalah (Ginting et al., 2022). Berdasarkan hal tersebut, KPS harus dikuasai dengan baik oleh siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lembar Kerja Berbasis Proyek yang Terintegrasi dengan Potensi Lokal pada Materi Bioteknologi yang dikembangkan valid dan layak digunakan dengan skor validitas 0,88 dan praktis serta efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa dengan skor N-Gain 0,74.Sehingga lembar kerja siswa dapat digunakan untuk pembelajaran sains selanjutnya.Dengan lembar kerja ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu pendukung lancarnya pembelajaran sains dan dapat meningkatkan wawasan siswa untuk selalu belajar dari lingkungan sekitarnya, terutama untuk lebih menyadari potensi lokal di sekitarnya.Harapan selanjutnya adalah penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu referensi atau rujukan bagi peneliti selanjutnya.Terutama di bidang penelitian pengembangan bahan ajar, penelitian terkait keterampilan proses sains siswa, penggunaan model PjBL, dan integrasi potensi lokal dalam pembelajaran sains.
Untuk penelitian selanjutnya, dapat dikembangkan model pembelajaran yang lebih variatif dan menarik, seperti menggunakan pendekatan project-based learning (PjBL) yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada pengembangan bahan ajar yang terintegrasi dengan potensi lokal, seperti penggunaan Parijoto dalam pembuatan hand sanitizer, untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa. Terakhir, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak integrasi potensi lokal dalam pembelajaran sains terhadap peningkatan kesadaran dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan sekitar.
- Antibacterial Activity of Parijoto (Medinilla speciosa Blume) Fruit Against Serratia marcescens and Staphylococcus... jurnal.unpad.ac.id/ijpst/article/view/32166Antibacterial Activity of Parijoto Medinilla speciosa Blume Fruit Against Serratia marcescens and Staphylococcus jurnal unpad ac ijpst article view 32166
- IMPLEMENTASI METODE BATU PIJAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR... jurnal.usk.ac.id/PEAR/article/view/14753IMPLEMENTASI METODE BATU PIJAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR jurnal usk ac PEAR article view 14753
- Analisis Pentingnya Keterampilan Proses Sains terhadap Kemampuan Berpikir Kritis di SMA Se-Kecamatan... doi.org/10.37630/jpm.v12i1.542Analisis Pentingnya Keterampilan Proses Sains terhadap Kemampuan Berpikir Kritis di SMA Se Kecamatan doi 10 37630 jpm v12i1 542
| File size | 208.34 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UMPWRUMPWR Profil keterampilan proses sains (SPS) siswa perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki. Untuk laki-laki, seluruh indikator SPS berada pada kategori menengah,Profil keterampilan proses sains (SPS) siswa perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki. Untuk laki-laki, seluruh indikator SPS berada pada kategori menengah,
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT The findings underscore the potential of inquiry-based learning modules to foster key scientific competencies and suggest that gender-responsive strategiesThe findings underscore the potential of inquiry-based learning modules to foster key scientific competencies and suggest that gender-responsive strategies
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Jenis penelitian yang digunakan mengikuti jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif dikenal bersifat deskriptif yang dalam penerapannya menggunakanJenis penelitian yang digunakan mengikuti jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif dikenal bersifat deskriptif yang dalam penerapannya menggunakan
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Hasil penelitian terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran ARIAS dengan Setting Group Investigation dibandingkanHasil penelitian terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran ARIAS dengan Setting Group Investigation dibandingkan
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Hasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan berbicara bahasa Inggris sederhana di sektor hospitality selama tiga bulan kegiatan. Selama tiga bulan, kegiatanHasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan berbicara bahasa Inggris sederhana di sektor hospitality selama tiga bulan kegiatan. Selama tiga bulan, kegiatan
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Modul dikatakan layak karena telah melalui beberapa uji kelayakan. Berdasarkan uji kelayakan, modul dikategorikan layak yang didukung dengan hasil perhitunganModul dikatakan layak karena telah melalui beberapa uji kelayakan. Berdasarkan uji kelayakan, modul dikategorikan layak yang didukung dengan hasil perhitungan
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain One Shoot Case Study. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 1 MA Darul Aminin NW Aikmual.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain One Shoot Case Study. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 1 MA Darul Aminin NW Aikmual.
UNDIKSHAUNDIKSHA Hasil menunjukkan bahwa keterampilan proses ilmiah di Sragen berada pada kategori sedang dengan nilai rata‑rata 19,22 dari maksimal 32; aspek keterampilanHasil menunjukkan bahwa keterampilan proses ilmiah di Sragen berada pada kategori sedang dengan nilai rata‑rata 19,22 dari maksimal 32; aspek keterampilan
Useful /
IAINIAIN Instrumen yang digunakan untuk mengukur peningkatan kemampuan berpikir kritis menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan siswa, kuesioner responsInstrumen yang digunakan untuk mengukur peningkatan kemampuan berpikir kritis menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan siswa, kuesioner respons
IAINIAIN Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA. Instrumen yang digunakan adalah pertanyaan pretest-posttest. Analisis data menggunakan uji t dan N-GainSubjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA. Instrumen yang digunakan adalah pertanyaan pretest-posttest. Analisis data menggunakan uji t dan N-Gain
UNDIKSHAUNDIKSHA Peningkatan kemampuan berpikir kreatif ditandai oleh skor N-Gain rata-rata 0,73 dalam kategori tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa lembar kerja berbasisPeningkatan kemampuan berpikir kreatif ditandai oleh skor N-Gain rata-rata 0,73 dalam kategori tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa lembar kerja berbasis
UNDIKSHAUNDIKSHA Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi resiliensi mahasiswa tidak hanya bergantung pada kompleksitas materi maupun perubahan prosesPenelitian ini menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi resiliensi mahasiswa tidak hanya bergantung pada kompleksitas materi maupun perubahan proses