SHARIAJOURNALS UINJAMBISHARIAJOURNALS UINJAMBI

NALAR FIQH: Jurnal Hukum IslamNALAR FIQH: Jurnal Hukum Islam

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman umat Muslim bahwa penyandang disabilitas memiliki kewajiban ibadah yang sama serta untuk meningkatkan kesadaran umat tentang pentingnya melibatkan semua aktivitas keagamaan dengan penyandang disabilitas tanpa perbedaan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif dengan pendekatan berbasis literatur. Teknik pengumpulan data meliputi kajian teks fiqh Islam, artikel ilmiah, dan literatur terkait yang membahas inklusi penyandang disabilitas dalam praktik ibadah. Teknik analisis yang dipakai adalah analisis isi yang dikontekstualisasikan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Islam menekankan keadilan dan inklusivitas, yang menuntut semua Muslim, tanpa memandang kemampuan fisik atau mental, melaksanakan ibadah. Hal ini mencakup tanggung jawab kolektif komunitas Muslim untuk memastikan aksesibilitas dan dukungan bagi penyandang disabilitas dalam melaksanakan kewajiban religius mereka.

Orang dengan disabilitas tidak harus dipandang sebagai memiliki kekurangan dalam agama.Islam memandang mereka setara dengan manusia lain karena penilaian Allah didasarkan pada iman dan takwa, bukan pada kesempurnaan fisik atau kekayaan.Oleh karena itu, umat Muslim berkewajiban menyediakan fasilitas dan pendampingan yang memungkinkan mereka melaksanakan ibadah secara optimal, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas dan kemandirian mereka.Dengan terpenuhinya hak ibadah tersebut, penyandang disabilitas dapat merasakan kepuasan spiritual serta pengakuan terhadap hak kemanusiaan mereka.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengalaman nyata penyandang disabilitas dalam melaksanakan ibadah di masjid-masjid Indonesia serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat aksesibilitas mereka, sehingga dapat memberikan gambaran empiris yang lebih lengkap tentang tantangan yang dihadapi; selanjutnya, sebuah studi intervensi dapat menguji efektivitas penerapan pedoman desain arsitektur ramah disabilitas yang diusulkan dalam meningkatkan partisipasi ibadah penyandang disabilitas secara signifikan dibandingkan dengan masjid konvensional, yang akan memberikan bukti praktis bagi perbaikan infrastruktur; terakhir, analisis komparatif teologis mengenai konsep ruikhshah (kelonggaran) dalam mazhab-mazhab utama Islam dapat mengungkap perbedaan interpretasi kewajiban ibadah bagi penyandang disabilitas dan implikasinya terhadap kebijakan keagamaan di negara multikultural, membuka ruang dialog lintas mazhab untuk kebijakan inklusif yang lebih harmonis.

  1. Inclusive Worship: Islamic Jurisprudence on Prayer Obligations for Persons with Disabilities | NALAR... shariajournals-uinjambi.ac.id/index.php/nalarfiqh/article/view/1400Inclusive Worship Islamic Jurisprudence on Prayer Obligations for Persons with Disabilities NALAR shariajournals uinjambi ac index php nalarfiqh article view 1400
  2. DUTY OF PATERNAL FAMILY MEMBERS IN THE MAINTENANCE OF CHILDREN ACCORDING TO SECTION 73(2) OF ISLAMIC... doi.org/10.31436/iiumlj.v29i(s1).638DUTY OF PATERNAL FAMILY MEMBERS IN THE MAINTENANCE OF CHILDREN ACCORDING TO SECTION 73 2 OF ISLAMIC doi 10 31436 iiumlj v29i s1 638
Read online
File size987.71 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test