IAINIAIN

Journal Of Biology EducationJournal Of Biology Education

Penelitian ini bertujuan mengukur kesadaran metakognitif siswa, prokrastinasi akademik siswa, serta hubungannya dalam pembelajaran biologi di SMA Negeri 1 Nalumsari. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional menggunakan kuesioner. Data dikumpulkan melalui instrumen Metacognitive Awareness Inventory (MAI) dan Procrastination Academic Scale Student (PASS), kemudian dianalisis dengan teknik uji korelasi Pearson Product‑Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran metakognitif siswa dalam pembelajaran biologi tergolong 1 % pada kategori kurang (skor 52‑91), 4 % pada kategori cukup (skor 92‑131), 62 % pada kategori sedang (skor 132‑171), dan 33 % pada kategori tinggi. Tingkat prokrastinasi akademik siswa terdiri atas 11 % pada kategori cukup (skor 78‑111), 70 % pada kategori sedang (skor 112‑145), dan 19 % pada kategori tinggi (skor 146‑176). Korelasi antara kesadaran metakognitif dan prokrastinasi akademik menghasilkan koefisien Pearson sebesar –0,211 (nilai kritis R‑table 0,19; p < 0,05) dengan nilai signifikansi dua‑ekor 0,029 (p < 0,05), yang mengindikasikan hubungan negatif yang signifikan; sehingga peningkatan kesadaran metakognitif siswa diikuti oleh penurunan perilaku prokrastinasi akademik, dan sebaliknya.

Penelitian ini menemukan bahwa mayoritas siswa (62 %) berada pada tingkat kesadaran metakognitif menengah, sementara 33 % berada pada tingkat tinggi.sedangkan tingkat prokrastinasi akademik mayoritas siswa (70 %) berada pada kategori sedang, dengan 19 % pada kategori tinggi.Analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kesadaran metakognitif dan prokrastinasi akademik (r = ‑0,211, p < 0,05).Dengan demikian, peningkatan kesadaran metakognitif siswa berpotensi mengurangi perilaku prokrastinasi akademik dalam pembelajaran biologi.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program intervensi yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran metakognitif siswa dalam mengurangi prokrastinasi akademik pada mata pelajaran biologi, misalnya dengan membandingkan kelompok yang menerima pelatihan metakognisi dengan kelompok kontrol. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki peran lingkungan belajar digital pasca‑COVID‑19, khususnya bagaimana strategi pembelajaran daring dapat memediasi hubungan antara kesadaran metakognitif dan prokrastinasi, sehingga dapat diidentifikasi faktor‑faktor teknologi yang mendukung atau menghambat. Akhirnya, sebuah studi longitudinal yang memantau perubahan motivasi pencapaian, dukungan keluarga, dan pengaruh teman sebaya selama beberapa semester dapat memberikan gambaran dinamika jangka panjang mengenai bagaimana faktor internal dan eksternal memengaruhi perkembangan kesadaran metakognitif serta perilaku prokrastinasi akademik pada siswa SMA.

  1. Analisis Prokrastinasi Akademik Mahasiswa (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Psikologi Pendidikan Dan Bimbingan... doi.org/10.26858/jpkk.v0i0.3070Analisis Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Studi Pada Mahasiswa Jurusan Psikologi Pendidikan Dan Bimbingan doi 10 26858 jpkk v0i0 3070
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0022-0663.99.1.12APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0022 0663 99 1 12
  3. HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 9 PADANG |... jurnalantropologi.fisip.unand.ac.id/index.php/jantro/article/view/25HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 9 PADANG jurnalantropologi fisip unand ac index php jantro article view 25
Read online
File size277.93 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test