IAINIAIN

Journal Of Biology EducationJournal Of Biology Education

Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan bagi populasi dunia di daerah tropis dan subtropis. Infeksi malaria disebabkan oleh protozoa Plasmodium spp. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas ekstrak daun Azadirachta indica terhadap kadar TGF‑β pada mencit Swiss yang diinokulasi dengan Plasmodium berghei ANKA (PbA). Metode yang digunakan adalah eksperimen sejati dengan desain post‑test hanya kelompok kontrol, melibatkan mencit Swiss dengan berat 30‑35 gram sebanyak 24 ekor yang dibagi menjadi empat kelompok (K, T1, T2, T3); semua kelompok diinokulasi PbA. Kelompok T1 diberikan ekstrak daun A. indica dengan dosis 0,25 mg/grBB, T2 dengan dosis 0,5 mg/grBB, dan T3 dengan dosis 1 mg/grBB. Analisis data menggunakan ANOVA serta uji post‑hoc dengan nilai signifikansi p < 0,05 dan interval kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kadar TGF‑β antara kelompok kontrol dan perlakuan setelah intervensi (p < 0,05). Peningkatan terbesar pada kadar TGF‑β tercatat pada kelompok T3 (rata‑rata 38,46 pg/ml) dibandingkan kelompok K (rata‑rata 14,37 pg/ml), T1 (rata‑rata 14,37 pg/ml), dan T2 (rata‑rata 22,13 pg/ml).

Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun neem (Azadirachta indica) dapat meningkatkan kadar sitokin TGF‑β pada limpa mencit Swiss yang diinokulasi dengan Plasmodium berghei ANKA.Kenaikan kadar TGF‑β terlihat signifikan pada semua kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol.Penelitian lanjutan diperlukan untuk menentukan kadar sitokin pro‑inflamasi dan anti‑inflamasi lainnya serta mengungkap hubungan antara sitokin dan sel imun spesifik dalam penggunaan ekstrak daun Azadirachta indica sebagai obat komplementer bersama ACT.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti profil lengkap sitokin pro‑inflamasi (misalnya IL‑1β, TNF‑α) dan anti‑inflamasi (misalnya IL‑10) pada model mencit yang sama untuk memahami dampak komprehensif ekstrak Azadirachta indica terhadap respons imun malaria; selain itu, studi mekanistik dapat difokuskan pada identifikasi jalur seluler spesifik yang dimodulasi oleh senyawa aktif azadirachtin dan nimbolide dalam mengatur produksi TGF‑β serta interaksinya dengan sel T‑reg, sehingga memberikan wawasan tentang cara kerja imunomodulasi ekstrak tersebut; terakhir, uji klinis fase awal pada pasien malaria manusia dapat dirancang untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas kombinasi ekstrak daun Azadirachta indica dengan terapi kombinasi artemisinin (ACT), termasuk analisis dosis optimal dan potensi pengurangan resistensi obat, guna memperluas aplikasi terapeutik di populasi endemik.

Read online
File size269.68 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test