IAINIAIN

Journal Of Biology EducationJournal Of Biology Education

Diabetes Mellitus merupakan kondisi medis kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat ketidakmampuan tubuh memproduksi insulin. Gen glukokinase (GCK) bertanggung jawab untuk mengode enzim glukokinase yang berperan dalam metabolisme glukosa. Gen GCK memiliki peran penting dalam regulasi kadar glukosa darah. Penelitian ini dirancang untuk mendeteksi keberadaan gen GCK pada 9 responden diabetes mellitus tipe 2 yang mengikuti program Prolanis di Puskesmas Wonosari 1 Klaten serta 9 responden non‑diabetik di PKK Desa Kadilangu Rt 2 Rw 1 dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Hasil PCR divisualisasikan melalui elektroforesis pada gel agarosa 1,5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen GCK terdeteksi pada 9 sampel diabetes tipe 2 serta 9 sampel non‑diabetik dengan panjang produk 206 bp. Deteksi kualitatif gen GCK dari sampel DNA isolat berhasil, namun informasi mengenai tingkat ekspresi gen pada level transkripsi dan translasi belum tersedia karena keterbatasan peralatan dan reagen; penelitian lanjutan dapat melakukan analisis ekspresi gen kuantitatif menggunakan metode Quantitative Real-Time PCR (qPCR).

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa gen glukokinase (GCK) pada responden dengan diabetes mellitus tipe 2 maupun non‑diabetik berhasil terdeteksi dengan panjang produk 206 bp menggunakan metode Polymerase Chain Reaction.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji ekspresi kuantitatif gen GCK pada sampel darah responden diabetes tipe 2 dan non‑diabetik menggunakan metode Quantitative Real‑Time PCR (qPCR) untuk mengetahui tingkat transkripsi dan translasi serta hubungannya dengan kontrol glukosa darah. Selanjutnya, studi komparatif dapat dilakukan untuk mengevaluasi korelasi antara tingkat ekspresi gen GCK yang diukur dengan qPCR dan parameter klinis seperti HbA1c, usia, serta indeks massa tubuh, guna menilai potensi gen GCK sebagai biomarker prognostik pada diabetes mellitus. Selain itu, penelitian metodologis dapat diarahkan pada optimasi prosedur isolasi DNA, termasuk penggunaan kit atau protokol yang meminimalkan kontaminasi protein dan etanol, serta menilai dampaknya terhadap kualitas amplifikasi PCR dan reproducibilitas hasil, sehingga meningkatkan keandalan deteksi genetik di laboratorium dengan sumber daya terbatas. Penelitian selanjutnya juga dapat mengeksplorasi variasi suhu annealing dan penggunaan multiplex PCR untuk mendeteksi simultan gen GCK bersama gen terkait diabetes lainnya, sehingga memperluas pemahaman tentang regulasi genetik pada patogenesis diabetes.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1186/s12887-018-1060-8Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1186 s12887 018 1060 8
  2. Optimasi Konsentrasi Primer dan Suhu Annealing dalam Mendeteksi Gen Leptin pada Sapi Peranakan Ongole... doi.org/10.22146/ijl.v4i1.65550Optimasi Konsentrasi Primer dan Suhu Annealing dalam Mendeteksi Gen Leptin pada Sapi Peranakan Ongole doi 10 22146 ijl v4i1 65550
Read online
File size278.17 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test