DINAMIKADINAMIKA

Society : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan MasyarakatSociety : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat

Tindak pidana korupsi merupakan salah satu persoalan besar di Indonesia, karena korupsi sudah masuk dalam semua aspek kehidupan. Pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi harus dilakukan secara seimbang. Peran pendidikan sangat strategis dalam pencegahan tindak pidana korupsi melalui berbagai cara, salah satunya melalui pendidikan di sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Al-Bayyan Pekalongan, yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai anti korupsi. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan praktik pembuatan poster anti korupsi. Hasil pre-test menunjukkan nilai rata-rata 62, dengan nilai tertinggi 80 yang diraih 1 peserta didik dan nilai terendah 33 yang diraih 1 peserta didik. Sedangkan hasil post-test menunjukkan nilai rata-rata 83, dengan nilai tertinggi 93 yang diraih 5 peserta didik dan nilai terendah 60 yang diraih 1 peserta didik. Dari data tersebut tampak ada perubahan pemahaman peserta didik mengenai pendidikan anti korupsi yang signifikan, dari nilai rata-rata 62 menjadi 83. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik memahami materi yang disampaikan dengan baik, serta dipengaruhi oleh metode penyampaian materi yang tepat.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di SMP Al-Bayyan berhasil meningkatkan pemahaman peserta didik tentang anti‑korupsi, terbukti dari peningkatan nilai rata‑rata pre‑test sebesar 62 menjadi post‑test sebesar 83, serta kreativitas yang terlihat pada pembuatan poster.Selain itu, peserta didik memperoleh nilai‑nilai anti‑korupsi berupa kejujuran, kepedulian, dan kemandirian.Namun, kegiatan masih terbatas pada kelas IX, sehingga diperlukan perluasan ke seluruh jenjang SMP.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas model pendidikan anti‑korupsi yang diterapkan di SMP Al‑Bayyan selama jangka panjang dengan mengukur perubahan sikap dan perilaku anti‑korupsi peserta didik hingga tiga tahun setelah intervensi. Selain itu, studi perbandingan antar sekolah dapat dilakukan untuk membandingkan metode pembelajaran (ceramah, diskusi, praktik poster) dengan pendekatan berbasis teknologi digital dalam meningkatkan pemahaman anti‑korupsi pada siswa SMP. Penelitian ketiga dapat menyelidiki pengaruh keterlibatan orang tua dan komunitas dalam program pendidikan anti‑korupsi, serta bagaimana kolaborasi tersebut memoderasi hubungan antara pengetahuan yang diperoleh dan implementasi nilai‑nilai anti‑korupsi di lingkungan rumah. Semua penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang lebih komprehensif untuk mengoptimalkan strategi pembentukan karakter anti‑korupsi pada generasi muda. Selain itu, analisis biaya‑manfaat dari program pendidikan anti‑korupsi dapat dilakukan untuk menentukan kelayakan ekonomi serta skala implementasi pada sekolah-sekolah dengan sumber daya terbatas di wilayah pedesaan. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran media sosial sebagai sarana pendukung dalam menyebarkan nilai‑nilai anti‑korupsi dan menilai sejauh mana interaksi digital dapat memperkuat hasil pembelajaran yang telah diperoleh.

Read online
File size361.39 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test