NURISNURIS

Sains Data Jurnal Studi Matematika dan TeknologiSains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi

Penelitian ini membahas pengaruh diameter shoulder dengan penambahan interlayer partikel Zn sambungan las FSSW. Material yang dipakai berupa dua buah plat alumunium dengan dimensi 125 x 40 x 2 mm. Rancangan spesimen pengelasan FSSW sesuai dengan JIS G 3136. Hasil uji tarik tanpa Zn dengan nilai tertinggi pada diameter tool dengan pin 14 mm sebesar 29.8 MPa dan nilai terendah pada diameter tool dengan pin 12 mm sebesar 21 MPa. Hasil uji tarik dengan Zn dengan nilai tertinggi pada diameter tool dengan pin 14 mm sebesar 24.3 MPa dan nilai terendah pada diameter tool dengan pin 12 mm sebesar 17.7 MPa. Spesimen tanpa Zn 61 HV merupakan area dengan nilai kekerasan tertinggi dan nilai kekerasan terendah tanpa Zn 43 HV. Sedangkan pada spesimen dengan 62 HV merupakan area dengan nilai kekerasan tertinggi dan nilai kekerasan terendah dengan Zn 42 HV.

Hasil pengujian kekuatan Tarik yang telah dilakukan pada pengelasan FSSW menggunakan variasi diameter shoulder tanpa Zn memiliki nilai kekuatan tarik tertinggi yaitu diameter pin 14 mm sebesar 29.8 MPa dan nilai terendah pada diameter pin 12 mm sebesar 21 MPa.Sedangkan pengujian tarik pengelasan FSSW menggunakan variasi diameter shoulder dengan Zn menunjukkan nilai tertinggi pada diameter tool dengan pin 14 mm sebesar 24.3 MPa dan nilai terendah pada diameter tool dengan pin 12 mm sebesar 17.Pada pengujian tarik, nilai yang menggunakan interlayer Zn lebih rendah daripada nilai yang menggunakan tanpa interlayer Zn.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh variasi material interlayer selain zinc, seperti tembaga atau nikel, terhadap sifat mekanik dan mikrostruktur sambungan FSSW pada aluminium AA1100, sehingga dapat menentukan material interlayer yang paling optimal. Selanjutnya, diperlukan studi sistematis mengenai pengaruh variasi diameter shoulder yang lebih besar dari 14 mm serta variasi geometri pin (misalnya pin berbentuk konus atau silinder) terhadap kekuatan tarik dan nilai kekerasan, guna memahami interaksi geometrik dengan proses pengelasan. Selain itu, eksplorasi kombinasi parameter pengelasan seperti kecepatan putar (rpm), waktu dwell, dan kedalaman penekanan bersama dengan penggunaan interlayer dapat dilakukan dengan analisis mikroskopi elektron scanning (SEM) dan difraksi sinar-X (XRD) untuk mengungkap mekanisme pembentukan fase dan distribusi partikel interlayer. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memperluas pengetahuan tentang optimasi proses FSSW dan meningkatkan performa sambungan pada aplikasi industri.

  1. Karakterisasi Sambungan Friction Stir Spot Welding pada Plat Aluminium 5083 | Semesta Teknika. sambungan... doi.org/10.18196/St.V24i1.12603Karakterisasi Sambungan Friction Stir Spot Welding pada Plat Aluminium 5083 Semesta Teknika sambungan doi 10 18196 St V24i1 12603
  2. Pengaruh Solution Heat Treatment terhadap Sifat Fisis dan Mekanik Proses Pengelasan Fssw AA6063-T5 |... jurnal.uns.ac.id/mekanika/article/view/35044Pengaruh Solution Heat Treatment terhadap Sifat Fisis dan Mekanik Proses Pengelasan Fssw AA6063 T5 jurnal uns ac mekanika article view 35044
  3. PENGARUH INTERLAYER ELEKROPLATING CU PADA MECHANICAL PROPERTIES SAMBUNGAN FSSW MATERIAL AA6061-T6 | Perwira... ejournal.unperba.ac.id/index.php/pjse/article/view/249PENGARUH INTERLAYER ELEKROPLATING CU PADA MECHANICAL PROPERTIES SAMBUNGAN FSSW MATERIAL AA6061 T6 Perwira ejournal unperba ac index php pjse article view 249
  4. Pengaruh Interlayer Elektroplating Zinc pada Kekuatan Mekanik Friction Stir Spot Welding Aa1100-Ss400... journal.umy.ac.id/index.php/st/article/view/13015Pengaruh Interlayer Elektroplating Zinc pada Kekuatan Mekanik Friction Stir Spot Welding Aa1100 Ss400 journal umy ac index php st article view 13015
Read online
File size406.3 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test