IDEAJOURNALIDEAJOURNAL

Idea Pengabdian MasyarakatIdea Pengabdian Masyarakat

Perialaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) merupakan kebiasaan yang wajib dilakukan oleh setiap individu untuk mencegah penyakit. PHBS di Rumah Tangga harus terus dipraktekan secara rutin seperti, pemberian ASI eksklusif pada Bayi, menimbang balita setiap bulan, menggunakan air bersih, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, menggunakan jamban sehat (Stop Buang Air Besar Sembarangan/Stop BABS), memberantas sarang dan jentik nyamuk, makan makanan bergizi atau buah dan sayur setiap hari, melakukan aktivitas fisik setiap hari, menghindari asap rokok atau tidak merokok di dalam rumah. Kejadian Stunting di Kota Kupang khususnya di Kelurahan Liliba merupakan permasalahan gizi yang kompleks karena banyak faktor yang dapat mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah melalui, penyuluhan PHPS untuk peningkatan pengetahuan Ibu Bayi dan Balita, menjadi orang Tua Asu bagi dua orang Balita, Pemberian makanan bergizi setiap hari selama 90 hari terhadap 2 Balita Stunting di Posyandu Melati 9 Kelurahan Liliba, Kota Kupang Tahun 2023.

Edukasi mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta sanitasi rumah sebagai upaya pencegahan stunting terbukti sangat efektif, ditunjukkan oleh antusiasme tinggi peserta penyuluhan di Posyandu Melati 9.Intervensi pemberian makanan tambahan bergizi selama 90 hari kepada bayi berusia 6-24 bulan yang stunting memberikan dampak positif berupa peningkatan berat badan, tinggi badan, dan Lingkar Lengan Atas (LILA) pada balita.Keberhasilan ini juga didukung oleh peran pendamping, termasuk program Orang Tua Asuh, yang secara aktif terlibat langsung di lapangan untuk mempercepat penanganan stunting.

Untuk memperkaya pemahaman dan efektivitas program penanganan stunting, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, mengingat dampak positif yang terlihat dari intervensi pemberian makanan bergizi selama 90 hari, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi longitudinal yang memantau perkembangan balita dalam jangka waktu yang lebih panjang, misalnya satu hingga dua tahun. Ini bertujuan untuk memahami keberlanjutan peningkatan status gizi, serta dampaknya terhadap perkembangan kognitif dan motorik anak pasca-intervensi, sehingga kita bisa mengidentifikasi durasi intervensi optimal. Kedua, penelitian ini menggabungkan edukasi PHBS dan pemberian makanan bergizi. Studi di masa depan dapat memisahkan atau membandingkan efektivitas relatif dari masing-masing jenis intervensi tersebut. Misalnya, meneliti dampak hanya edukasi PHBS dibandingkan dengan hanya pemberian makanan bergizi, atau membandingkan berbagai model kombinasi intervensi dengan intensitas berbeda di wilayah serupa atau berbeda. Hal ini akan memberikan wawasan tentang strategi mana yang paling cost-effective dan memberikan hasil terbaik. Ketiga, meskipun faktor sanitasi dan pengetahuan ibu sudah disinggung, penelitian lebih lanjut dapat menggali peran faktor sosial ekonomi keluarga, aksesibilitas terhadap layanan kesehatan dasar, ketersediaan sumber daya pangan lokal, serta efektivitas kebijakan pemerintah daerah dalam pencegahan dan penanganan stunting. Pendekatan ini bisa menggunakan metode kuantitatif dengan sampel yang lebih besar atau studi kualitatif mendalam untuk mengungkap akar permasalahan stunting secara komprehensif dari berbagai dimensi kehidupan masyarakat.

Read online
File size1017.38 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test