IAINIAIN

Journal Of Biology EducationJournal Of Biology Education

Udang vannamei merupakan salah satu komoditas akuakultur yang paling diminati. Di Jawa Timur, praktik budidaya tradisional sering menggunakan pupuk urea sebelum penebaran. Namun penggunaan jangka panjang pupuk anorganik dapat berdampak negatif pada kualitas tanah tambak dan keberlanjutan budidaya udang. Sebagai alternatif, pupuk organik seperti daun lamtoro, yang mengandung nitrogen serupa dengan urea, dapat menjadi solusi yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga konsentrasi pupuk daun lamtoro (10%, 20%, dan 30%), serta kontrol positif menggunakan pupuk urea. Setiap perlakuan direplikasi tiga kali dengan kepadatan 50 udang per tambak. Pertumbuhan udang diamati selama periode 40 hari. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi 30% pupuk daun lamtoro memberikan performa terbaik. Udang pada perlakuan ini mencapai tingkat kelangsungan hidup tertinggi (78%), dengan panjang rata‑rata 11,62 cm dan efisiensi pakan optimal sebesar 5,29. Meskipun pertumbuhan berat dan panjang tidak menunjukkan perbedaan statistik yang signifikan antar perlakuan, tingkat kelangsungan hidup secara signifikan lebih tinggi pada perlakuan pupuk organik 30% dibandingkan kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa daun lamtoro berpotensi menjadi pupuk organik yang efektif dalam budidaya udang vannamei.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pupuk organik daun lamtoro dengan dosis 30% menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dosis 10%, 20% serta pupuk urea.Penggunaan dosis 30% tidak hanya meningkatkan parameter pertumbuhan, tetapi juga memberikan hasil yang lebih unggul dibandingkan pupuk komersial.Tingkat kelangsungan hidup (SR) udang vaname pada konsentrasi 30% mencapai 78%, dengan peningkatan panjang rata‑rata mencapai 11,62 cm, serta efisiensi pakan paling optimal sebesar 5,29.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh variasi konsentrasi pupuk cair lamtoro yang lebih luas, termasuk dosis di atas 30% dan di bawah 10%, untuk menentukan konsentrasi optimal yang memberikan keseimbangan terbaik antara pertumbuhan udang dan efisiensi pakan. Selain itu, penting untuk melakukan percobaan yang memanjang selama siklus budidaya penuh, misalnya hingga 120 hari, guna mengevaluasi dampak jangka panjang pupuk organik terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan kualitas air pada berbagai tahap perkembangan udang. Penelitian juga dapat memperluas analisis kualitas air dengan mengukur parameter seperti oksigen terlarut, amonia, nitrit, dan kekeruhan, serta mengkorelasikannya dengan produktivitas udang untuk memahami mekanisme biologis yang mendasari manfaat pupuk organik. Sebagai langkah lanjutan, studi komparatif antara pupuk lamtoro dan pupuk organik lain, misalnya pupuk kompos atau fermentasi kotoran ternak, dapat mengidentifikasi keunggulan relatif serta potensi sinergi dalam meningkatkan produksi udang. Analisis kelayakan ekonomi yang mencakup biaya produksi pupuk lamtoro, biaya operasional budidaya, dan potensi keuntungan bagi petani akan memberikan gambaran praktis tentang keberlanjutan penggunaan pupuk organik ini. Akhirnya, uji lapangan dengan skala yang lebih besar dan kepadatan penebaran udang yang lebih tinggi dapat menguji apakah temuan laboratorium dapat diterapkan secara luas pada kondisi perkebunan nyata.

  1. Aplikasi Pupuk Organik Cair Lamtoro Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat | AGROSCRIPT: Journal of... doi.org/10.36423/agroscript.v1i1.185Aplikasi Pupuk Organik Cair Lamtoro Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat AGROSCRIPT Journal of doi 10 36423 agroscript v1i1 185
  2. Uji Kualitas Pupuk Bokasi Kombinasi Bahan Lokal Daun Tumbuhan Gamal, Kirinyuh dan Lamtoro | Formosa Journal... journal.formosapublisher.org/index.php/fjsr/article/view/1474Uji Kualitas Pupuk Bokasi Kombinasi Bahan Lokal Daun Tumbuhan Gamal Kirinyuh dan Lamtoro Formosa Journal journal formosapublisher index php fjsr article view 1474
Read online
File size258.16 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test