IISTRIISTR

BSTBST

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran STEM berbantuan PhET terhadap pemahaman konsep transformasi gerak pada siswa SMP Muhammadiyah Langkaplancar. Konsep transformasi gerak meliputi translasi, rotasi, dan percepatan, yang bersifat abstrak dan sering sulit dipahami oleh siswa. Untuk mengatasinya, PhET digunakan sebagai media simulasi interaktif yang memungkinkan siswa memanipulasi variabel secara langsung serta mengamati efeknya secara real‑time. Metode penelitian menggunakan desain eksperimen dengan pra‑tes dan pasca‑tes. Sampel penelitian terdiri dari 20 siswa kelas sembilan yang dipilih secara acak. Instrumen penelitian meliputi tes pemahaman konsep, observasi, dan kuesioner pengalaman belajar siswa. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata‑rata pemahaman sebesar 20 poin pada kelompok eksperimen, sedangkan kelompok kontrol meningkat hanya 4 poin. Meskipun uji ANOVA tidak menunjukkan perbedaan statistik yang signifikan antara kedua kelompok (p‑value 0,95), pembelajaran berbantuan PhET terbukti meningkatkan interaktivitas dan kualitas pembelajaran fisika. Pada kesimpulannya, penerapan model pembelajaran STEM berbantuan PhET dapat menjadi strategi inovatif alternatif untuk memperkuat pemahaman konsep fisika yang kompleks pada tingkat SMP, sekaligus meningkatkan motivasi dan keterlibatan belajar siswa.

Penerapan model pembelajaran STEM berbantuan PhET dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep transformasi gerak dalam fisika.Hasil pra‑tes dan pasca‑tes menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa.Meskipun perbedaan antara kelompok eksperimen dan kontrol tidak signifikan, penggunaan PhET tetap memberikan dampak positif dengan menjadikan pembelajaran fisika lebih interaktif dan efektif.

Penelitian selanjutnya sebaiknya memperluas ukuran dan keragaman sampel untuk menguji generalisasi efek model pembelajaran STEM berbantuan PhET, termasuk penggunaan analisis statistik yang lebih kuat seperti ANCOVA untuk mengendalikan variabel pengganggu. Selain itu, diperlukan studi longitudinal yang menilai retensi jangka panjang konsep transformasi gerak setelah intervensi PhET, misalnya dengan melakukan tes tindak lanjut pada tiga dan enam bulan pasca‑intervensi untuk mengevaluasi keberlanjutan pemahaman. Selanjutnya, eksperimen yang membandingkan tingkat scaffolding atau pendampingan guru dalam penggunaan simulasi PhET dapat mengidentifikasi sejauh mana desain instruksional memengaruhi efektivitas pembelajaran, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi praktik pedagogis yang optimal. Kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam penelitian lanjutan juga dapat memberikan wawasan mendalam tentang pengalaman belajar siswa dan faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat penggunaan teknologi interaktif dalam konteks pembelajaran fisika.

  1. LITERATUR REVIEW PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SAINS | Fatimah | INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA. literatur... doi.org/10.20961/inkuiri.v10i2.57255LITERATUR REVIEW PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SAINS Fatimah INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA literatur doi 10 20961 inkuiri v10i2 57255
  2. Pembelajaran Fisika Materi Mekanika Benda Tegar: Review Media, Model, dan Metode | Mitra Pilar: Jurnal... mjipublisher.com/index.php/mitrapilar/article/view/19Pembelajaran Fisika Materi Mekanika Benda Tegar Review Media Model dan Metode Mitra Pilar Jurnal mjipublisher index php mitrapilar article view 19
  3. The Effectiveness of the Application of PhET with Inquiry Learning Model to Improve Understanding of... doi.org/10.21831/jser.v7i2.59148The Effectiveness of the Application of PhET with Inquiry Learning Model to Improve Understanding of doi 10 21831 jser v7i2 59148
Read online
File size552.72 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test