IISTRIISTR

BSTBST

Perkembangan cepat Teknologi Informasi (TI) secara fundamental mengubah lanskap komunikasi agama, pendidikan, dan penyebaran pengetahuan. Dalam konteks Islam, dawah dan pencarian ilmu merupakan kewajiban utama yang berakar kuat pada ajaran teologis dan tradisi historis. Artikel ini menyajikan analisis akademik berbasis opini yang didukung oleh literatur kontemporer untuk meneliti cara mengoptimalkan TI sebagai instrumen strategis bagi dawah Islam dan peningkatan pengetahuan di era digital, dengan memanfaatkan dasar teologis, pedagogi digital, dan studi komunikasi. Penelitian ini mengusulkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan prinsip etika, literasi digital, infrastruktur teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia, serta mengidentifikasi peluang dan tantangan utama seperti aksesibilitas digital, disinformasi, dilema etika, dan kecanduan teknologi. Hasil dan pembahasan menelaah tiga dimensi saling terkait: legitimasi teologis dan transformasi digital, pemanfaatan strategis TI untuk dawah dan pendidikan, serta tantangan dengan strategi optimalisasi yang diusulkan. Kesimpulannya, TI yang selaras dengan etika Islam dan didukung oleh literasi digital dapat secara signifikan memperluas jangkauan dawah global serta memperkuat ekosistem pengetahuan Islam kontemporer.

Analisis literatur berbasis opini ini menunjukkan bahwa Teknologi Informasi memiliki potensi besar untuk meningkatkan dawah Islam dan kemajuan pengetahuan bila didasarkan pada legitimasi teologis, prinsip etika, serta perencanaan strategis.TI tidak sekadar alat teknis, melainkan medium berisi nilai yang mencerminkan niat manusia dan prioritas sosial.Dengan mengintegrasikan etika Islam, literasi digital, dan tata kelola kolaboratif, komunitas Muslim dapat memanfaatkan inovasi digital untuk memperkuat komunikasi religius dan pengembangan intelektual, menjadikan optimalisasi TI sebagai kebutuhan kontemporer dalam dunia yang semakin terhubung.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana efektivitas program pelatihan literasi digital berdampak pada kualitas penyampaian dawah Islam, dengan desain studi eksperimental yang membandingkan kelompok peserta yang mendapat pelatihan intensif versus kelompok kontrol. Selanjutnya, diperlukan kajian kualitatif untuk mengidentifikasi faktor-faktor etika yang mempengaruhi persepsi umat Islam terhadap konten digital religius, khususnya dalam konteks mitigasi disinformasi dan kecanduan teknologi, dengan pendekatan wawancara mendalam dan analisis tematik. Terakhir, penting untuk mengembangkan model evaluasi inklusif yang mengukur kesenjangan akses digital di komunitas Muslim pedesaan, serta menguji intervensi infrastruktur berbasis komunitas yang dapat meningkatkan partisipasi dan keterlibatan digital, sehingga memberikan dasar kebijakan yang berkelanjutan untuk optimalisasi TI dalam dawah.

  1. Bloomsbury Collections - Education and Technology. bloomsbury collections education technology skip main... doi.org/10.5040/9781350145573Bloomsbury Collections Education and Technology bloomsbury collections education technology skip main doi 10 5040 9781350145573
  2. Optimizing Information Technology for Islamic Da’wah and Knowledge Advancement in the Digital Era:... doi.org/10.56741/bst.v5i01.1938Optimizing Information Technology for Islamic DaAowah and Knowledge Advancement in the Digital Era doi 10 56741 bst v5i01 1938
  3. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/article/10.1007/s11186-012-9182-8Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer article 10 1007 s11186 012 9182 8
Read online
File size426.49 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test