STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI

JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2)JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2)

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan persepsi guru terhadap efektivitas Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan studi fenomenologi. Hasil wawancara dengan guru mata pelajaran sejarah kelas X dan XI menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memudahkan proses pembelajaran, memberikan kebebasan kepada siswa dan guru, serta mengurangi beban akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan bagi guru untuk merancang pembelajaran yang fleksibel dan relevan dengan minat serta kebutuhan siswa, yang perlu didukung dengan pelatihan dalam desain pembelajaran berbasis proyek dan pendekatan individual. Kurikulum masa depan harus menyediakan lebih banyak pilihan bagi siswa untuk mengeksplorasi minat mereka, dengan diimbangi pelatihan bagi guru untuk membantu siswa memilih jalur pendidikan yang tepat. Selain itu, pengurangan beban akademik siswa harus diikuti dengan pelatihan guru dalam mengelola waktu pembelajaran yang efektif serta menerapkan evaluasi yang fleksibel untuk mendukung perkembangan siswa secara komprehensif.

Berdasarkan temuan penelitian, Kurikulum Merdeka terbukti lebih efektif.Peningkatan hasil belajar siswa dapat terlihat dari skor evaluasi pembelajaran yang lebih tinggi, terutama pada pemahaman konsep yang mendalam.Partisipasi siswa dalam kelas juga lebih tinggi karena mereka diberikan kebebasan untuk memilih topik yang sesuai dengan minat mereka.Guru melaporkan peningkatan kepuasan dalam mengelola pembelajaran karena adanya kebebasan untuk merancang dan menyesuaikan materi sesuai kebutuhan siswa, serta waktu yang lebih banyak untuk evaluasi menyeluruh.Dengan demikian, Kurikulum Merdeka memberikan manfaat bagi hasil belajar siswa dan kepuasan guru.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan mata pelajaran. Selain itu, perlu dipertimbangkan untuk mengkaji dampak Kurikulum Merdeka terhadap pengembangan kompetensi siswa secara menyeluruh, termasuk aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian juga dapat fokus pada pelatihan guru dalam merancang pembelajaran yang fleksibel dan relevan dengan minat siswa, serta mengeksplorasi strategi evaluasi yang efektif dalam mendukung perkembangan siswa secara komprehensif.

  1. Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Sejarah dalam Perspektif Historis | Almarisi... doi.org/10.30743/mkd.v7i1.6291Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Sejarah dalam Perspektif Historis Almarisi doi 10 30743 mkd v7i1 6291
  2. TINDAK TUTUR PENGGUNAAN BAHASA HIPNOTIS: KAJIAN PRAGMATIK | Epigram. bahasa hipnotis kajian pragmatik... doi.org/10.32722/epi.v18i2.4128TINDAK TUTUR PENGGUNAAN BAHASA HIPNOTIS KAJIAN PRAGMATIK Epigram bahasa hipnotis kajian pragmatik doi 10 32722 epi v18i2 4128
Read online
File size513.28 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test