IISTRIISTR

BSTBST

Integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam manufaktur telah menjadi penggerak utama transformasi industri pada era Industry 4.0, menawarkan peningkatan signifikan dalam efisiensi, produktivitas, dan kinerja operasional. Namun, implikasinya terhadap tenaga kerja manusia menjadi kekhawatiran kritis. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa dampak ganda dari adopsi AI dalam manufaktur, dengan fokus pada manfaat teknologi dan konsekuensi sosial-ekonomi, khususnya pemindahan tenaga kerja, transformasi pekerjaan, dan keberlanjutan tenaga kerja. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis dari studi interdisipliner yang diterbitkan antara tahun 2010 dan 2024, menggunakan sintesis tematik untuk menganalisis tiga dimensi kunci: pemindahan tenaga kerja sebagai risiko struktural, keterbatasan transformasi pekerjaan, dan munculnya AI yang berpusat pada manusia. Temuan mengungkapkan bahwa AI secara tidak proporsional mempengaruhi pekerjaan rutin dan menengah, berkontribusi pada polarisasi pasar tenaga kerja dan meningkatkan risiko pengangguran struktural. Meskipun muncul peran baru yang membutuhkan keterampilan tinggi, aksesibilitas terbatasnya membatasi transisi tenaga kerja. Penelitian ini menekankan kebutuhan pendekatan yang berpusat pada manusia yang mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan inisiatif peningkatan keterampilan, perlindungan tenaga kerja, dan kebijakan inklusif.

Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun AI meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara signifikan, ia juga memperkenalkan risiko struktural terkait pemindahan tenaga kerja dan transformasi pekerjaan yang tidak merata.Manfaat AI didistribusikan secara tidak merata, sering kali menguntungkan pekerja berkemampuan tinggi sambil mengesampingkan mereka yang memiliki peran rutin dan menengah.Janji transformasi pekerjaan terbatas tanpa dukungan institusional yang memadai, karena adaptasi tenaga kerja dibatasi oleh kesenjangan keterampilan dan mekanisme peningkatan keterampilan yang tidak memadai.Penelitian ini menekankan pentingnya mengadopsi pendekatan AI yang berpusat pada manusia yang memprioritaskan keberlanjutan tenaga kerja bersama dengan kinerja industri.Akhirnya, mencapai sistem manufaktur yang inklusif dan tangguh membutuhkan upaya terkoordinasi antara industri, pembuat kebijakan, dan institusi pendidikan untuk menyelaraskan inovasi teknologi dengan hasil tenaga kerja yang adil dan keberlanjutan sosial jangka panjang.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki dampak AI pada berbagai sektor manufaktur, terutama di negara-negara berkembang, dan menganalisis bagaimana karakteristik spesifik industri mempengaruhi transisi tenaga kerja. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi strategi konkret untuk membantu pekerja yang tergeser, seperti program pelatihan yang ditargetkan dan sistem perlindungan sosial yang kuat. Akhirnya, studi dapat mengevaluasi efektivitas pendekatan AI yang berpusat pada manusia dalam mempromosikan manufaktur yang inklusif dan berkelanjutan, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang terkait dengan implementasinya.

  1. Artificial Intelligence in Manufacturing: A Perspective on Productivity Gains and Labor Displacement... journal.iistr.org/index.php/BST/article/view/2171Artificial Intelligence in Manufacturing A Perspective on Productivity Gains and Labor Displacement journal iistr index php BST article view 2171
Read online
File size468.17 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test