IISTRIISTR

BSTBST

Energi gelombang laut merepresentasikan sumber energi terbarukan yang menjanjikan namun belum dimanfaatkan secara optimal, dengan potensi signifikan untuk mendukung transisi energi global, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan. Meskipun telah ada kemajuan teknologi substansial dalam sistem konversi energi gelombang (WEC), implementasi skala besar masih terbatas. Literatur yang ada didominasi oleh orientasi teknologi, sementara sintesis sistematis yang berfokus pada dimensi kebijakan dan tata kelola masih terfragmentasi. Studi ini melakukan tinjauan cakupan (scoping review) yang berorientasi kebijakan untuk memetakan kumpulan penelitian tentang konversi energi gelombang laut, dengan penekanan khusus pada instrumen kebijakan, kerangka regulasi, dan tantangan tata kelola yang memengaruhi implementasi dan komersialisasi. Mengikuti panduan PRISMA Extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR), studi-studi yang ditinjau sejawat yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2025 diidentifikasi dari Scopus, Web of Science, dan IEEE Xplore. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa pendanaan penelitian dan pengembangan publik, insentif pasar khusus teknologi, dan perencanaan tata ruang laut yang terintegrasi merupakan pendorong krusial dalam implementasi energi gelombang. Sebaliknya, kompleksitas regulasi, ketidakstabilan kebijakan, dan fragmentasi institusional tetap menjadi hambatan yang persisten, terutama dalam konteks negara berkembang dan kepulauan. Tinjauan cakupan ini menyoroti kesenjangan kebijakan utama dan menggarisbawahi perlunya kerangka tata kelola yang koheren, stabil, dan sensitif konteks untuk memfasilitasi komersialisasi energi gelombang laut secara berkelanjutan.

Tinjauan cakupan ini secara sistematis mengkaji dimensi kebijakan dan tata kelola dalam penelitian konversi energi gelombang laut, menemukan bahwa penyebaran teknologi ini yang lambat tidak semata-mata disebabkan oleh keterbatasan teknologi, melainkan sangat dipengaruhi oleh kecukupan instrumen kebijakan, koherensi regulasi, dan kapasitas tata kelola.Kerangka kebijakan yang suportif, spesifik teknologi, dan stabil merupakan pendorong utama untuk transisi energi gelombang dari proyek percontohan ke implementasi komersial, di mana regulasi yang terfragmentasi, volatilitas kebijakan, dan koordinasi institusional yang lemah terus menghambat pengembangannya.Kesenjangan pengetahuan signifikan teridentifikasi dalam literatur yang berpusat pada pengalaman Eropa, sehingga penelitian masa depan perlu memprioritaskan analisis komparatif, berorientasi kebijakan, dan sensitif konteks untuk menginformasikan strategi tata kelola adaptif yang mampu membuka potensi energi gelombang di berbagai pengaturan pesisir demi keberlanjutan jangka panjang dan keamanan energi.

Meskipun energi gelombang laut menawarkan harapan besar, tantangan kebijakan dan tata kelola masih menjadi penghalang utama, terutama di negara berkembang dan kepulauan. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat berfokus pada beberapa area krusial. Pertama, penting untuk mengkaji bagaimana kerangka kebijakan energi terbarukan di wilayah-wilayah ini dapat direvisi agar secara khusus mendukung karakteristik unik energi gelombang laut. Ini termasuk pengembangan insentif spesifik teknologi yang sesuai untuk pasar yang baru berkembang, yang dapat mendorong inovasi dan investasi yang selaras dengan potensi sumber daya lokal. Kedua, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan model tata kelola kelautan terintegrasi dan strategi perencanaan tata ruang laut (MSP) yang disederhanakan. Model ini harus dirancang khusus untuk mengurangi kompleksitas birokrasi dan ketidakpastian perizinan di negara-negara dengan pengalaman regulasi energi laut yang terbatas, membantu mempercepat pengembangan proyek. Ketiga, penelitian harus mengeksplorasi pendekatan efektif untuk peningkatan kapasitas institusional dan pengembangan keahlian teknis di tingkat lokal dan regional. Hal ini penting agar pemerintah daerah mampu merencanakan, mengelola, dan mengawasi proyek energi gelombang laut, sekaligus memastikan keterlibatan aktif masyarakat pesisir demi penerimaan sosial dan keberlanjutan jangka panjang.

  1. Ocean Wave Energy Conversion and Policy Frameworks: A Scoping Review of Technological Readiness, Regulatory... doi.org/10.56741/bst.v5i01.2187Ocean Wave Energy Conversion and Policy Frameworks A Scoping Review of Technological Readiness Regulatory doi 10 56741 bst v5i01 2187
Read online
File size683.02 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test