UNISMUHUNISMUH

Kolaborasi : Jurnal Administrasi PublikKolaborasi : Jurnal Administrasi Publik

Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, kaya akan sumber daya laut, mulai dari pantai hingga budidaya rumput laut, yang berkontribusi pada pendapatan lokal. Namun, potensi ini belum didukung oleh tata kelola yang baik dari pemerintah daerah. Studi ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis proses kolaboratif dalam mengembangkan pariwisata pesisir berbasis ekonomi biru di tiga zona T di Kabupaten Kupang. Temuan menunjukkan bahwa meskipun berbagai aktor pentahelix terlibat, kolaborasi yang terjalin masih parsial, sektoral, dan belum terintegrasi secara institusional. Lemahnya koordinasi antarlembaga, kapasitas terbatas untuk tindakan bersama, dan peran suboptimal media serta pemberdayaan komunitas pesisir menjadi hambatan utama dalam pengelolaan pariwisata maritim. Komitmen normatif pemerintah dan potensi sumber daya laut yang melimpah membuka peluang strategis untuk memperkuat tata kelola kolaboratif yang lebih efektif dan berkelanjutan. Studi ini menekankan bahwa kesuksesan pengembangan pariwisata maritim tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas proses kolaboratif di antara para pemangku kepentingan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Kupang belum sepenuhnya didukung oleh tata kelola kolaboratif yang kuat dan terintegrasi.Meskipun berbagai aktor dalam kerangka pentahelix telah terlibat, kolaborasi yang terbangun masih bersifat parsial dan belum berkembang menjadi kerja sama strategis yang berorientasi pada tujuan bersama.Berdasarkan kerangka collaborative governance Kirk Emerson, penelitian ini menegaskan bahwa lemahnya keterhubungan antara principled engagement, shared motivation, dan capacity for joint action menjadi faktor kunci yang menghambat efektivitas kolaborasi di Kabupaten Kupang.Komitmen normatif pemerintah daerah terhadap pengembangan pariwisata bahari dan ekonomi biru belum diiringi oleh mekanisme koordinasi lintas sektor, kepemimpinan kolaboratif, serta forum dialog yang berkelanjutan.Temuan ini memberikan kontribusi empiris dengan menunjukkan bahwa keberhasilan kolaborasi sangat bergantung pada kemampuan pemerintah daerah dalam membangun sinergi lintas sektor, memperkuat peran fasilitator, serta memastikan keterlibatan aktif seluruh aktor dalam setiap tahapan proses kolaboratif.

Untuk meningkatkan efektivitas kolaborasi dalam pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Kupang, perlu ada kebijakan kolaboratif yang terintegrasi dan mekanisme kerja sama lintas sektor yang jelas. Pemerintah daerah harus memperkuat peran fasilitator dan memastikan keterlibatan aktif seluruh aktor dalam setiap tahapan proses kolaboratif. Selain itu, penguatan kapasitas masyarakat dan pelaku UMKM harus menjadi prioritas melalui pelatihan, pendampingan berkelanjutan, dan dukungan promosi digital. Optimalisasi peran media sosial sebagai sarana promosi destinasi dan produk lokal juga perlu ditingkatkan untuk memperluas jangkauan wisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir. Penelitian lanjutan dengan pendekatan kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas kolaborasi dan dampak ekonomi pariwisata bahari secara lebih terukur, sehingga dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan yang lebih tepat dan berkelanjutan.

  1. Collaborative Governance Berbasis Pentahelix dalam Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan (Studi Kasus:... doi.org/10.61292/eljbn.151Collaborative Governance Berbasis Pentahelix dalam Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan Studi Kasus doi 10 61292 eljbn 151
  2. Formulation Model Coastal Tourism Development Policy in a Blue Economy Perspective | IIETA. formulation... iieta.org/journals/ijsdp/paper/10.18280/ijsdp.191215Formulation Model Coastal Tourism Development Policy in a Blue Economy Perspective IIETA formulation iieta journals ijsdp paper 10 18280 ijsdp 191215
  3. Collaborative Governance dalam Pengembangan Desa Wisata Nagari Tuo Pariangan pada Tahun 2021-2022 | Journal... doi.org/10.58835/jspi.v3i3.180Collaborative Governance dalam Pengembangan Desa Wisata Nagari Tuo Pariangan pada Tahun 2021 2022 Journal doi 10 58835 jspi v3i3 180
  4. 0. pdf obj metadata endobj extgstate procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents group... athensjournals.gr/tourism/2025-12-2-4-Pisarovic.pdf0 pdf obj metadata endobj extgstate procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents group athensjournals gr tourism 2025 12 2 4 Pisarovic pdf
Read online
File size1.99 MB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test