ISHAISHA

Cebong JournalCebong Journal

Penelitian ini mengeksplorasi kompleksitas perencanaan rehabilitasi hutan dan lahan kritis di area daerah aliran sungai (DAS) melalui pendekatan multidisiplin yang menggabungkan penilaian ekologis, analisis sosial-ekonomi, dan partisipasi pemangku kepentingan. Analisis menunjukkan pola signifikan degradasi hutan, erosi lahan kritis, dan kerugian habitat di DAS yang didorong oleh faktor sosial-ekonomi, praktik penggunaan lahan yang tidak berkelanjutan, dan kendala institusional. Meskipun ada tantangan, upaya rehabilitasi telah menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan kesehatan ekosistem, kualitas air, dan manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat lokal. Untuk kedepannya, pendekatan terpadu yang memprioritaskan solusi berbasis ekosistem, kolaborasi pemangku kepentingan, dan strategi manajemen adaptif diperlukan. Integrasi kebijakan antara sektor hutan dan pengelolaan DAS sangat penting untuk mempromosikan sinergi dan manfaat bersama di berbagai domain kebijakan.

Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang kompleksitas perencanaan rehabilitasi hutan dan lahan kritis di DAS.Analisis menyebutkan pola degradasi hutan, erosi lahan kritis, dan kerugian habitat di DAS yang didorong oleh faktor sosial-ekonomi, praktik penggunaan lahan yang tidak berkelanjutan, dan kendala institusional.Meskipun ada tantangan, upaya rehabilitasi telah menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan kesehatan ekosistem, kualitas air, dan manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat lokal.Namun, hambatan seperti dana terbatas, kapasitas teknis yang tidak memadai, dan ketimpangan sosial-ekonomi masih menghambat efektivitas jangka panjang.Pendekatan terpadu yang memprioritaskan solusi berbasis ekosistem, kolaborasi pemangku kepentingan, dan strategi manajemen adaptif diperlukan.Integrasi kebijakan antara sektor hutan dan pengelolaan DAS sangat penting untuk mempromosikan sinergi dan manfaat bersama di berbagai domain kebijakan.Selain itu, strategi konservasi terarah, praktik penggunaan lahan berkelanjutan, dan mekanisme pemerintahan yang efektif kritis untuk mengatasi driver sosial-ekonomi degradasi dan mempromosikan proses pengambilan keputusan inklusif.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak kebijakan partisipatif masyarakat dalam pengelolaan DAS, seperti mempelajari efektivitas model pengelolaan berbasis komunitas dalam meningkatkan keberlanjutan ekosistem. Kedua, perlu eksplorasi inovasi pendanaan untuk proyek rehabilitasi, seperti skema insentif ekonomi berbasis layanan ekosistem. Ketiga, penelitian lebih lanjut tentang strategi adaptasi perubahan iklim dalam konteks rehabilitasi hutan DAS, termasuk penggunaan teknologi dan pendekatan adaptif untuk mengurangi risiko bencana hidrologis. Pendekatan ini dapat memperkuat kebijakan integrasi antar sektor dan mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Read online
File size184.53 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test