IDID

JAMSIJAMSI

Transformasi digital di bidang pendidikan menuntut sekolah untuk mengadopsi sistem penilaian berbasis teknologi informasi. Salah satu implementasi kebijakan tersebut adalah penggunaan aplikasi elektronik rapor (e-rapor) sebagai sistem pelaporan hasil belajar siswa. Namun, keterbatasan kompetensi digital guru menjadi kendala utama dalam penerapannya, khususnya di sekolah menengah kejuruan swasta. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru serta staf administrasi SMK Nurul Iman Palembang dalam mengoperasikan aplikasi e-rapor melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan teknis, dan pendampingan pasca-pelatihan. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan partisipatif berbasis praktik langsung (hands-on), evaluasi pre-test dan post-test, serta pendampingan daring selama satu bulan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman dan kemampuan teknis peserta dalam menggunakan aplikasi e-rapor secara mandiri. Selain itu, sekolah mitra mampu mengimplementasikan sistem pelaporan akademik digital secara lebih efisien dan terstandarisasi. Kegiatan ini membuktikan bahwa model pelatihan singkat yang didukung pendampingan berkelanjutan efektif dalam mendukung digitalisasi administrasi pendidikan di sekolah menengah kejuruan.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa Sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi elektronik rapor di SMK Nurul Iman Palembang telah dilaksanakan secara intensif.Hasil penilaian dari post test menunjukkan adanya peningkatan keterampilan dan pengetahuan daru peserta pelatihan.Pendampingan Jangka Panjang selama satu bulan bertujuan untuk memastikan implementasi teknis dapat berjalan lancar.Secara umum, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai sistem e-rapor.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas model pelatihan yang disesuaikan dengan karakteristik guru yang berbeda-beda, misalnya berdasarkan usia, tingkat pendidikan, atau pengalaman mengajar. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul pelatihan yang lebih interaktif dan menarik, dengan memanfaatkan teknologi gamifikasi atau simulasi virtual untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan peserta. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi integrasi e-rapor dengan sistem informasi manajemen sekolah lainnya, seperti sistem absensi atau sistem perpustakaan, untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih terintegrasi dan efisien.

Read online
File size833.95 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test