IAIN SUIAIN SU
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan SosialKomunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan SosialPolusi digital, yang didefinisikan sebagai pencemaran sistematis lingkungan informasi melalui disinformasi algoritmik dan rekayasa ketidakpastian epistemic, merupakan tantangan krusial peradaban abad ke-21. Artikel ini mengusulkan Truth Governance Framework (TGF) sebagai solusi integratif yang menggabungkan kesiapan sipil, komunikasi jurnalistik profetik, dan agensi epistemik generasi baru. Berbeda dengan pendekatan moderasi konten yang bersifat reaktif, artikel ini berargumen bahwa polusi digital adalah patologi struktural kapitalisme digital yang memerlukan tata kelola epistemik yang komprehensif. Mengintegrasikan perspektif Global Selatan dan jurnalisme profetik dari M. Yoserizal Saragih, studi ini mengajukan tiga proposisi orisinal: (1) polusi digital sebagai krisis ontologis, (2) komunikasi trans-nubuwwah sebagai model epistemik jurnalisme, dan (3) TGF sebagai arsitektur kebijakan global. Artikel ini diposisikan sebagai kontribusi dari wacana Global Selatan mengenai tata kelola epistemik dan sebagai teks dasar bagi bidang studi peradaban digital yang sedang berkembang.
Artikel ini menegaskan bahwa polusi digital merupakan krisis struktural dalam peradaban digital global yang melampaui persoalan misinformasi dan disinformasi semata.Polusi digital adalah degradasi sistemik terhadap lingkungan epistemik publik yang terjadi akibat interaksi antara kapitalisme digital, arsitektur algoritmik platform, fragmentasi ruang publik, dan melemahnya kompetensi epistemik masyarakat.Fenomena post-truth menunjukkan bahwa kebenaran tidak lagi menjadi pusat gravitasi dalam pembentukan opini publik, sementara algoritma platform memperkuat dinamika tersebut melalui logika ekonomi perhatian.Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan parsial baik melalui literasi media semata maupun regulasi konten yang terbatas tidak cukup untuk mengatasi polusi digital.Diperlukan kerangka tata kelola yang terintegrasi dan sistemik.Oleh karena itu, artikel ini merumuskan Truth Governance Framework (TGF) yang mencakup tiga dimensi utama.Civic Epistemic Competence (CEC), Institutional Epistemic Integrity (IEI), dan Platform Epistemic Architecture (PEA).Ketiga dimensi tersebut harus berjalan secara simultan dan saling memperkuat dalam membangun ketahanan epistemik masyarakat digital.Artikel ini juga menegaskan pentingnya kontribusi Global Selatan melalui nilai-nilai jurnalisme profetik seperti siddiq, amanah, tabligh, fathanah, dan prinsip tabayun sebagai fondasi normatif dalam memperkuat tata kelola kebenaran.Model komunikasi trans-nubuwwah yang dikembangkan berdasarkan karya ilmiah M.Yoserizal Saragih menawarkan perspektif peradaban non-Barat yang memperkaya bukan menggantikan diskursus tata kelola epistemik global.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris yang menyelidiki efektivitas operasionalisasi indikator TGF dalam berbagai konteks sosiokultural yang berbeda, terutama di wilayah dengan tingkat literasi digital yang heterogen. Selain itu, perlu dilakukan kajian lebih mendalam mengenai adaptasi model komunikasi trans-nubuwwah dalam platform media sosial berbasis algoritma video pendek (seperti TikTok atau Reels) untuk melihat relevansi etika profetik dalam format komunikasi kontemporer. Penelitian juga dapat mengeksplorasi integrasi kecerdasan buatan (AI Governance) ke dalam lapisan Platform Epistemic Architecture (PEA) untuk melihat sejauh mana otomatisasi dapat mendukung atau memperburuk integritas informasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya pergeseran kebijakan dari sekadar penghapusan konten menuju reformasi arsitektur dalam menangani polusi digital.
- The Challenges of Print Media Journalism in the Digital Era | Saragih | Budapest International Research... doi.org/10.33258/birci.v3i1.805The Challenges of Print Media Journalism in the Digital Era Saragih Budapest International Research doi 10 33258 birci v3i1 805
- Utilization of Facebook Live Streaming in Online Missionary Endeavor at the Ar-Risalah Al-Khairiyah Foundation... doi.org/10.51590/waraqat.v7i1.253Utilization of Facebook Live Streaming in Online Missionary Endeavor at the Ar Risalah Al Khairiyah Foundation doi 10 51590 waraqat v7i1 253
- 0. 0 doi.org/10.1037/xge00004650 0 doi 10 1037 xge0000465
- 0. 0 doi.org/10.1016/j.jarmac.2017.07.0080 0 doi 10 1016 j jarmac 2017 07 008
| File size | 290.31 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIKHOZINIAIKHOZIN Agensi epistemik di kalangan siswa mulai muncul melalui dialog reflektif; namun, hubungan epistemik di kelas masih didominasi oleh penalaran bayani, danAgensi epistemik di kalangan siswa mulai muncul melalui dialog reflektif; namun, hubungan epistemik di kelas masih didominasi oleh penalaran bayani, dan
USUUSU Kajian ini menawarkan tiga terpadu yang menggabungkan antropologi interpretatif, teori praktik, dan pluralisme hukum kritis; (2) pemetaan kuasa dan agensiKajian ini menawarkan tiga terpadu yang menggabungkan antropologi interpretatif, teori praktik, dan pluralisme hukum kritis; (2) pemetaan kuasa dan agensi
USUUSU Penelitian ini menggunakan metode empiris yudisial dengan pendekatan deskriptif dan kualitatif, yang melibatkan observasi langsung, analisis dokumen, danPenelitian ini menggunakan metode empiris yudisial dengan pendekatan deskriptif dan kualitatif, yang melibatkan observasi langsung, analisis dokumen, dan
USUUSU Sebaliknya, agenda kebijakan pasangan Edy Rahmayadi dan Hasan Basri Sagala relatif minim dalam menyoroti isu-isu gender. Penelitian ini menegaskan pentingnyaSebaliknya, agenda kebijakan pasangan Edy Rahmayadi dan Hasan Basri Sagala relatif minim dalam menyoroti isu-isu gender. Penelitian ini menegaskan pentingnya
SYEKH NURJATISYEKH NURJATI Literasi membaca tetap menjadi tantangan yang terus-menerus dalam banyak konteks Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Namun, pembelajar EFL tingkatLiterasi membaca tetap menjadi tantangan yang terus-menerus dalam banyak konteks Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Namun, pembelajar EFL tingkat
USUUSU Tantangan utama dalam menerapkan Hak Restitusi untuk korban anak adalah kurangnya pengetahuan di kalangan penegak hukum, terutama polisi. Akibatnya, dataTantangan utama dalam menerapkan Hak Restitusi untuk korban anak adalah kurangnya pengetahuan di kalangan penegak hukum, terutama polisi. Akibatnya, data
USUUSU Faktor‑faktor tersebut meliputi pengetahuan pihak, ketidakhadiran, perbedaan budaya dan karakter, enggan untuk mengalah, konflik yang berlarut‑larutFaktor‑faktor tersebut meliputi pengetahuan pihak, ketidakhadiran, perbedaan budaya dan karakter, enggan untuk mengalah, konflik yang berlarut‑larut
USUUSU Perdagangan karbon telah muncul sebagai alat inovatif untuk mengurangi dampak perubahan iklim sambil mendukung pembangunan berkelanjutan. Fokus pada kehutananPerdagangan karbon telah muncul sebagai alat inovatif untuk mengurangi dampak perubahan iklim sambil mendukung pembangunan berkelanjutan. Fokus pada kehutanan
Useful /
USKUSK Diskusi: maloklusi berhasil dikoreksi selama 22 bulan menggunakan bracket Edgewise dengan slot 0. 18 dengan sistem multipleloop untuk mengkoreksi crossbiteDiskusi: maloklusi berhasil dikoreksi selama 22 bulan menggunakan bracket Edgewise dengan slot 0. 18 dengan sistem multipleloop untuk mengkoreksi crossbite
UIRUIR Penelitian ini dilaksanakan dengan teknik survey dan metode deskriptif kualitatif, data yang diperoleh berasal dari data primer dan sekunder. Metode pengumpulanPenelitian ini dilaksanakan dengan teknik survey dan metode deskriptif kualitatif, data yang diperoleh berasal dari data primer dan sekunder. Metode pengumpulan
UIRUIR Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dan prinsip sains dapat membentuk paradigma pendidikan yang lebih utuh, adaptif,Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dan prinsip sains dapat membentuk paradigma pendidikan yang lebih utuh, adaptif,
UIRUIR Proses pengumpulan data diawali dengan perumusan pertanyaan riset, dilanjutkan penelusuran literatur relevan menggunakan kata kunci spesifik pada artikelProses pengumpulan data diawali dengan perumusan pertanyaan riset, dilanjutkan penelusuran literatur relevan menggunakan kata kunci spesifik pada artikel