UIRUIR
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu PengetahuanAl-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu PengetahuanPembentukan karakter menghadapi tantangan komplek pada era 4.0, sehingga dapat memicu terjadinya penurunan spiritualitas dan permasalahan sosial. Adapun peran Pendidikan formal dalam menanggulangi seringkali mengalami keterbatasan, sehingga perlu adanya peran dari Pendidikan Islam non-formal sebagai pelengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam mengenai dampak Pendidikan Islam non-formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode study literatur review. Proses pengumpulan data diawali dengan perumusan pertanyaan riset, dilanjutkan penelusuran literatur relevan menggunakan kata kunci spesifik pada artikel ilmiah nasional dan internasional. Seleksi literatur dilakukan berdasarkan kualitas, dengan mengadopsi kriteria Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Analisis sistematis terhadap 500 artikel yang berhasil mengidentifikasi 432 artikel layak uji, dan 418 artikel disertakan dalam analisis komprehensif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pendidikan Islam non-formal memiliki dampak multifaset yang signifikan, mencangkup pada peningkatan kesadaran religious remaja dan anak, resiliensi, kesadaran sosial, dan pencegah kenakalan remaja. Penerapan Pendidikan Islam non-formal melalui hidden curriculum dapat memungkinkan adaptasi anak dan remaja melalui pembiasaan dan keteladanan di tengah transformasi perilaku keagamaan di era 4.0 yang menghadapi trubulensi digital. Pendidikan Islam non-formal dapat mengisi kekosongan yang ada pada Pendidikan formal dalam pembentukan karakter anak dan remaja, terutama melalui mekanisme pedagogis yang unik dan kurikulum tersembunyi.
Penelitian ini mengidentifikasi keterbatasan literatur terkait dampak pendidikan Islam non-formal pada pembentukan karakter keagamaan anak dan remaja, khususnya kurangnya studi yang secara eksklusif meneliti kontribusi pendidikan non-formal serta transformasi perilaku keagamaan secara progresif.Selain itu, eksplorasi konsep kurikulum tersembunyi dan proses habituasi nilai agama dalam konteks non-formal masih terbatas.Tinjauan juga menunjukkan bahwa bukti mengenai pengaruh komunitas dakwah remaja terhadap karakter keagamaan masih sangat minim.
Penelitian selanjutnya dapat menguji secara empiris bagaimana pendidikan Islam non‑formal memengaruhi transformasi perilaku keagamaan anak dan remaja selama periode waktu yang panjang, dengan menggunakan desain longitudinal dan pengukuran perilaku sebelum, selama, dan sesudah intervensi. Selanjutnya, studi kualitatif mendalam perlu menggali mekanisme kurikulum tersembunyi dalam lembaga‑lembaga non‑formal, seperti TPQ dan pesantren kilat, untuk memahami bagaimana proses habituasi nilai agama terbentuk dan berkontribusi pada pembentukan karakter. Ketiga, penelitian dapat mengevaluasi efektivitas komunitas dakwah remaja sebagai agen perubahan karakter keagamaan, dengan membandingkan program‑program dakwah yang memanfaatkan media digital versus tradisional serta mengidentifikasi faktor‑faktor yang memperkuat atau menghambat dampaknya. Penelitian tersebut sebaiknya melibatkan sampel yang representatif dari berbagai daerah Indonesia untuk menilai perbedaan konteks kultural dan dampaknya terhadap efektivitas pendidikan non‑formal. Selain itu, penggunaan instrumen evaluasi psikometrik yang terstandardisasi dapat membantu mengukur perubahan dalam dimensi religiusitas, resiliensi, dan kesadaran sosial peserta. Analisis data dapat mengintegrasikan pendekatan mixed‑methods, sehingga temuan kuantitatif didukung oleh narasi pengalaman peserta dalam proses habituasi nilai.
- Vol. 18 No. 1 (2025) | Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam. vol tawazun jurnal pendidikan islam articles... doi.org/10.32832/tawazun.v18i1Vol 18 No 1 2025 Tawazun Jurnal Pendidikan Islam vol tawazun jurnal pendidikan islam articles doi 10 32832 tawazun v18i1
- Asserting Religiosity in Indonesian Muslim Urban Communities through Islamic Education | Journal of Islamic... journals.umt.edu.pk/index.php/JITC/article/view/1717Asserting Religiosity in Indonesian Muslim Urban Communities through Islamic Education Journal of Islamic journals umt edu pk index php JITC article view 1717
- TRANSFORMASI PERILAKU KEAGAMAAN DI ERA MEDIA BARU 4.0 | AT-TANZIR: JURNAL ILMIAH PRODI KOMUNIKASI PENYIARAN... doi.org/10.47498/tanzir.v12i2.656TRANSFORMASI PERILAKU KEAGAMAAN DI ERA MEDIA BARU 4 0 AT TANZIR JURNAL ILMIAH PRODI KOMUNIKASI PENYIARAN doi 10 47498 tanzir v12i2 656
- Altinyelken | Muslim Youth Negotiating Boundary Maintenance Between the Sexes: A Qualitative Exploration... doi.org/10.3998/jmmh.534Altinyelken Muslim Youth Negotiating Boundary Maintenance Between the Sexes A Qualitative Exploration doi 10 3998 jmmh 534
| File size | 481.55 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUBLITARUNUBLITAR Oleh karena itu, penelitian ini disajikan dengan tujuan untuk melihat dampak yang terjadi akibat kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap psikologiOleh karena itu, penelitian ini disajikan dengan tujuan untuk melihat dampak yang terjadi akibat kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap psikologi
JOTIKAJOTIKA Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi pupuk kompos di Desa Raut Bosi sangat besar, dengan masyarakat yang telah memahami manfaatnya dan aktif dalamHasil penelitian menunjukkan bahwa potensi pupuk kompos di Desa Raut Bosi sangat besar, dengan masyarakat yang telah memahami manfaatnya dan aktif dalam
DINASTIREVDINASTIREV Temuan ini memperlihatkan bahwa sistem peradilan pidana anak di Indonesia masih membutuhkan reformasi yang menekankan pada pendekatan edukatif dan rehabilitatif,Temuan ini memperlihatkan bahwa sistem peradilan pidana anak di Indonesia masih membutuhkan reformasi yang menekankan pada pendekatan edukatif dan rehabilitatif,
UNIKSUNIKS Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memainkan peran penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter seperti kesadaran agama, tanggung jawab, danHasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memainkan peran penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter seperti kesadaran agama, tanggung jawab, dan
LAAROIBALAAROIBA Pertemuan-pertemuan ini berfungsi sebagai jalan penting untuk merekrut anggota baru. Peran dai dalam Islam sangatlah penting, khususnya dalam kegiatnnyaPertemuan-pertemuan ini berfungsi sebagai jalan penting untuk merekrut anggota baru. Peran dai dalam Islam sangatlah penting, khususnya dalam kegiatnnya
STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL Terdapat Pengaruh Pola Asuh Orang Tua (X) terhadap Moral Etika (Y) pada siswa di sekolah SMA PERSADA Bandar Lampung. Pengujian juga diperkuat dengan melihatTerdapat Pengaruh Pola Asuh Orang Tua (X) terhadap Moral Etika (Y) pada siswa di sekolah SMA PERSADA Bandar Lampung. Pengujian juga diperkuat dengan melihat
UNTAGUNTAG Metode yang digunakan adalah kuantitatif, instrumen yang digunakan adalah skala kepatuhan, skala persepsi terhadap kepemimpinan kiai dan skala konformitas.Metode yang digunakan adalah kuantitatif, instrumen yang digunakan adalah skala kepatuhan, skala persepsi terhadap kepemimpinan kiai dan skala konformitas.
UNTAGUNTAG Mahasiswa cenderung memiliki kecenderungan yang sama dalam gaya belajarnya baik secara visual, auditori maupun kinestetik. Namun, ditemukan perbedaan padaMahasiswa cenderung memiliki kecenderungan yang sama dalam gaya belajarnya baik secara visual, auditori maupun kinestetik. Namun, ditemukan perbedaan pada
Useful /
JOTIKAJOTIKA Peningkatan ini terlihat dari perubahan sikap siswa dalam menghargai proses belajar, meningkatnya kedisiplinan, serta partisipasi aktif dalam kegiatanPeningkatan ini terlihat dari perubahan sikap siswa dalam menghargai proses belajar, meningkatnya kedisiplinan, serta partisipasi aktif dalam kegiatan
MUTIARAHATIMOESLEMMUTIARAHATIMOESLEM Masa kanak-kanak merupakan fase krusial dalam pembentukan perilaku dan kepribadian individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku maladaptifMasa kanak-kanak merupakan fase krusial dalam pembentukan perilaku dan kepribadian individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku maladaptif
UNUBLITARUNUBLITAR Subjek merupakan remaja yang mengalami kecanduan gadget (smartphone addiction) yang berusia 16-18 tahun sejumlah 6 orang, diantaranya tiga subyek utamaSubjek merupakan remaja yang mengalami kecanduan gadget (smartphone addiction) yang berusia 16-18 tahun sejumlah 6 orang, diantaranya tiga subyek utama
UNUBLITARUNUBLITAR Ini berarti program intervensi konseling behavioral dengan teknik positive reinforcement efektif untuk meningkatkan motivasi belajar pada subjek. PemberianIni berarti program intervensi konseling behavioral dengan teknik positive reinforcement efektif untuk meningkatkan motivasi belajar pada subjek. Pemberian