SYEKH NURJATISYEKH NURJATI
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MIAl Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MILiterasi membaca tetap menjadi tantangan yang terus-menerus dalam banyak konteks Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Namun, pembelajar EFL tingkat dasar sering menghadapi kesulitan dalam mengintegrasikan modalitas linguistik, visual, spasial, dan gestural. Studi ini menyelidiki bagaimana pembelajar primer menjalankan agensi epistemik dalam membaca multimodal dan membangun pengetahuan di berbagai moda. Dengan memanfaatkan teori multimodalitas dan agensi epistemik, penelitian ini menerapkan desain metode campuran sekuensial eksplplanatif yang melibatkan tiga puluh siswa kelas lima dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Tulang Bawang Barat, Lampung. Pada Fase 1, desain pretes-postes satu kelompok mengukur perubahan dalam pemahaman multimodal menggunakan instrumen dua puluh item yang tervalidasi. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan skor rata-rata meningkat dari 61,40 (SD = 8,25) menjadi 74,30 (SD = 7,80), t(29) = 8,52, p < 0,001, dan Cohens d = 1,56, yang menunjukkan efek yang besar. Pada Fase 2, enam siswa yang mewakili berbagai tingkat peningkatan diwawancarai dan dilibatkan dalam refleksi berbasis tugas. Analisis tematik mengidentifikasi lima dimensi agensi epistemik: mengambil inisiatif, pengambilan keputusan lintas moda, pembenaran pemahaman, refleksi dan pengaturan diri, serta kolaborasi dan dialog. Integrasi kedua fase menunjukkan bahwa keterlibatan agen pembelajar dengan sumber daya multimoda mendukung perolehan pemahaman, mengubah affordance menjadi strategi untuk pembuatan makna. Temuan ini menegaskan bahwa pedagogi multimoda tidak hanya mendorong hasil pemahaman yang terukur tetapi juga otonomi, pemikiran kritis, dan keterlibatan kolaboratif. Studi ini merekomendasikan penanaman literasi multimodal ke dalam kurikulum EFL dan menyediakan perancah yang menyeimbangkan dukungan kognitif dengan peluang untuk agensi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan literasi multimodal paling efektif bila dipandang sebagai proses agen pengetahuan, bukan sekadar paparan pada beragam moda.Dengan menempatkan siswa sebagai agen epistemik yang dapat memilih, membenarkan, dan merefleksikan strategi makna mereka, membaca multimodal menjadi wadah bagi pengembangan berpikir kritis, regulasi diri, serta pembelajaran kolaboratif, sekaligus memberdayakan mereka untuk menavigasi lingkungan semiotik yang kompleks.Temuan ini menuntut desain instruksional yang menyeimbangkan scaffolding dengan otonomi pembelajar, kebijakan kurikulum yang mengakui kompetensi multimodal sebagai bagian inti literasi, dan penelitian lanjutan mengenai cara memupuk agensi dalam beragam konteks dan platform digital.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana penggunaan alat digital multimodal memengaruhi perkembangan agensi epistemik pada siswa EFL tingkat dasar selama periode longitudinal, sehingga dapat mengidentifikasi efek jangka panjang dan keberlanjutan strategi pembelajaran. Selanjutnya, diperlukan percobaan terkontrol yang membandingkan efektivitas membaca multimodal dengan dan tanpa scaffolding eksplisit untuk menilai dampak beban kognitif serta kualitas pemahaman yang dihasilkan. Akhirnya, studi komparatif antar daerah dengan latar belakang sosio‑ekonomi dan budaya yang berbeda dapat menguji sejauh mana temuan tentang agensi dan literasi multimodal bersifat umum atau kontekstual, serta memberikan rekomendasi adaptif bagi kebijakan pendidikan nasional.
- Multimodal Second-Language Communication: Research Findings and Pedagogical Implications - Debra M Hardison,... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0033688220966635Multimodal Second Language Communication Research Findings and Pedagogical Implications Debra M Hardison journals sagepub doi 10 1177 0033688220966635
- Reading Comprehension through Multimodal Literacy Approach for English Education | ETERNAL (English Teaching... journal2.upgris.ac.id/index.php/eternal/article/view/1910Reading Comprehension through Multimodal Literacy Approach for English Education ETERNAL English Teaching journal2 upgris ac index php eternal article view 1910
- Using thematic analysis in psychology: Qualitative Research in Psychology: Vol 3, No 2. thematic analysis... doi.org/10.1191/1478088706qp063oaUsing thematic analysis in psychology Qualitative Research in Psychology Vol 3 No 2 thematic analysis doi 10 1191 1478088706qp063oa
| File size | 328.75 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UINMADURAUINMADURA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi konsep pendidikan Islam Mahmud Yunus di MTs. Manbaul Hikam Sidoarjo. Metode yang digunakan dalamPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi konsep pendidikan Islam Mahmud Yunus di MTs. Manbaul Hikam Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam
ZAMRONEDUZAMRONEDU Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkanTeknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan
UNIBAUNIBA Namun, transisi ini membuka peluang efisiensi dan inovasi pembiayaan melalui alokasi cadangan dana untuk pengembangan guru, pelaksanaan pelatihan berjenjang,Namun, transisi ini membuka peluang efisiensi dan inovasi pembiayaan melalui alokasi cadangan dana untuk pengembangan guru, pelaksanaan pelatihan berjenjang,
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Hasil menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (rata‑rata skor post‑testHasil menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (rata‑rata skor post‑test
IDEBAHASAIDEBAHASA Kebanyakan pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing di tingkat pemula menghadapi beberapa masalah dalam belajar bahasa Inggris. Mereka melakukanKebanyakan pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing di tingkat pemula menghadapi beberapa masalah dalam belajar bahasa Inggris. Mereka melakukan
YPHNYPHN Studi ini menunjukkan bahwa siswa EFL berprestasi tinggi dan rendah di pesantren menghadapi tantangan berbicara yang berbeda. Siswa berprestasi tinggiStudi ini menunjukkan bahwa siswa EFL berprestasi tinggi dan rendah di pesantren menghadapi tantangan berbicara yang berbeda. Siswa berprestasi tinggi
STKIP JBSTKIP JB Kemudian Gaya bicara yang tidak terdeteksi ditemukan pada Intimate Style. Kesimpulannya, penggunaan Gaya bicara dalam pembelajaran tetap membuat siswaKemudian Gaya bicara yang tidak terdeteksi ditemukan pada Intimate Style. Kesimpulannya, penggunaan Gaya bicara dalam pembelajaran tetap membuat siswa
UNCMUNCM Secara keseluruhan, berdasarkan hasil analisis penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode praktikum berbasis inkuiri terbimbing merupakanSecara keseluruhan, berdasarkan hasil analisis penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode praktikum berbasis inkuiri terbimbing merupakan
Useful /
IDEBAHASAIDEBAHASA Penelitian ini menganalisis teknik penerjemahan dan kualitas terjemahan yang digunakan dalam tindak tutur dalam film A Wrinkle in Time oleh Disney Pictures.Penelitian ini menganalisis teknik penerjemahan dan kualitas terjemahan yang digunakan dalam tindak tutur dalam film A Wrinkle in Time oleh Disney Pictures.
STKIP JBSTKIP JB (2) peran media sosial dalam perubahan gaya hidup hedonisme dan konsumtif pada remaja, cenderung boros dalam hal ekonomi karena, membeli sesuatu tanpa(2) peran media sosial dalam perubahan gaya hidup hedonisme dan konsumtif pada remaja, cenderung boros dalam hal ekonomi karena, membeli sesuatu tanpa
TAJDIDUKASITAJDIDUKASI Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan observasi; tes untukMasing-masing siklus terdiri dari 4 tahap: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan observasi; tes untuk
TAJDIDUKASITAJDIDUKASI Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan metode pembelajaran kooperatif teknik TPS menjadikan kegiatan belajar mengajar lebih menyenangkan.Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan metode pembelajaran kooperatif teknik TPS menjadikan kegiatan belajar mengajar lebih menyenangkan.